Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bunga Bakung

Klasifikasi Bunga Bakung

  • Kingdom         : Plantae
  • Divisi               : Magnoliophyta
  • Kelas               : Liliopsida
  • Ordo                : Liliales
  • Famili              : Amaryllidaceae
  • Genus              : Crynum
  • Spesises           : Crynum asiaticum L.

Sinonim tanaman bunga bakung: Nama latin : Crinum asiaticum / Crinum amabile Donn., Crinum macrantherum Engl., Crinum defixum auct. non Ker Gawl., Crinum macrophyllum Hallie.

Nama daerah : Bawang hutan, Bahong, Bakueng, Bhakong, Bawang brojol, Dausa, Tuvera, Takaosa, Nopu ribua, Tapeusa, Rebut, Tekabal, Fete-fete, Pete, Bawang tembaga dan Kajang-kajang. Baca Juga :

Morfologi Bunga Bakung

  1. Batang

Tanaman bunga bakung tergolong pada tanaman yang tidak memiliki batang (planta acaulis).

Batangnya sangat pendek sehingga tidak terlihat, sehingga hanya seperti daun yang keluar dari tanah.

Namun, saat tanaman bakung berbunga, batang tanaman ini akan terlihat, yang memiliki tinggi sekitar 60-180 cm (mempunayi batang palsu yang ditutupi oleh pelepah daun yang tua).

Tanaman ini termasuk tanaman tahunan. Tangkai bunga bakung mempunyai tangkai yang kokoh dan kuat.

  1. Daun

Tanaman bakung memiliki daun yang sangat panjang dan berwarna hijau. Ujung daun bakung runcing.

Daun tanaman bakung pada penampang melintang pipih dan daun sangat panjang.

Memiliki tulang daun sejajar atau lurus, satu tulang di tengah yang besar yang membujur daun. Tepi daun rata, daunnya berdaging (carnosus), yaitu tebal serta berair.

Memiliki permukaan daun yang rata atau licin, dengan permukaan bagian atas lebih mengkilap daripada permukaan daun bagian bawah. Daun berbentuk menjorong dengan ukuran sempit hingga lebar, semi tegak dan margin meng-utuh.

  1. Bunga

Tanaman bunga bakung termasuk tanaman yang memiliki banyak bunga (planta multiflora), pada satu tanaman bunga bakung terdapat banyak bunganya.

Tanaman bunga bakung memiliki karakteristik bunga yang berwarna indah di setiap kelopaknya. Ukuran bunga bakung besar dengan tiga kelopak, yang memiliki aroma wangi.

Bunga bakung terdiri dari beberapa warna yang indah, diantaranya putih, jingga, kuning, merah, merah muda, ungu, warna tembaga, mendekati hitam dan lain-lain. Selain itu, bunga bakung juga memiliki corak yang berupa bintik-bintik.

Bunga bakung memiliki bentuk seperti corong dengan biji berukuran besar bundar gepeng dan memiliki lendir. Mahkota bunga bakung berbentuk lancip dengan bagian dalam berwarna merah keunguan.

Tanaman bunga bakung seperti payung dengan 10-50 bunga, dilengkapi dengan tangkai bunga yang panjang.

  1. Buah/Umbi

Tanaman bakung memiliki umbi yang berukuran besar dan tumbuh di tanah dengan ukuran diameter 5-10 cm.

Umbi pada tanaman bunga bakung dikenal dengan poison bulb, karena memiliki kandungan racun. Pada umumnya, umbi pada tanaman bunga bakung merupakan umbi polos.

Di beberapa suku di wilayah Amerika Utara, dasar dari umbi tanaman bunga bakung akan berkembang menjadi rizhoma. Tanaman bunga bakung memiliki umbi seperti umbi lapis pada bawang (liliaceae). Umbi tanaman bunga bakung tumbuh menjalar.

Memiliki terna yang memiliki tinggi bervariasi dengan umbi lapis. Pada umbi tanaman bunga bakung terdapat banyak tunas kuncup yang muncul.

Tanaman bunga bakung memiliki buah berupa kapsul yang berbentuk agak bulat, berparuh, buah perikarp berdaging dan berwarna hijau kekuningan. Baca Juga :

Bakung Putih

Tanaman bunga bakung putih termasuk ke dalam terna tahunan yang memiliki tinggi 0,5-1,3 m, memiliki umbi lapis yang besar berdiameter 5-10 cm.

Pada bagian ujung umbinya ada batang semu yang memiliki tunas samping dengan tinggi 9-75 cm.

Memiliki daun duduk yang berbentuk pita atau lanset dengan panjang 3-120 cm, lebar 3-18 cm, urat-urat daun sejajar dan tampak jelas. Bunga bakung putih tersusun dalam bentuk seperti payung yang terdiri atas 10 hingga 40 bunga.

Memiliki buah berupa kotak dengan kulit tipis, bulat telur terbalik. Memiliki biji besar dan kulitnya berlendir.  (Baca Juga : Perkecambahan Biji)

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *