Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Diagnosa, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Kanker Vagina

Pengertian, Diagnosa, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Kanker vagina – Beberapa waktu belakangan ini Indonesia sempat digemparkan dengan situasi dimana wanita Indonesia sangat mewaspadai gejala dan penyebab dari Kanker Vagina atau yang lebih dikenal dengan kanker serfiks.

Sampai ada beberapa petisi yang menganjukan Presiden Jokowi untuk bisa menerapkan program imunisasi untuk melawan visur penyakin ini, kepa seluruh wanita Indonesia yang berada pada rentang umur yang sekiranya, sudah bisa terjangkit penyakit ini.

Pengertian, Diagnosa, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Kanker Vagina
Pengertian, Diagnosa, Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Kanker Vagina

Untuk artikel kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai topik ini yakni Kanker Vagina. Kanker vagina adalah penyakin kanker yang muncul sesuai namanya yakni pada vagina, ini termasuk pada tumor ganas yang berkembang pada vagina, dapat dijabarkan vagina adalah satu bagian dari tubuh wanita yang memiliki panjang 7.5 sampai dengan 10 cm, dengan ujung bawah yang berhubungan langsung dengan vulva dan ujung atasnya berhubungan langsung dengan serviks atau yang sering disebut dengan istilah kedokteran sebagi serviks.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, dan Manfaat Yoga

1). Diagnosa

Secara ilmu kedokteran diagnosa untuk penyakit ini disimpulkan melalui pemeriksaan kesehatan yang panjang terhadap keadaan tubuh.

Dapat dijabarkan bahwa indentifikasi awal adalah adanya benjolan pada panggul, panggul itu sendiri adalah, bagian bawah perut wanita.

Namun kemudian dokter akan melaukan pemeriksaan bagian dalam ataupun bagian luar vagina. Ada beberapa cara untuk mendiagnosa penyakit ini dengan langkah kedokteran, yakni dengan dilakukan Pap Smear, kemudian Kolposkopi pemeriksaan ini lebih detai dibandingkan dengan pemeriksaan yang pertama, kemudain yang terakhir adalah Biopsi, tindakan ini diambil jika memang pada pemeriksaan Kolposkopi sebelumnya dokter menemukan beberapa kejanggalan pada pasien.

2). Gejala dari Kanker Vagina

Setiap penyakit menunjukan gejala-gejalanya masing-masing. Nah, untuk Kanker Vagina, gejalan yang harus kita waspadai adalah, jika terjadi pendarahan yang terjadi saat tidak sedang periode menstruasi, dapat dikatakan adalah periode antara menstruasi, setelah berhubungan dengan pasangan ataupun terjadi setelah seorang wanita mencapai tahapan menopause, kemudian terjadinya rasa gatal dan muncul benjolan pada vagina, ureine akan bercampur dengan darah, terdapat rasa nyeri atau sakit pada rongga panggul, sering buang air kecil dan sering terasa nyeri saat buang air kecil.

3). Penyebab Kanker Vagina

Biasanya penyebab penyakit ini adalah mereka yang terpapar hormon DES atau yang lebih dikenal sebagai hormon estrogen sintetik diethylstilbestrol, atau mereka yang terinfeksi Human Papiloma Virus atau dikenal dengan HPV. Mereka yang melakukan hubungan seksual dibawah umur.

Mereka yang sering berganti-gantgi pasangan dalam berhubungan seks juga mereka yang pernah melakukan atau menjalani proses atau prosedur histerktomi atau mereka yang merokok atau pun mereka yang memiliki usia lebih dari 60 tahun.

4). Pengobatan

Jalan pengobatan yang dapat ditempuh untuk penyakit kanker vagina ini terdiri dari beberapa tahapan sesuai dengan kebutuhan atau tingkat keseriusan dari pasien atau sang penderita ini.

Pengobatan utama yang dapat dilakukan oleh adalah dengan melakukan radio terapi. Radioterapi dapat terdiri dari dari dua jenis yakni Radioterapi eksternal dan Radioterapi internal.

Kemudian juga dapat dilakukan dengan pembedahan yang terdiri dari beberapa langkah pembedahan yakni: pengangkatan tumor, kemudian pengangkatan sebagian vagina atau vaginektomi parsial, vaginektomi radikal yang merupakan pengangkatan seluruh vagina kemudian Vaginektomi dan histerektomi radikal yang adalah pengangkatan seluruh rahim indung terlursaluran indung telur dan juga kelenjar getah bening serta keseluruhan vagina, yang terakhir adalah Pelvic Exenteration.

You May Also Like

About the Author: ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *