Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cara Budidaya Kentang di Dataran Tinggi Untuk Pemula

Cara Budidaya Tanaman Kentang di Dataran Tinggi – Kentang merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan pada dataran tinggi.

Tanaman kentang merupakan tanaman yang memiliki biji berkeping dua atau dikotil dengan nama ilmiah Solanum tuberosum L. Perkembangbiakan tanaman kentang berlangsung secara vegetatif melalui umbi.

Cara Budidaya Kentang di Dataran Tinggi Untuk Pemula

Cara Budidaya Kentang di Dataran Tinggi Untuk Pemula

Tanaman kentang berasal dari Amerika Selatan yang menyebar di lembah-lembah dataran tinggi Chili, Meksiko, dan Peru. Tanaman ini dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia karena dibawa oleh negara-negara imperial dan kolonial seperti Inggris dan Spanyol.

Baca Juga :

Di Indonesia sendiri, tanaman kentang diperkenalkan pada tahun 1794 dengan area budidaya pertama berada di daerah Cimahi.

Umbi kentang merupakan bagian dari tanaman kentang yang sering dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Umbi kentang memiliki kandungan gizi seperti Vitamin A, B, C, D, E, dan K, Karbohidrat, Gula, Protein, Serat, Zat besi, Fosfor, dan lainnya.

Kandungan gizi pada umbi kentang membawa berbagai macam manfaat diantaranya adalah meningkatkan kinerja otak, memelihara kesehatan jantung, memelihara kesehatan kulit, dan mencegah penyakit scurvy.

Selain dapat memberikan manfaat dan khasiat bagi tubuh, secara finansial budidaya tanaman kentang mampu memberikan keuntungan maksimal. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan budidaya tanaman kentang agar mendapatkan hasil yang optimal.

Perhatikan Keadaan Alam Sekitar

Tanaman kentang mampu beradaptasi dengan cepat apabila dibudidayakan di dataran tinggi karena cuaca yang panas dapat membuat tanaman kentang tidak dapat memproduksi umbi.

Adapun tingkat ketinggian optimal budidaya tanaman kentang berkisar pada 1000 hingga 2000 meter di atas permukaan laut dengan suhu 14°C hingga 22°C.

Curah hujan terbaik dalam melakukan budidaya tanaman kentang berkisar antara 1000 hingga 1200 mm per tahun. Apabila tingkat curah hujan tinggi akan mengakibatkan tanaman membusuk.

Tanah, Faktor Utama Kesuksesan Budidaya Tanaman Kentang

Setelah menetapkan area budidaya tanaman kentang, langkah selanjutnya adalah memastikan tingkat kesuburan dan kelembaban tanah.

Gemburkan tanah terlebih dahulu dan atur jarak tanam antar tanaman. Setelah melakukan penggemburan tanah, biarkan tanah tersebut selama dua atau tiga hari agar dapat memperbaiki sirkulasi atau aerasi pada tanah.

Setelah melakukan penggemburan tanah, berikan pupuk kandang pada are tersebut dengan cara menebarkannya. Pemberian pupuk tersebut bertujuan untuk memberikan nutrisi pada bibit tanaman kentang nantinya. Adapun kadar pupuk yang harus diperhatikan adalah sekitar 20 hingga 50 pada setiap hektar area.

Penanaman Bibit Tanaman Kentang

Untuk mendapatkan bibit kentang dapat diperoleh dari umbi kentang. Umbi kentang yang baik yang dapat dijadikan bibit adalah umbi kentang yang memiliki bobot 30 hingga 50 gram.

Umbi tersebut harus melewati proses penyimpanan terlebih dahulu selama sekitar tiga bulan untuk mengetahui pertumbuhan tunasnya.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Kentang

Agar budidaya tanaman kentang dapat dikatakan berhasil, diperlukan beberapa langkah dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan tanaman kentang.

Dalam proses ini tentunya sangat dibutuhkan kecermatan dan ketelitian ekstra. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah pengairan, penyiangan, dan pemberantasan hama.

Penyiraman dilakukan untuk menjaga kelembaban tanaman, namun pastikan sudah menentukan jadwal penyiraman tersebut. Penyiangan hama sebaiknya dilakukan setelah satu bulan penanaman.

Mengenal Hama dan Cara Pencegahannya

Hama dan penyakit merupakan hal-hal yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman bahkan mampu menimbulkan resiko gagal panen.

Oleh karenanya, sebelum hal tersebut terjadi, kenali terlebih dahulu hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman kentang.

Beberapa hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman kentang adalah bercak lunak (Altenaria solani), busuk daun (Phytophthora infestans), virus gulung daun, ulat gulung  (Phthorimae operculella), virus X, Y, dan S, root knot nematodes, penyakit layu (Pseudomonas solanacearum), dan lainnya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi hama tersebut adalah dengan melakukan penyemprotan fungisida dan insektisida. Lakukan penyemprotan tersebut secara rutin sebanyak 2 kali seminggu atau sesuai dengan kebutuhan.

Pastikan sudah membaca terlebih dahulu cara pemakaian fungisida (dithane dan vondozeb) dan insektisida (hostathion) yang tertera pada label kemasan.

Panen Budidaya Tanaman Kentang

Panen tanaman kentang sudah dapat dilakukan ketika tanaman kentang sudah berumur 80 hingga 120 hari. Namun, varietas tanaman kentang juga dapat mempengaruhi waktu panen budidaya tanaman kentang. Dalam hal memanen, pastikan memanen umbi kentang dalam keadaan tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

Hal tersebut memiliki alasan yaitu umbi yang terlalu muda memiliki kandungan karbohidrat yang belum sempurna dan umbi yang terlalu tua dapat beresiko terserang penyakit.

Baca Juga ;

Agar hasil panen didapat secara maksimal, lakukan pemeriksaan secara acak namun merata. Dalam melakukan pemanenan, pastikan untuk menjaga keamanan agar tanaman tidak rusak.

Setelah umbi kentang berhasil dipanen, lakukan penjemuran untuk mengurangi lapisan tanah yang menyelimuti umbi tersebut.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018