Cara Pengendalian Sederhana Hama dan Penyakit Tanaman Sawo

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sawo – Sawo atau yang dikenal sebagai neesbery atau sapodillas merupakan tanaman buah yang berasal dari Guatemala, Mexico, dan Hindia Barat.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sawo

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Sawo

Salah satu tanaman yang tidak dapat terhindar dari hama dan penyakit adalah tanaman sawo.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah bijak berupa pengendalian sederhana hama dan penyakit pada tanaman sawo.

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengenali jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman sawo.

Selanjutnya, mengatasi berbagai gangguan terhadap tanaman sawo secara tepat. Umumnya, hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman sawo memiliki beragam bentuk dan jenis.

Efek yang ditimbulkan juga bermacam-macam, mulai dari yang ringan hingga parah.

Cara Pengendalian Hama Tanaman Sawo

Umumnya, hama yang menyerang tanaman sawo disebabkan oleh faktor lingkungan sekitar. Lingkungan seringkali memegang peranan penting dalam kehidupan tanaman sawo.

  • Lalat Buah (Dacus sp.)

Lalat buah merupakan salah satu tanaman hama yang paling mengganggu tanaman sawo.

Umummya, lalat buah akan menyerang saat buah sudah mulai masuk masa panen.

Gejala yang ditimbulkan oleh lalat buah adalah munculnya bintik hitam pada kulit sawo dan daging buah sawo yang membusuk.

Cara pengendalian lalat buah pada tanaman sawo dapat dilakukan dengan membungkus buah sejak masih kecil dan membersihkan area di sekitar tempat tanaman.

Apabila cara ini dirasa belum efektif dan berhasil dilakukan, maka insektisida sistemik dapat disemprotkan dengan campuran promar.

Bahkan, insektisida kontak seperti agrothion 50EC dengan dosis 4 cc per liter air. Perangkap buah seperti bahan yang mengandung methyl eugenol, seperti M-Atraktan dalam botol plastic bekas dapat dijadikan perangkap.

Selain itu, penyemprotan perangkap lalat buah seperti Promar yang dicampur insektisida kontak; menginfus akar tanaman dengan larutan insektisida sistemik, seperti Tamaron dengan konsentrasi 3 – 5% pada fase sebelum adanya bunga.

  • Kutu Cokelat

Kutu cokelat umumnya akan menyerang daun sawo yang masih muda dan ranting tanaman yang masih muda.

Gejala yang akan ditimbulkan yaitu daun dan ranting yang mongering karena dihisap oleh kutu.

Cara pengendalian kutu cokelat pada tanaman sawo adalah melakukan penyemprotan insektisida diasinon 60 EC dengan dosis 2 cc dan dicampukrna dengan satu liter air.

  • Kutu Hijau

Kutu hijau seringkali menyerang tanaman sawo dengan mekanisme yang hampir sama dengan kutu cokelat. Kutu hijau juga seringkali menyerang daun dan ranting yang masih mudah serta menyerap cairan yang terdapat di dalamnya.

Bahkan, kutu hijau dapat menghasilkan sejenis embun madu yang mampu menarik perhatian hama lain untuk mendekat.

Cara pengendalian kutu hijau pada tanaman sawo adalah menyemprotkan insektisida seperti basudin 50 dengan dosis 2 mL dicampur dengan satu liter air.

Cara Pengendalian Hama dan Penyakit Di Tanaman lainnya :

Cara Pengendalian Penyakit Tanaman Sawo

Selain hama, terdapat pula penyakit yang dapat menyerang tanaman sawo. Apabila penyakit ini tidak segera ditangani, maka akan mematikan tanaman sawo.

  • Jamur Jelaga

Penyakit jamur jelaga umumnya timbul karena kutu hijau yang timbul tidak segera diatasi.

Selain itu, jamur jelaga disebabkan oleh jamur Phytopthora palminvora Butl. Gejala yang terjadi pada penyakit jamur jelaga adalah daun dan ranting seperti tertutup warna hitam dan mengganggu proses fotosintesis tanaman sawo. Bahkan, penyakit ini juga dapat menyebabkan kerontokan pada buah (buah yang membusuk dan berair).

Cara pengendalian penyakit jamur jelaga adalah menyemprotkan fungisida seperti antracol 70 WP dengan dosis 2 gram dicampur dengan satu liter air.

  • Jamur Upas

Jamur upas seringkali dapat tersebar melalui angina dan bahkan mengkhawatirkan.

Jamur upas disebabkan oleh jamur Corticium salmonocolor. Pada mulanya, jamur ini berbentuk seperti jaring tipis dan mengkilat. Namun, secara perlahan akan membuat kulit tanaman sawo menjadi busuk.

Cara pengendalian jamur upas dapat dilakukan dengan menggosok bagian yang terkena dan diolesi dengan cat meni atau ter.

Namun, apabila belum berhasil juga, maka dapat digunakan fungisida seperti cupravit OB 21 dengan dosis 4 gram per liter.

  • Hawar Benang Putih

Hawar benang putih merupakan penyakit yang menyerang batang kulit dan cabang tanaman sawo yang disebabkan oleh jamur Marasmius scandens Mass.

Gejala yang terjadi adalah terdapatnya jamur putih pada ranting dan membuat daun segera mongering.

Cara pengendalian hawar benang putih dilakukan dengan mengurangi kelembaban daun dan memberikan fungisida seperti bentale dosis 2 gram.

Selain itu, sebaiknya kelembaban kebun dapat dikurangi, memotong bagian tanaman yang berat, mengoleskan atau menyemprotkan fungisida.

  • Busuk Buah

Pada mulanya, busuk buah seringkali menimbulkan bercak hitam pada buah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Apabila terdapat daging buah membusuk, maka umumny daun tersebut akan membusuk dan jatuh.

Cara pengendalian busuk buah adalah memotong buah yang terinfeksi dan fungisida seperti dithane-M-45-80 WP yang dapat menjadi rekomendasi.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *