Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe – Budidaya tanaman jahe perlu memperhatikan pengendalian hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman jahe.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jahe

Hama, penyakit hingga gulma bisa mengganggu pertumbuhan tanaman jahe hingga menyebabkan matinya tanaman jahe.

Jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman jahe ini tergantung pada musim yang sedang berlangsung.

Pada musim hujan, biasanya tanaman jahe akan diserang oleh jamur, sementara pada musim kemarau, tanaman jahe mungkin diserang oleh berbagai macam hama.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman jahe diantaranya adalah :

Upaya preventif dengan optimasi budidaya tanaman jahe

Langkah awal dan paling efektif yang dapat Anda lakukan untuk pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jahe adalah dengan melakukan usaha mencegah munculnya hama dan penyakit tersebut.

Beberapa hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan bibit unggul yang sehat, serta tahan terhadap hama dan penyakit.

Selain itu, Anda harus memastikan bahwa lahan yang Anda gunakan untuk menanam tanaman jahe Anda memiliki pori-pori yang cukup dengan sistem drainase yang lancar guna mencegah timbulnya genangan air pada lahan.

Genangan air dapat memicu kelembaban yang tinggi dan akan menjadi tempat tinggal yang disukai oleh jamur.

Melakukan penyiangan gulma secara teratur

Penyiangan gulma dilakukan dengan mencabut gulma yang terdapat di sela tanaman jahe Anda. Selain itu, penyiangan juga berfungsi untuk menggemburkan dan menyuburkan tanah.

Gulma merupakan tanaman liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman jahe karena akan berkompetisi dengan jahe dalam memperoleh unsur hara dan nutrisi yang ada di dalam tanah.

Selain itu, gulma juga dapat mengganggu keindahan dari kebun Anda. Beberapa gulma yang seringkali menyerang tanaman jahe adalah rumput teki dan babandotan.

Dengan melakukan penyiangan, maka pertumbuhan gulma dapat dihambat, sehingga tanaman jahe dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Menggunakan insektisida spesifik

Apabila Anda melihat adanya banyak lubang pada daun tanaman jahe Anda atau bahkan hanya tersisa tulang daun pada daun tanaman jahe, maka kemungkinan tanaman jahe Anda diserang oleh hama kepik.

Kepik akan meninggalkan larva pada bagian bawah daun tanaman jahe, lalu ulat yang tumbuh dari larva tersebut akan memakan daun tanaman jahe Anda.

Apabila hal tersebut terjadi, maka proses fotosintesis tanaman jahe akan terganggu dan pertumbuhannya juga akan terhambat.

Untuk membasmi larva tersebut Anda dapat menggunakan insektisida yang bekerja secara spesifik pada larva kepik.

Menjaga kebersihan kebun atau sanitasi kebun

Sanitasi perlu Anda lakukan pada kebun Anda untuk mencegah berbagai hama yang dapat menyerang tanaman jahe Anda, diantaranya hama lalat rimpang yang bisa menjadi vektor dari penyakit layu bakteri.

Larva lalat rimpang akan menyerang rimpang jahe, mengakibatkan tanaman jahe membusuk dan mati.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan melakukan pembersihan kebun secara berkala.

Hal yang dapat Anda lakukan adalah menyapu daun-daun yang sudah gugur agar tidak membusuk di tanah dan menjadi sarang hama.

Melakukan rotasi tanaman

Cara pengendalian penyakit seperti layu bakteri pada tanaman jahe Anda adalah dengan melakukan rotasi tanaman jahe dengan tanaman lain yang bukan merupakan inang dari bakteri patogen penyebab penyakit.

Beberapa tanaman rotasi yang dapat Anda pilih adalah buncis, jagung, kacang tanah atau bawang merah.

Keempat tanaman tersebut bisa Anda tanam secara bergantian setelah 2 kali masa tanam jahe.

Melakukan pengendalian secara mekanis atau fisik

Metode ini cenderung mudah. Anda dapat mencabut dan memusnahkan tanaman jahe yang terinfeksi oleh penyakit agar penyakit tersebut tidak menyebar ke tanaman jahe Anda yang masih sehat.

Cara memusnahkannya adalah dengan membakar tanaman jahe Anda yang telah terinfeksi di lokasi yang jauh dari kebun atau lahan Anda.

Setelahnya, Anda dapat menyemprotkan bakterisida atau insektisida pada lubang bekas tanam tanaman jahe yang Anda cabut.

Melakukan pengendalian hama dan penyakit secara hayati

Pengendalian hama dan penyakit tanaman jahe secara hayati dapat dilakukan dengan menggunakan musuh alami dari hama yang menyerang tanaman jahe Anda.

Misalnya, jika tanaman jahe Anda diserang oleh ulat, maka Anda dapat menggunakan burung untuk membasmi atau mengusir ulat tersebut.

Dalam menggunakan pengendalian hayati, Anda juga dapat mengkombinasikannya dengan penggunakan bahan kimiawi yang tidak membunuh musuh alami dari hama yang Anda gunakan.

Itu dia beberapa cara mudah untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jahe Anda.

Apabila Anda menemukan gejala yang aneh pada tanaman jahe Anda, maka Anda harus segera waspada karena tanaman jahe Anda mungkin terserang hama atau penyakit.

Jika hama atau penyakit tidak langsung ditangani, maka dapat menyebabkan turunnya produktivitas tanaman jahe Anda.

Baca Juga : Cara Budidaya Jahe

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *