Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit – Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan salah satu rempah-rempah yang berharga dan dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia, mulai dari digunakan sebagai minyak rempah hingga oleoresin.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kunyit

Selain itu, kunyit juga dapat menambah cita rasa dari makanan, serta memberikan warna kuning yang khas dan menggoda.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Mangga

Bukan hanya itu, kunyit juga digunakan sebagai pewarna tekstil maupun bahan kosmetik.

Dari segi farmakologi, kunyit dapat digunakan sebagai tanaman obat karena memiliki metabolit sekunder tumeron, seskuiterpena, kurkumin, serta zingiberon yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari  bengkak, reumatik, diare, jerawat hingga diabetes.

Di Indonesia, tanaman kunyit dapat tumbuh di ketinggian 0-1.200 m di atas permukaan laut, serta cocok untuk tumbuh dan berkembang di wilayah dengan iklim tropis yang memiliki kelembaban tinggi dengan suhu lingkungan berkisar antara 23-30 oC.

Baca Juga : Penyakit Tanaman Kunyit

Klasifikasi Tanaman Kunyit

Berikut klasifikasi dari tanaman kunyit berdasarkan sistem klasifikasi Cronquist :

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Liliopsida
  • Subkelas : Commelinidae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae
  • Genus : Curcuma
  • Spesies : Curcuma longa L. / Curcuma domestica Val.

Morfologi Tanaman Kunyit

Kunyit terdiri dari batang, tunas, daun, bunga dan buah yang memiliki ciri yang khas dan dapat dibedakan dari tanaman lainnya, yaitu :

  • Batang

Kunyit memiliki batang yang tumbuh hingga ke bawah tanah atau yang lebih sering disebut sebagai rimpang.

Rimpang kunyit memiliki bentuk tebal dan membulat, serta memiliki jari-jari berukuran pendek dan tumpul.

Bagian kulit rimpang berwarna cokelat dan bersisik, sementara bagian dalamnya berwarna oranye cerah, serta memiliki bau dan rasa yang khas.

Bagian rimpang kunyit biasanya digunakan sebagai bumbu masak. Sementara itu, bagian batang kunyit yang tumbuh di bagian atas akan membentuk cabang-cabang yang ramping dan berkembang menjadi lebih tebal dan membulat.

  • Tunas

Tumbuhan herba kunyit memiliki siklus hidup tahunan, yang mana berarti kunyit akan mati dalam rentang waktu satu tahun.

Bagian tunas daun bisa tumbuh mencapai 1 meter dengan jumlah daun sekitar 6-10 helai tiap tunasnya, serta membentuk pseudostem yang dapat dibedakan dari bagian batang.

Bagian tangkai daun berbentuk tipis, serta meluas di bagian pelepahnya. Bagian lidah daun berbentuk lobus kecil, berukuran 1 mm panjangnya.

Bagian helai daun berbentuk lanset, akuminata dan tipis, serta berwarna hijau gelap di bagian atas dan hijau pucat di bagian bawahnya, serta terdapat bintik-bintik pucat.

Panjang tunas bisa mencapai 30 cm dengan lebar mencapai 7-8 cm. Selubung daun di dekat lidah daun membentuk margin siliata.

  • Daun

Daun-daun kunyit berbentuk berkas dengan tinggi mencapai 30 cm atau lebih pendek, berbentuk tipis, agak lembek dengan warna hijau muda, lanset, serta memiliki batang daun yang agak panjang.

  • Perbungaan

Perbungaan dari kunyit adalah silinder dengan ujung runcing, panjang 10-15 cm dan lebar 5-7 cm yang sejajar terhadap tunas daun dengan bagian bunga tertutup oleh selubung daun.

Bunganya berukuran lebih pendek dari daun, serta didukung oleh tangkai bunga yang kuat berukuran kecil dan tipis, berwarna hijau-keputihan, bulat telur, dengan setengah bagian atasnya berwarna merah muda dan berukuran lebih panjang daripada tangkai yang berada di bagian bawahnya.

Bagian daun yang termodifikasi pada bagian atas steril dan berwarna putih atau putih kehijauan, dengan puncuk berwarna pink pada beberapa jenis kunyit.

  • Bunga

Terdapat dua bunga yang akan terbuka satu per satu di suatu waktu tertentu. Bunga kunyit memiliki tekstur tipis dan berwarna putih atau putih kekuningan dengan pita kuning lebar pada bagian tengah bibirnya.

Selain itu, bunga kunyit memiliki kelopak yang pendek, bergigi tidak rata dan terbelah hingga setengah bagian kelopak di satu sisinya.

Mahkota bunga berbentuk tabung pada dasarnya dengan setengah bagian atasnya berbentuk cangkir dengan tiga lobus yang tidak seukuran pada tiap ujung mulut mahkota.

Mahkota tersebut berwarna putih, tipis dan tembus pandang dengan lobus pada bagian atasnya berkerudung.

Terdapat dua benang sari steril yang saling bersebelahan, berbentuk elips-lonjong, berwarna putih krem dengan tepi bagian dalam terlipat dibawah tudung kelopak dorsal.

Bibir bunga kunyit menebal dan melebar dengan pita kuning pada bagian tengahnya, serta memiliki lobus di tiap sisinya berwarna putih krem yang berbentuk mengembang.

Filamen benang sari berukuran pendek dan lebar, bergabung sebagai versatil (berjenis kelamin jantan dan betina).

Selain itu, terdapat kantung serbuk sari pada bagian tengahnya. Ovarium berada di bagian bawah dengan tiga lokus yang berada di tengah lobus.

  • Buah

Buah kunyit jarang diproduksi, serta tidak diketahui secara pasti bentuknya.

Itu dia morfologi dari kunyit yang sangat khas, sehingga Anda dapat dengan mudah membedakannya dari tanaman lain. Bagaimana, menarik bukan?

Baca Juga : Pengertian Jaringan Floem

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..