6 Cara Singkat Budidaya Tanaman Singkong Secara Organik

Cara Budidaya Tanaman Singkong  – Singkong merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat karena digunakan sebagai bahan baku berbagai industri makanan mulai dari indsutri tepung, tapioka, keripik alami maupun awetan, camilan dan lain-lain.

Cara Budidaya Tanaman Singkong 

Cara Budidaya Tanaman Singkong

Meskipun begitu, budidaya tanaman singkong di Indonesia belum cukup maksimal untuk memenuhi kebutuhan tahunan industri makanan.

Baca Juga : Cara Pembuatan Biogas

Oleh karena itu, akan sangat baik apabila Anda bisa melakukan budidaya tanaman singkong baik untuk digunakan sendiri maupun dijual ke industri.

Berikut cara singkat budidaya tanaman singkong secara organik yang dapat Anda lakukan.

1). Proses pembibitan tanaman singkong

Proses pemilihan bibit merupakan salah satu penentu kesuksesan budidaya tanaman singkong.

Bibit dengan kualitas unggul yang tahan terhadap hama dan penyakit tanaman singkong dengan kecepatan tumbuh yang baik bisa Anda pilih untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen singkong Anda.

Sistem penanaman bibit singkong yang akan dipilih adalah dengan metode stek. Oleh karena itu, pertama-tama Anda harus memilih batang singkong yang memiliki umur sekitar 8-12 bulan dengan diameter minimal 2,5 cm.

Selain itu, batang harus berbentuk lurus, masih segar, serta sudah berkayu dengan panjang berkisar antara 18-25 cm.

Batang yang telah Anda pilih kemudian Anda buat meruncing pada bagian pangkalnya untuk lebih mudah dimasukan ke dalam tanah.

Hal yang harus Anda perhatikan adalah pastikan bahwa tidak ada kulit batang yang telah mengelupas terutama pada bagian bakal tunas batang.

2). Proses pengolahan lahan

Pengolahan lahan perlu dilakukan untuk memastikan aerasi dan drainase yang baik dari tanah yang akan digunakan untuk budidaya tanaman singkong.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan melakukan pembajakan tanah dengan menggunakan traktor atau cukup dengan mencangkul tanah sebanyak 2-3 kali dengan kedalaman 15 cm di setiap petak tanah.

Setelahnya, tanah diratakan atau bisa juga dibuat guludan maupun saluran drainase agar tanah lebih gembur dan akar tanaman singkong lebih mudah tumbuh.

Dengan menggunakan cangkul, Anda bisa membuat lubang berukuran sekitar 10-15 cm dan mengisinya dengan kompos atau pupuk organik.

Pupuk kandang organik bisa diperoleh dari pembusukan daun-daun di dalam tanah atau pupuk kandang yang berasal dari kotoran sapi, kambing atau domba.

Apabila Anda memiliki biaya lebih dan wilayah Anda rentan terhadap pertumbuhan hama, Anda juga bisa menambahkan fungisida hayati atau alami guna mencegah tumbuhnya cendawan.

3). Proses penanaman bibit singkong

Selanjutnya, dilakukan proses penanaman bibit singkong yang sebelumnya telah disiapkan.

Batang yang akan digunakan untuk proses stek direndam dalam air yang mengandung biostimulan alami selama sekitar 30 menit.

Setelahnya, tanaman singkong ditanam secara tegak lurus di dalam tanah atau membentuk sudut sekitar 50o terhadap tanah dengan kedalaman mencapai 10-15 cm.

4). Proses pemupukan tanaman singkong

Seperti pada budidaya tanaman lain, tanaman singkong juga membutuhkan pemupukan.

Anda bisa memilih pupuk organik atau pupuk kompos yang berasal dari kotoran hewan maupun pembusukan daun atau batang tanaman.

Pupuk diberikan sebanyak 1/3 bagian pupuk ketika masa awal penanaman dan 2/3 bagian ketika tanaman singkong sudah mencapai umur 4-5 bulan

5). Proses pemeliharaan tanaman singkong.

Setelah selesai melakukan proses penanaman, Anda juga harus memperhatikan beberapa kebutuhan tanaman singkong untuk bisa bertumbuh dengan baik, diantaranya adalah dilakukannya penyiraman secara teratur atau ketika tanah sudah mulai kering, serta dilakukannya penyiangan ketika Anda melihat adanya gulma yang tumbuh pada lahan di sekitar tanaman singkong Anda.

Gulma dapat menganggu pertumbuhan tanaman singkong karena akan berkompetisi dengan singkong dalam memperoleh unsur hara dan air dari dalam tanah.

Penyiangan kedua dapat Anda lakukan ketika umur singkong sudah mencapai 2-3 bulan.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan pembumbunan, yaitu penimbunan tanah pada bagian pangkal tanaman singkong dengan tujuan untuk menegakan tanaman singkong agar tidak mudah roboh atau patah.

Hal ini perlu dilakukan karena tanah di sekitar tanaman mungkin terkikis oleh air hujan atau air irigasi.

6). Proses penanggulangan hama tanaman singkong

Tanaman singkong juga rentan terhadap serangan hama, diantaranya adalah hama uret yang dapat menyebabkan rusaknya daun tanaman singkong, sehingga proses fotosintesis akan terganggu, begitu juga dengan pertumbuhan tanaman singkong.

Untuk mengatasi hama uret, dapat dilakukan pembasmian hama secara fisik atau mekanik, yaitu pencabutan bagian tanaman yang terserang hama ini lalu memusnahkannya agar bagian tanaman lain yang sehat tidak ikut terserang.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan musuh alami dari hama uret misalnya burung pemakan serangga yang dapat membunuh maupun mengusir hama uret.

Cara lainnya adalah dengan melakukan pengolahan tanah secara teratur agar hama uret tidak berkembangbiak.

Itu dia cara singkat budidaya tanaman singkong secara organik yang dapat Anda lakukan. Cukup mudah, bukan?

Baca Juga : Hama dan Penyakit Tanaman Bayam

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..