6 Ciri dan Kriteria Template Blog Yang Berpeluang Diterima Google Adsense

6 Ciri dan Kriteria Template Blog Yang Berpeluang Diterima Google Adsense

Ciri dan Kriteria Template Blog Yang Berpeluang Diterima Google Adsense – Google Adsense masih menjadi cara monetisasi yang banyak digunakan oleh para blogger untuk memperoleh penghasilan dari blog mereka.

Selain mudah untuk dilakukan, pundi-pundi rupiah yang dihasilkan dari metode ini juga tidak sedikit.

Namun sayangnya, mendaftarkan blog Anda untuk memperoleh Google Adsense ternyata tidak semudah yang Anda bayangkan.

Terdapat banyak syarat yang harus Anda penuhi. Salah satunya adalah template blog.

Dengan template blog yang tepat, maka kemungkinan disetujuinya permohonan akun Adsense Anda juga akan semakin besar.

Baca Juga :

Ciri dan Kriteria Template Blog Yang Berpeluang Diterima Google Adsense

Lalu, apa kira-kira kriteria dari template blog yang berpeluang besar untuk diterima Google Adsense?

1). Responsif

Sebagai pengguna internet, kenyamanan ketika menjelajah web adalah hal yang paling penting.

Hal itu juga berlaku ketika audiens mengunjungi blog Anda. Sebuah blog dengan tingkat responsif yang tinggi memiliki tampilan yang nyaman untuk dilihat melalui smartphone maupun desktop.

Dengan adanya penyesuaian ukuran layar tampilan, maka pengunjung dapat dengan mudah memahami konten yang ada dalam blog tersebut tanpa perlu bersusah payah memperbesar atau memperkecil ukuran layar

2). Fast Loading

Banyak blogger pemula yang masih menggunakan jumlah navigasi dan widget secara berlebihan pada blog mereka.

Hal ini bukannya mempermudah para audiens, namun justru dapat  membuat blog Anda menjadi lambat dan membutuhkan waktu loading yang lama.

Anggaplah diri Anda sebagai audiens yang membutuhkan informasi dalam waktu singkat, namun harus menunggu lama ketika membuka sebuah blog.

Sudah pasti Anda akan berpindah ke blog lain, bukan?

Bukan hanya itu saja, Google sendiri juga lebih mengutamakan situs yang cepat diakses untuk ditampilkan di halaman pertama mesin pencarian.

Apabila blog Anda tidak membutuhkan waktu lama untuk dibuka, maka jumlah pengunjung web Anda juga akan semakin meningkat.

Blog yang ideal hanya membutuhkan waktu loading 1,5 hingga 2 detik. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat waktu loading adalah melakukan optimasi file CSS dengan menggunakan CSS optimization plugins.

Sementara itu, usahakan Anda hanya menggunakan gambar dan file media yang berukuran tidak terlalu besar.

Baca Juga : Cara Mempercepat Loading Website

3). SEO Friendly

Apabila Anda sudah lama menggeluti dunia blog, SEO bukan lagi istilah yang asing bagi Anda.

Lalu, bagaimana kira-kira template blog yang SEO friendly?

Secara umum, template yang mudah diakses dan dipahami oleh mesin pencari maupun manusia memenuhi kategori SEO friendly.

Jika ingin mencapai hal tersebut, maka dibutuhkan template dengan sistem koding terbaru yang dapat diakses secara lancar melalui berbagai browser populer.

4). Struktur Website

Ketika Anda membuat blog, pastikan bahwa tiap halaman telah terhubung secara sistematis dengan menggunakan perintah navigasi dan internal link secara tepat.

Selain memberikan kenyamanan bagi pengunjung blog Anda, blog Anda juga akan lebih mudah mencapai peringkat 1 di mesin pencari web.

Jika Anda berniat untuk membeli template, pastikan Anda mencoba versi demonya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah template tersebut nyaman untuk digunakan oleh user.

Hal ini bisa menjadi pertimbangan penting jika Anda ingin berpeluang tinggi untuk diterima Google Adsense.

4). Integrasi Sosial Media

Pastikan juga Anda bisa menyertakan link ke profil sosial media Anda, seperti Google+, Youtube, Pinterest, LinkedIn, Instagram, Facebook dan lainnya pada template blog yang Anda gunakan.

Anda juga dapat meletakan tombol share di bawah konten yang Anda post, sehingga pengunjung dapat dengan mudah membagikan konten tersebut ke sosial media mereka.

Meskipun terkesan tidak terlalu signifikan, hal ini dapat meningkatkan trafik Anda sekaligus kemungkinan blog Anda diterima Google Adsense.

5). Skema Markup

Sederhananya, skema markup berfungsi untuk membuat konten Anda mudah dipahami oleh mesin pencari.

Hasilnya, konten tersebut akan memiliki indeks yang lebih tinggi dan lebih mungkin dikunjungi oleh para pengguna internet.

Lalu, bagaimana mengetahui apakah sebuah template memiliki skema markup atau tidak?

Anda hanya perlu membuka versi demo dari template yang ingin Anda gunakan, lalu menekan klik kanan pada mouse Anda.

Setelah itu, Anda hanya perlu melihat sumber kode dari halaman template tersebut.

Gunakan CTRL + F untuk menemukan kode “itemscope” atau “schema.org”.

Apabila terdapat kode tersebut, maka template tersebut memiliki skema markup dan merupakan template yang tepat untuk Anda gunakan apabila ingin diterima Google Adsense.

Itu dia beberapa ciri dan kriteria template blog yang berpeluang diterima Google Adsense.

Sebelum Anda menentukan template blog Anda, ada baiknya Anda memastikan bahwa template tersebut memenuhi kriteria diatas.

Baca Juga :

Apabila Anda berniat membeli template, pastikan Anda mencoba versi demonya terlebih dahulu untuk memastikan bahwa template tersebut memang cocok untuk Anda gunakan.

Pilih template yang menarik bagi mesin pencari dan pengguna internet untuk memperoleh trafik yang tinggi sekaligus mendapatkan jutaan rupiah melalui Adsense.

Tinggalkan komentar