Cara Budidaya Daun Bawang Dengan Polybag

Cara Budidaya Daun Bawang – Tanaman daun bawang atau Allium sp. merupakan jenis tanaman sayur-sayuran yang biasa digunakan sebagai penyedap dan bumbu masakan.

Cara Budidaya Daun Bawang Dengan Polybag

Cara Budidaya Daun Bawang Dengan Polybag

Daun bawang memiliki bentuk yang panjang, pipih, dan berongga. Dikarenakan tanaman ini tidak pernah absen dalam masakan orang-orang Indonesia, tanaman daun bawang menjadi salah satu tanaman yang dibudidayakan.

Budidaya tanaman daun bawang tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan ataupun polybag.

Namun, dalam melakukan budidaya tanaman bawang dengan menggunakan polybag, terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan demi kesuksesan budidaya tersebut.

Baca Juga :

Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah memastikan suhu tempat berlangsungnya budidaya, kelembaban udara, pemilihan dan penyemaian bibit, perawatan, pemupukan lanjutan, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan berikut ini.

1). Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Budidaya Tanaman Daun Bawang.

Tanaman daun bawang merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah beriklim tropis maupun subtropis.

Namun, tanaman tersebut dapat tumbuh ideal bila berada pada ketinggian 900 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut dengan suhu 19°C hingga 24°C dan kelembaban 80 hingga 90%.

2). Persiapan Benih Tanaman Daun Bawang

Sebelum menyiapkan benih tanaman bawang, hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengenal jenis tanaman daun bawang yang biasa dibudidayakan.

Jenis daun bawang tersebut adalah daun bawang bakung atau Allium fistulosum dan daun bawang prei atau Allium porum. Keduanya dapat ditanam dan dikembangkan dengan menggunakan polybag.

Pemilihan benih tanaman daun bawang dapat dilakukan secara vegetatif maupun generatif. Budidaya tanaman daun bawang secara vegetatif dapat dilakukan dengan memilih anakan yang terdapat pada indukan yang berkualitas.

Sementara itu, budidaya tanaman daun bawang secara generatif dapat dilakukan dengan memanfaatkan biji tanaman daun bawang tersebut.

Apabila tanaman daun bawang dibudidayakan secara generatif, pilihlah media semai menggunakan polybag kecil dimana setiap polybag berisikan 1 atau 2 benih daun bawang.

Setelah benih ditanam, benih tersebut ditutup dengan pelepah pisang atau karung yang dibasahi. Benih tersebut harus disiram secara berkala agar benih dapat tumbuh secara maksimal.

3). Persiapan Penanaman Tanaman Daun Bawang.

Media tanam yang dapat dipilih untuk penanaman tanaman daun bawang adalah dengan menggunakan polybag. Polybag tersebut akan diisi dengan tanah yang subur, gembur, memiliki unsur organik, dan bersifat poros.

Kadar keasaman tanah, suhu, dan kelembaban juga harus diperhatikan demi kesuksesan budidaya. Tanaman daun bawang dapat tumbuh sempurna dengan kadar pH tanah 6.5 hingga 7.5.

Tanah tersebut dipadatkan pada polybag berukuran sedang dengan mencampurkan tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan komposisi 2:1:1.

4). Penanaman Tanaman Daun Bawang

Tanaman daun bawang dapat ditanam secara organik maupun non-organik. Perbedaannya terletak pada pemberian asupan nutrisi dimana sistem organik mengandalkan penanaman alami tanpa kandungan unsur kimia.

Pemindahan bibit pada media tanaman secara non-organik diberikan cairan fungisida dengan cara mencelupkan akar sebelum dilakukan penanaman. Hal tersebut dilakukan agar akar tanaman terbebas dari serangan jamur.

Tetapkan satu tanaman daun bawang untuk satu polybag. Setelah itu, lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah. Untuk langkah awal, tanaman daun bawang disiram pada pagi dan sore hari.

5). Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman Daun Bawang

Setelah penanaman dilakukan, langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan tanaman dengan penyiraman, pemupukan lanjutan, dan pemberantasan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman bawang.

Pada masa awal penanaman dibutuhkan asupan air yang maksimal, namun jika tanaman daun bawang dirasa sudah kokoh, penyiraman sudah dapat direnggangkan yaitu dengan intensitas 2 hingga 3 hari sekali atau dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pembusukan pada tanaman daun bawang tersebut.

Pemupukan lanjutan tanaman daun bawang dapat dilakukan apabila tanaman tersebut sudah berumur empat minggu dan delapan minggu.

Untuk pemupukan tanaman daun bawang organik diberikan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak satu genggam untuk setiap polybag.

Sementara itu, pemupukan lanjutan tanaman daun bawang non-organik dapat diberikan pupuk Urea pada minggu ke tiga dan keenam dengan komposisi sebanyak 5 gram untuk setiap polybag. Pemberian pupuk tersebut diberikan dalam bentuk cair atau larutan.

Setelah melakukan penyiraman dan pemupukan, penyiangan terhadap area penanaman daun bawang harus terus dilakukan untuk pemberantasan hama.

Selain itu, penyiangan juga bertujuan untuk mengetahui penyakit yang menyerang tanaman daun bawang tersebut.

6). Pemanenan Budidaya Tanaman Daun Bawang

Pemanenan budidaya tanaman daun bawang dapat dilakukan apabila sudah berusia 2.5 bulan terhitung awal bibit ditanam.

Daun bawang yang dapat dipanen terlihat dari jumlah rumpunnya yang banyak dan warna daun yang sudah berubah. Lakukan pemanenan tersebut di sore hari agar kondisi tanaman tetap dalam keadaan baik.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *