Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Kacang Tanah

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Kacang Tanah – Kacang tanah merupakan jenis tanaman yang sering dibudidayakan oleh pelaku budidaya dikarenakan kacang tanah merupakan salah satu komoditi terpenting di Indonesia.

Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Kacang Tanah
Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Kacang Tanah

Kacang tanah atau Arachis hypogaea L. merupakan tanaman asli negara Brazil yang berhasil diperkenalkan di Indonesia pada abad ke 17 melalui para pedagang China, Spanyol, dan Portugis.

Di Indonesia, kacang tanah dikenal dengan berbagai macam sebutan, diantaranya kacang una, kacang tuban, kacang bandung, kacang banggala, kacang jebrol, dan kacang kole.

Sementara itu, dalam bahasa Inggris, kacang tanah biasa disebut dengan peanut atau groundnut.

Varietas Unggul Tanaman Kacang Tanah

Varietas unggul tanaman kacang tanah memiliki karakteristik hasil panen melimpah, berumur singkat yang berlangsung selama 85 hingga 90 hari, kebal terhadap penyakit, dan mampu bertahan hidup pada kelembaban yang tinggi.

Beberapa varietas kacang tanah yang biasa dibudidayakan di Indonesia adalah kacang Brul yang dapat dipanen ketika berusia tiga hingga empat bulan, kacang Cina yang dapat dipanen ketika berusia enam hingga delapan bulan, dan kacang Holle yang merupakan varietas hasil persilangan dari beberapa jenis tanaman kacang tanah yang ada.

Persiapan Budidaya Kacang Tanah

Kacang tanah merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh bersama tanaman lain sehingga dapat memudahkan budidaya tanaman ini di area yang terbatas.

Namun, kondisi tanah harus diperhatikan demi kelangsungan budidaya, mulai dari ketinggian area budidaya, jenis tanah, kelembaban, dan derajat keasaman tanah.

Pada umumnya, tanaman kacang tanah merupakan tanaman yang dapat tumbuh hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Namun, Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika berada pada ketinggian 50 hingga 500 meter di atas permukaan laut.

Jenis tanah yang tepat untuk area budidaya tanaman kacang tanah adalah jenis tanah liat berpasir atau tanah lempung berpasir dengan kelembaban udara sekitar 65% hingga 75%. Adapun pH yang disarankan untuk area budidaya tanaman kacang tanah adalah 6.5 hingga 7.0.

Persiapan Pengelolaan

Area budidaya tanaman kacang tanah ditata dengan pembuatan bedengan. Namun sebelumnya, area budidaya tersebut dibajak atau dicangkul agar tanah berada dalam keadaan gembur dan bebas gulma.

Pembuatan bedengan diatur dengan lebar 80 cm, memiliki tinggi sekitar 20 hingga 30 cm, dan disertai denga  pembuatan parit untuk memudahkan sistem drainase.

Apabila kondisi tanah area budidaya memiliki kadar keasaman yang tinggi, campurkan dolomit sebanyak 1 hingga 1.25 ton untuk setiap satu hektar area.

Penyiapan Benih dan Penanaman

Benih kacang tanah bisa didapatkan dari biji kacang tanah yang sudah tua dan telah mengalami masa penyimpanan selama 100 hari. Selama masa penyimpanan tersebut, biji kacang tanah dibiarkan terlepas dari cangkangnya.

Proses penanaman kacang tanah dilakukan dengan membuat lubang pada bedengan sedalam 3 cm dimana setiap lubang berisikan dua butir biji kacang tanah kemudian ditutup. Pastikan memberi jarak pada tanaman dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 20 cm.

Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan tanaman kacang tanah dapat dilakukan dengan penyiraman, pemupukan, penyulaman, penyiangan, dan pemberantasan hama serta penyakit yang dappat menyerang tanaman kacang tanah.

  • Pengairan atau Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan secara rutin setelah melakukan penyemaian benih. Lakukan penyiraman tersebut pada pagi dan sore hari di setiap harinya. Penyiraman sementara dihentikan ketika tanaman kacang tanah sedang berbunga.

  • Pemupukan

Terdapat dua waktu pemupukan tanaman kacang tanah yaitu pemupukan awal dan pemupukan lanjutan.

Pemupukan awal dilakukan sebelum melakukan penanaman biji kacang tanah dengan memberikan pupuk yang mengandung Nitrogen (Baca : Pengertian Nitrogen) sebanyak 20 hingga 25 kg per hektar, Fosfat sebanyak 40 hingga 60 kg per hektar, dan Kalium sebanyak 50 hingga 60 kg per hektar. Sementara itu, pemupukan lanjutan dapat diberikan sesuai dengan kebutuhan.

  • Penyulaman

Penyulaman dilakukan untuk memeriksa tanaman baru yang tidak dapat tumbuh dengan baik. Tanaman tersebut dicabut dan digantikan dengan tanaman baru lainnya.

Sementara itu, penyiangan selanjutnya dilakukan untuk menggemburkan tanah. Hindari melakukan penyiangan ketika masa berbunga tiba agar bunga terjaga dari kerusakan.

  • Penyiangan

Penyiangan tanaman kacang tanah dapat dillakukan sebanyak dua tahap dimana tahap pertama akan berlangsung pada hari ke 21 pasca tanam dan 40 hari pasca tanam.

Hama dan Penyakit

Terdapat beberapa jenis hama yang dapat menyerang tanaman kacang tanah diantaranya adalah pemakan akar, ulat grayak, ulat jengkaln dan ulat penggulung daun.

Sementara itu, penyakit yang dapat menyerang tanaman ini diantaranya bercak daun, penyakit layu, penyakit karat, dan lainnya. Agar tanaman kacang tanah terhindar dari hama dan penyakit, lakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman secara intensif dan berkala.

Pemanenan

Pemanenan budidaya tanaman kacang tanah dapat dilakukaan setelah tanaman berusia 85 hingga 110 hari atau dengan melihat perkembangan tanaman kacang tanah yang sudah memiliki polong yang keras.

Baca Juga : Klasifikasi Kacang Tanah

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *