Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian dan Contoh Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Pengertian dan Contoh Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna – Semua makhluk hidup pasti akan mengalami yang namanya pertumbuhan dan perkembangan. Hal yang paling terlihat dari pertumbuhan makhluk hidup adalah bertambah besar.

Bagi sebagian makhluk hidup ciri-ciri tersebut akan diikuti dengan perubahan beberapa organ namun tidak dengan bentuknya, hanya ukurannya saja yang berubah menjadi lebih besar.

Pengertian dan Contoh Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Pengertian dan Contoh Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna

Namun bagi beberapa makhluk hidup terutama serangga ada satu fase khusus dalam pertumbuhan dan perkembangannya, yaitu metamorfosis. Baca Juga :

Metamorfosis sendiri adalah fase perubahan bentuk serangga dari telur hingga dewasa.

Metamorfosis merupakan proses perubahan bentuk serangga sehingga tak sedikit serangga yang memiliki bentuk sangat berbeda dari satu fase ke fase lainnya. Metamorfosis pada serangga dibagi menjadi 2 yaitu:

Metamorfosis sempurna

Metamorfosis sempurna adalah sebuah proses perubahan bentuk tubuh hewan yang sangat berbeda antara fase muda dan fase dewasa.

Metamorfosis ini disebut sempurna karena hewan tersebut melalui berbagai fase sebelum mencapai fase dewasa, fase tersebut disebut fase transisi.

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna juga terkadang akan mengalami perbedaan pada makanan dan habitat tempat tinggalnya.

Metamorfosis sempurna disebut juga dengan holometabola. Contoh hewan yang bermetamorfosis sempurna adalah kupu-kupu, nyamuk, lalat, undur-undur, semut, lebah, kutu, dan kumbang. Berikut fase yang dialami oleh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna.

  • Fase telur

Fase ini merupakan tahapan setelah sel telur dibuahi oleh sel sperma. Pada fase telur biasanya betina akan meletakan telurnya pada tempat tertentu, contohnya kupu-kupu yang meletakan telurnya di atas daun atau nyamuk betina yang meletakan telurnya dia tas permukaan air yang tenang.

Pada fase telur, terjadi pembentukan organ-organ dalam dan berkembangnya embrio hingga waktu tertentu ketika mereka telah siap dan menetas.

  • Fase larva

Hewan muda atau larva merupakan fase setelah telur menetas. Pada fase ini, larva akan menjadi sangat aktif utnuk makan.

Hal ini dikarenakan, larva akan terus bertumbuh dan membutuhkan banyak energi serta nutrisi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Larva memiliki rangka luar yang disebut eksoskleton, yaitu suatu bagian pada tubuh larva yang berbentuk seperti kulit yang akan terus berganti dan mengelupas seiring pertumbuhannya.

  • Fase pupa

Kepompong merupakan sebuah masa transisi dari hewan muda menjadi hewan dewasa. Pada fase ini tubuh hewan akan dibungkus dengan rangka luar yang keras.

Hewan di dalam kepompong akan aktif melakukan pembentukan organ-organ untuk menjadi hewan dewasa.

Pada fase ini, hewan akan menjadi inaktif, sumber energi dan nutrisi didapatkan dari cadangan makanan yang mereka kumpulkan semasa menjadi larva.

  • Fase imago

Fase dewasa, sebuah fase dimana hewan yang telah sempurna, memiliki organ dan tubuh yang sangat berbeda dengan fase mudanya, keluar dari kepompong. Pada fase dewasa ini organ reproduksi telah terbentuk, sehingga hewan jantan dan betina dapat melakukan perkawinan.

Metamorfosis tidak sempurna

Metamorfosis tidak sempurna disebut juga dengan hemimetabola. Mengapa disebut tidak sempurna karena hewan tersebut tidak mengalami fase pupa.

Karena itulah hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna bentuknya tidak berbeda antara fase muda dan fase dewasa, hanya tubuhnya bertambah besar dan organnya bertambah matang.

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah belalang, kecoa, capung, kutu daun, rayap, dan jangkrik.

  • Fase telur.

Fase ini sama seperti fase telur pada metamorfosis sempurna. Hewan betina akan meletakan telurnya pada temapt-tempat tertentu, dan telur akan menetas pada waktu yang tepat.

  • Fase nimfa

Pada metamorfosis tidak sempurna, setelah menetas hewan akan memasuki fase nimfa. Fase ini hampir sama seperti fase larva, hanya saja perbedaannya terdapat pada bentuk hewan tersebut. Baca Juga :

Pada metamorfosis todak sempurna, nimfa sudah memiliki bentuk sama seperti fase dewasanya, hanya saja ukurannya lebih kecil dan organ reproduksinya belum sempurna. Pada masa nimfa, juga terdapat rangka luar yang akan mengelupas seiring denagn pertumbuhannya.

  • Fase imago

Fase dewasa ini juga sama seperti pada metamorfosis sempurna dimana organ reproduksi telah sempurna dan dapat melakukan perkawinan.

Pada masa ini ukuran hewan akan jauh lebih besar, namun masih dengan bentuk yang sama, dibandingkan dengan ukuran pada fase nimfa.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018