Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Panduan dan Cara Budidaya Tanaman Buncis

Cara Budidaya Tanaman Buncis – Tanaman buncis merupakan tanaman jenis sayur-sayuran yang berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Cara Budidaya Tanaman Buncis

Cara Budidaya Tanaman Buncis

Tanaman yang memiliki nama latin Phaseolus vulgaris ini memiliki manfaat yang sangat berkhasiat bagi tubuh seperti mencegah diabetes dan mengobati keluhan penyakit perut, pencegah obesitas, solusi penyakit tulang, dan lainnya.

Beberapa manfaat tersebut didapat dari kandungan vitaminnya yang lengkap, asam folat, pitosterol, sitisterol, dan stigmasterol.

Dikarenakan khasiat dan manfaat yang terkandung pada buncis, banyak pelaku budidaya memutuskan untuk melakukan budidaya tanaman buncis. Selain itu, tanaman buncis tergolong tanaman yang tidak menyulitkan dalam hal perawatan.

Syarat Tumbuh

Ketika memutuskan untuk melakukan budidaya tanaman buncis, beberapa hal yang harus diperhatikan agar budidaya berjalan dengan sempurna dan sukses hingga masa panen.

Tanaman buncis dapat tumbuh dan berkembang di wilayah yang memiliki tingkat kelembaban udara yang sedang dengan curah hujan berkisar 1.500 hingga 2.500 mm per tahun.

Tanaman buncis merupakan tanaman yang dapat tumbuh secara sempurna pada jenis tanah regosol dan andosol dengan kondisi tanah yang gembur, memiliki tingkat permeablilitas sedang, dan mengandung unsur hara.

Hal yang paling penting dalam melakukan budidaya tanaman buncis adalah membuat drainase agar sistem perairan tanaman tetap terjaga.

Pemilihan Bibit

Buncis merupakan tanaman yang tumbuh secara merambat dimana dalam pertumbuhan tersebut dibutuhkan tiang sebagai penopang agar pertumbuhan buncis tersebut tidak mengganggu tanaman lainnya.

Dalam menjalankan budidaya tanaman buncis, hal yang harus dipertimbangkan adalah pemilihan bibit tanaman yang berkualitas agar tanaman buncis mampu tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang dapat memenuhi permintaan pasar.

Untuk mendapatkan bibit tanaman yang berkualitas, dibutuhkan indukan yang berkualitas. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan bibit berkualitas tersebut adalah dengan memilih indukan yang sehat dan bebas dari kerusakan dan cacat. Jika membutuhkan bibit yang banyak, pilihlah buncis dengan kriteria yang sama.

Buncis yang telah dikupas, diambil bijinya lalu lakukan penjemuran. Setelah biji tersebut kering, simpanlah biji dengan menggunakan botol lalu tutup dengan abu yang dihasilkan dari kayu bakar.

Jika langkah di atas terbilang sulit untuk dillakukan bagi pemula, temukanlah biji tanaman buncis di toko pertanian.

Pemilihan dan Persiapan Area Tanam

Tanaman buncis merupakan tanaman yang dapat tumbuh jika ditanam di tanah yang gembur. Apabila budidaya tanaman buncis dilakukan dengan menggunakan pot, pot tersebut dapat diisi dengan kriteria tanah yang sudah ditentukan.

Apabila budidaya tanaman buncis dilakukan di area tanam, langkah selanjutnya adalah dengan menggemburkan tanah lalu berikan pupuk kompos sebagai pupuk awal.

Pembibitan dan Penanaman

Untuk mendapatkan benih, biji tanaman buncis ditanam pada wadah berisikan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kompos dengan komposisi 1:1. Jangan lupa untuk memberikan jarak untuk setiap biji atau tanamlah biji tersebut pada polybag berukuran kecil. Bibit tersebut sudah siap untuk ditanam pada media atau area budidaya jika sudah berumur tujuh hari.

Perawatan dan Pemeliharaan

Setelah bibit tanaman buncis ditanam pada area atau media tanam, lakukanlah perawatan agar tanaman tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Beberapa langkah perawatan dan pemeliharaan tanaman buncis dapat dilakukan dengan penyiraman, penyiangan, pemupukan lanjutan, dan pemberantasan hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman buncis.

  • Penyiraman atau Pengairan

Untuk tahap awal, penyiraman tanaman buncis dapat dilakukan sebanyak 2 kali setiap hari pada pagi dan sore hari. Jika tanaman sudah tumbuh dengan kokoh, intensitas  penyiraman dapat diminimalisir atau dilakukan sesuai dengan kebutuhan saja.

  • Penyiangan

Penyiangan tanaman buncis dillakukan untuk mengetahui hama atau penyakit yang menyerang tanaman buncis tersebut. Sehingga, penyiangan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan budidaya.

  • Pemupukan Tanaman Buncis

Pemberian pupuk dapat dilakukan setelah tanaman buncis tersebut sudah berusia dua minggu pasca tanam. Pupuk yang dapat diberikan adalah pupuk NPK dengan komposisi sebanyak dua sendok makan untuk setiap tanaman. Setelah tanaman buncis sudah tumbuh dengan baik, tambahkan komposisi pupuk menjadi tiga sendok makan.

  • Pemberian Penopang Tanaman Buncis

Tanaman buncis yang sudah tumbuh dan berkembang akan merambat semakin panjang hingga menjalar ke tanaman lain. Untuk mengatasi hal tersebut, tanaman buncis membutuhkan tiang penopang agar dapat tumbuh sepanjang tiang yang telah dipancang pada setiap tanaman buncis tersebut.

  1. Pemanenan Tanaman Buncis

Tanaman buncis sudah dapat dipanen apabila telah memasuki usia 50 hingga 60 hari pasca tanam. Biasanya, tanaman buncis yang sudah dapat dipanen akan terlihat dari ukuran buah sudah mencapai ukuran maksimal, memiliki tekstur padat apabila disentuh, dan terjadinya perubahan warna.

Cara memanen tanaman buncis juga harus dipertimbangkan mengingat jika pemanenan dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang ada, maka akan merusak buncis yang ada pada tanaman tersebut.

Baca Juga :

Pemanenan buncis dapat dilakukan dengan cara memotong buncis menggunakan gunting. Usahakan agar bunga tanaman buncis tidak terjatuh. Setelah melakukan proses pemetikan, simpanlah buncis pada tempat yang aman dengan suhu ruangan.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018