Cara Budidaya Tanaman Gaharu untuk Hasil yang Baik

Cara Budidaya Tanaman Gaharu – Gaharu merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis yang tergolong tinggi, terutama dalam industri parfum atau wangi-wangian.

Cara Budidaya Tanaman Gaharu untuk Hasil yang Baik

Cara Budidaya Tanaman Gaharu untuk Hasil yang Baik

Gaharu menghasilkan resin dan minyak atsiri yang berbau wangi yang telah digunakan sebagai campuran parfum. Terkait dengan gaharu yang dapat menghasilkan minyak atsiri yang beraroma cukup wangi, diperlukan perlakuan tertentu yaitu perlu diinfeksi terlebih dahulu oleh parasit dari kelompok Ascomycetes (Phaeoacremonium parasitica).

Parasit ini berwarna kulit gelap, sehingga hal ini akan mengakibatkan kayu yang terinfeksi juga ikut berwarna gelap. Hal ini menandakan bahwa tanaman gaharu telah siap untuk diambil batangnya dan diolah agar dapat menghasilkan minyak atsiri.

Gaharu merupakan jenis pohon yang dapat mencapai tinggi hingga mencapai 40 meter dengan diameter yaitu 60 cm. Terkait dengan pertumbuhan gaharu, perlu diperhatikan iklim yang sesuai dengan negara Indonesia, tempat ditanamnya tanamang gaharu.

Sebab, potensi budidaya tanaman gaharu merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk pengusaha tanaman gaharu.

Cara Budidaya Tanaman Gaharu

Berikut ini adalah langkah budidaya tanaman gaharu yaitu:

1). Pemilihan Bibit

Salah satu hal mendasar yang perlu dipersiapkan dalam menanam tanaman gaharu adalah pemilihan bibit yang tepat. Bibit yang akan dipilih sebaiknya bersifat baik dan berkualitas agar dapat menghasilkan tanaman yang berkualitas juga. Terdapat beberapa kriteria tanaman gaharu yang layak dipilih sebagai bibit, yaitu:

  • Bibit tanaman yang dipilih haruslah sehat dan tidak memiliki gejala telah terkena serangan hama atau penyakit
  • Akar tanaman yang telah tertanam sebaiknya tidak menembus polybag
  • Ukuran diameter pohon yang ideal untuk digunakan adalah bibit dengan diameter 1 cm
  • Tinggi bibit ideal yang akan ditanam adalah 20 – 30 cm
  • Bibit perlu diangkut secara hati-hati
  • Bibit perlu ditempatkan di tempat yang teduh dan dilakukan penyiraman agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan

2). Persiapan Media Tanam

Apabila bibit tanaman telah siap, maka perlu disiapkan lahan tanam. Perlu diingat bahwa 1 hektare lahan ideal dapat ditanami sebanyak 1.111 pohon. Terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan lahan tanam, yaitu:

  • Lubang tanam sebaiknya dibuat minimal 2 minggu sebelum penanaman
  • Lubang tanam sebaiknya dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm
  • Jarak antar tanaman perlu diatur menjadi 3 x 3 meter, atau disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki atau disiapkan untuk menjadi media tanam
  • Pupuk kandang atau pupuk organic sebaiknya ditambahkan ke dalam lubang tanam sebanyak 3 – 5 kg dalam tiap lubang
  • Pupuk NPK juga dapat ditambahkan ke dalam setiap lubang sebanyak 20 – 30 gram
  • pH tanah perlu dijaga agar tetap berkisar pada pH 5. Selain itu, dolomit dengan total sebanyak 100 gram perlu ditambahkan pada setiap lubang tanam
  • Apabila seluruh komponen telah dimasukkan ke dalam lubang, maka perlu dibiarkan waktu sebanyak 1 minggu agar dapat meresap
  • Kemudian, setelah seluruh persiapan media tanam telah selesai, dapat dilakukan langkah penanaman

3). Penanaman Pohon Gaharu

Apabila lubang tanam telah disiapkan, maka perlu dilakukan penanaman pohon gaharu. Perlu diingat bahwa penanaman gaharu yang paling baik adalah saat musim hujan dan sore hari.

Metode penanaman dapat dilakukan secara monokultur atau polikultur (tumpang sari). Penanaman dapat dilakukan dengan mudah dengan mengeluarkan bibit tanaman dari polybag secara perlahan dan hati-hati sehingga tidak akan merusak akar.

Selanjutnya, bibit perlu dimasukkan ke dalam lubang tanam. Tanah di sekitar lubang tanam perlu dipadatkan untuk mengantisipasi tanaman tidak roboh.

4). Pemeliharaan dan Perawatan

Pemeliharaa dan perawatan merupakan salah satu fase yang cukup penting dalam menanam tanaman gaharu. Namun, perlu diperhatikan bahwa penanaman pemeliharaan tanaman ini hampir serupa dengan tanaman lainnya. Berikut ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pengairan

Pengairan dapat dilakukan dengan menyiram lahan di sekitar tanaman. Penyiraman rutin perlu dilakukan selama 1 kali dalam sehari, yang perlu disesuaikan pula dengan kondisi lahan atau cuaca.

Apabila musim penghujan sedang terjadi, maka tidak disarankan terlalu sering melakukan penyiraman. Hal ini akan mengakibatkan air menjadi menggenang dan bahkan menimbulkan kebusukan pada akar. Namun, intensitas penyiraman perlu ditingkatkan saat musim kemarau tiba.

  • Pemberian naungan

Pemberian naungan perlu diterapkan pada tanaman gaharu. Penyiapan naungan perlu dilakukan untuk mempercepat proses pertumbuhan. Naungan yang dapat diterapkan adalah seperti pohon pepaya atau singkong.

  • Pemangkasan cabang

Cabang perlu dipangkas dengan tujuan agar tanaman memiliki pertumbuhan tinggi yang cepat. Pemangkasan ini dapat dilakukan dengan memangkas  jumlah ranting pada cabang.

Ranting dengan panjang sekitar 2 – 3 cm perlu dipotong dari cabang. Pemangkasan rutin perlu dilakukan setiap 2 minggu sekali.

  • Pemupukan

Pemupukan tambahan dapat dilakukan dengan pemupukan organik yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk organic ini umumnya diberikan tiap 6 bulan sekali.

Namun, untuk pupuk anorganik, dapat dilakukan menggunakan NPK yang diberikan setiap 3 bulan sekali. Pemberian pupuk sebaiknya dilakukan dengan penyebaran pada tajuk tanaman.

  • Penyiangan

Penyiangan merupakan salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk menghambat pertumbuhan gulma. Gulma yang tumbuh tidak akan terkontrol dan menyebabkan adanya perebutan unsur hara dengan tanaman.

Hal ini akan mengakibatkan tanaman tidak dapat menyerap unsur hara yang diperlukan bersifat optimal.

Oleh karena itu, penyiangan harus dilakukan secara rutin dengan membersihkan gulma yang telah tumbuh di sekitar perakaran tanaman.

5). Penanggulangan Hama dan Penyakit

Hama dan penyakit yang menyerang tanaman perlu diperhatikan cara terbaik untuk penanggulangannya. Serangan hama dan penyakit yang cukup serius akan menimbulkan kegagalan panen pada tanaman, bahkan mengakibatkan kematian pada tanaman tersebut.

Baca Juga :

Selain itu, diperlukan perlakuan khusus dan perawatan khusus yang diperlukan untuk mencegah hama dan penyakit agar tidak menyerang tanaman gaharu.

Pengendalian  hama dan penyakit dapat dilakukan dengan menyemprotkan pestisida ke dalam tanaman. Cairan pestisida yang akan disemprotkan pada tanaman akan mencegah serangan berbagai hama terhadap tanaman, seperti kutu daun dan kutu putih, serta penyakit akar busuk yang umumnya dapat menyerang tanaman gaharu.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *