Cara Budidaya Tanaman Kopi Untuk Pemula

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Kopi – Siapa sih yang tidak mengenal tanaman yang mampu menghasilkan minuman khas penahan kantuk ini? Ya, tanaman kopi merupakan salah satu tanaman yang berpeluang besar dalam bidang perdangan.

Cara Budidaya Tanaman Kopi Untuk Pemula
Cara Budidaya Tanaman Kopi Untuk Pemula

Hal tersebut dikarenakan luasnya persebaran para konsumen kopi yang dimulai dari benua Eropa hingga Amerika.

Tak heran mengapa tanaman kopi menjadi tanaman budidaya hingga seluruh penjuru dunia yang dimulai dari Amerika, Asia-Pasifik, dan  Afrika.

Mengingat banyaknya para pecinta kopi, budidaya kopi pun menjadi pilihan yang menjanjikan.

Baca Juga :

Namun, terdapat sederetan hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan budidaya tanaman kopi, diantaranya adalah mengetahui jenis kopi demi keberlangsungan budidaya, menyiapkan bibit tanaman kopi, area penanaman yang luas dan lengkap dengan pohon pelindung, cara menanam bibit yang benar, perawatan dan pemeliharaan, serta hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menyambut masa panen.

Pahami Secara Luas Mengenai Jenis Tanaman Kopi Guna untuk Menyiapkan Benih Tanaman Kopi yang Tepat

Tanaman kopi memiliki ribuan varietas. Namun diantara varietas-varietas tersebut, terdapat empat jenis kopi yang menjadi pilihan budidaya yaitu arabika, excelsa, liberika, dan robusta.

Sebelum memutuskan untuk melakukan budidaya, pastikan terlebih dahulu jenis kopi yang mana yang akan menjadii pilihan budidaya.

Hal tersebut dikarenakan setiap jenis kopi memiliki karakteristik lahan tersendiri untuk tumbuh. Seperti halnya kopi Robusta yang hanya akan tumbuh pada ketinggian tanah yang mencapai 400 hingga 800 meter di atas permukaan laut.

Sedangkan kopi Arabika dapat dibudidayakan pada ketinggian di atas 800 meter dpl. Untuk jenis tanaman kopi liberika dan excelsa dapat ditanam pada dataran rendah.

Memilih dan Mempersiapkan Benih Tanaman Kopi

Setelah memilih jenis tanaman kopi yang tepat sesuai dengan keberadaan ketinggian tanah dan cuaca sekitar, langkah selanjutnya adalah mmpersiapkan benih tanaman kopi.

Temukanlah bibit kopi unggulan agar hasil budidaya lebih pasti dan tidak mengecewakan. Jenis benih kopi Rrabika yang dapat dipilih diantaranya adalah USDA 762, S 795, Kartika-1, dan Kartika-2. Untuk kopi Robusta, benih yang dapat dipilih adalah jenis klon BP 42 atau BP 358.

Benih tanaman kopi bisa didapatkan secara generatif maupun vegetatif. Pada umumnya, benih tanaman kopi Arabika didapat secara generatif dan benih tanaman kopi robusta didapat secara vegetatif yaitu dengan menggunakan teknik stek batang.

Keadaan Area Penanaman

Area penanaman menjadi unsur terpenting yang mesti diperhatikan dalam melakukan budidaya tanaman kopi.

Meskipun tanaman kopi dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah berdasarkan jenisnya, kesuburan dan pH tanah akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi tersebut.

Tanaman kopi Arabika akan tumbuh dengan baik pada area tanah yang memiliki kadar pH 5 hingga 6.5. sementara itu, jenis tanaman kopi Robusta akan tumbuh dengan baik pada area tanah yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi yaitu berkisar antara pH 4.5 hingga 6.5.

Pohon Pelindung Merupakan Unsur Terpenting dalam Budidaya Tanaman Kopi

Sebelum memindahkan bibit tanaman kopi pada area atau lahan budidaya, lakukanlah terlebih dahulu akan penanaman pohon pelindung.

Pohon tersebut akan berfungsi sebagai pelindung tanaman kopi agar tidak terkena paparan cahaya matahari langsung yang akan berujung pada kerusakan tanaman.

Adapun jenis pohon yang dapat digunakan sebagai pohon pelindung adalah jenis pohon lamtoro, dadap, dan sengon.

Penanaman Bibit Tanaman Kopi

Sebelum melakukan penanaman bibit tanaman kopi, pertimbangkanlah mengenai jarak antar tanaman dan luas area penanaman setiap bibit.

Untuk jenis kopi Arabika, jarak yang diberlakukan antar tanaman adalah 2.5 meter dan 2.75 meter adalah jarak yang diberlakukan pada tanaman kopi Robusta.

Luas area penanaman untuk setiap tanaman kopi berlaku ukuran 0.6×0.6×0.6 meter. Area penanaman setiap pohon atau lubang tersebut dibuat sebelum tiga bulan penanaman bibit dengan memosikan lubang tersebut dalam keadaan terbuka.

Sebagai tindakan awal, lubang penanaman diberikan campuran belerang dan kapur dengan komposisi masing-masing sebanyak 200 gram per lubangnya. Selanjutnya, berikan campuran kompos sebanyak 20 kg sebulan sebelum melakukan penanaman bibit.

Perawatan dan Pemeliharaan Secara Intensif

Setelah melakukan penanaman bibit, langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan dan pemeliharaan tanaman kopi secara intensif.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan penyulaman atau pemeriksaan setelah bibit tanaman kopi berusia satu hingga enam bulan dengan skala pemeriksaan yang berlangsung setiap bulannya. Pemberian pupuk lanjutan dapat dilakukan setiap setahun sekali dengan pemberian pupuk organik maupun buatan.

Setelah tanaman kopi tumbuh dengan baik, ada baiknya dilakukan pemangkasan terhadap pohon pelindung yang bertujuan agar nutrisi yang diterima tanaman kopi dapat terjaga secara sempurna.

Kenali Hama dan Penyakit Tanaman Kopi untuk Mendapatkan Cara Ampuh Pemberantasannya

Setelah semua tahap dilakukan secara sempurna yang dimulai dari pembibitan hingga pemeliharaan, langkah selanjutnya adalah mengenal jenis hama yang sering menyerang tanaman kopi yang dapat menganggu produktivitas tanaman tersebut. Beberapa hama yang biasa menyerang tanaman kopi adalah sebagai berikut:

  • Penyakit Karat Daun (HV) yang dapat dilihat melalui timbulnya bercak kuning pada daun tanaman kopi. Untuk mengatasi serangan hama tersebut dapat dilakukan penyemprotan maupun kultur teknis.
  • Hama Penggerek yang pada umumnya menyerang tanaman muda hingga tanaman tua. Gejala yang ditimbulkan dapat dilihat pada buah kopi yang berguguran sebelum waktunya. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan peningkatan sanitasi, panen buah yang terserang, penyemprotan kimia, dan pemapasan pohon naungan.
  • Serangan Nematoda yang pada umumnya menyerang tanaman kopi robusta. Untuk mengatasi hal ini dapat dilakukan penyambungan tanaman dengan bagian batang bawah yang tahan akan serangan nematoda.

Hal-hal yang Dilakukan dalam Persiapan Panen

Tanaman kopi sudah dapat dipanen apabila tanaman tersebut sudah memasuki usia 2.5 hingga 4 tahun. Namun, untuk hasil panen yang memadai dapat dilakukan ketika tanaman kopi sudah memasuki usia 7 hingga 9 tahun.

Perhatikan jarak pemetikan buah kopi karena akan mempengaruhi hasil panen. Adapun jarak yang diberlakukan akan berlangsung selama 10 hingga 14 hari.

Nah, itulah panduan singkat mengenai teknik dan cara budidaya tanaman kopi. Lakukan secara runut untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *