Pengertian, Jenis, Fungsi dan Tujuan Analisis

Pengertian Analisis : Jenis, Fungsi dan Tujuan Analisis – Dalam berbagai aspek kehidupan, Anda harus bisa melakukan analisis untuk mampu menyelesaikan sebuah masalah yang muncul, baik masalah sehari-hari maupun masalah yang bersifat ilmiah. Lalu, apa itu analisis?

Pengertian, Jenis, Fungsi dan Tujuan Analisis

Pengertian, Jenis, Fungsi dan Tujuan Analisis

Berikut adalah pengertian, jenis, fungsi dan tujuan dari analisis

Pengertian analisis

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, analisis adalah penguraian pokok atas berbagai bagian dan penelaahan bagian tersebut masing-masing dan hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman secara menyeluruh.

Baca Juga : Pengertian Hipotesis

Sementara itu, salah seorang ahli menyebutkan bahwa analisis adalah kegiatan berpikir untuk menguraikan suatu keseluruhan menjadi komponen-komponen yang lebih sederhana, sehingga dapat diperoleh tanda-tanda dari tiap komponen tersebut dan ditemukan hubungan antar komponen yang satu dan komponen yang lain, serta fungsinya masing-masing dalam suatu paduan yang menyeluruh.

Anne Gregory memberikan pendapat lain mengenai analisis. Dia mengungkapkan bahwa analisis merupakan tahap paling awal yang harus dilakukan dalam proses perencanaan.

Dalam hal ini, analisis sangat berperan penting dalam membangun sebuah bisnis, mengadakan acara dan lain-lain. Misalnya ketika Anda ingin membuka usaha, maka perlu dilakukan analisis berupa modal yang dibutuhkan, berapa keuntungan yang diperoleh, kapan Break Event Point (BEP) dicapai, kriteria pegawai yang dibutuhkan dan lain-lain.

Berdasarkan berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis adalah kegiatan untuk menguraikan suatu pokok menjadi bagian-bagian kecil, sehingga dapat ditentukan ciri dan fungsi dari tiap bagian dan ditemukan hubungannya satu sama lain sebagai suatu keseluruhan.

Jenis-jenis analisis

Secara umum, analisis dibagi menjadi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Pada analisi kuantitatif, dilakukan penguraian suatu pokok berdasarkan data-data yang tersedia, yang mana data tersebut dapat dikuantifikasi atau dinyatakan dengan angka.

Sementara pada analisis kualitatif, data tersebut tidak bisa dinyatakan dengan angka. Sementara itu, ada juga analisis campuran yang mana data tersebut bisa dikuantifikasi, lalu ditarik kesimpulannya secara kualitatif.

Analisis kuantitatif dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif merupakan analisis yang digunakan dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan.

Teknik ini biasanya digunakan untuk penelitian yang bersifat eksplorasi dan bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan hasil penelitian.

Penyajian data biasanya dilakukan dalam bentuk tabel atau distribusi frekuensi, bentuk visual (poligon, histogram, diagram batang, diagram lingkaran, diagram lambang, dan sebagainya), data tendensi sentral (modus, median, mean), ukuran letak (kuartil, desil, persentil), ukuran penyebaran (standar deviasi, varians, deviasi kuartil, dan sebagainya).

Sementara itu, analisis statistik inferensial atau juga dikenal sebagai analisis statistik induktif berusaha melakukan penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan dari analisis yang telah dilakukan.

Analisis dilakukan dengan mengambil sampel tertentu dari populasi tertentu, lalu hasil analisis tersebut digeneralisasi terhadap populasi.

Terdapat dua jenis analisis statistik inferensial, yaitu analisis korelasional yang mana berusaha mencari hubungan antara dua variabel atau lebih (variabel bebas dan variabel terikat) dan analisis komparasi, yang mana bertujuan untuk membandingkan kondisi antara dua kelompok atau lebih. Analisis komparasi terdiri dari analis t-test, Analisis Varians (ANAVA), Kai Kuadrat, Friedman dan banyak lagi.

Pada tiap analisis statistik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, diantaranya adalah sampel diambil secara acak dari suatu populasi, data bersifat kuantitatif, data memiliki distribusi yang normal, terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dan variabel terikatnya, tidak terjadi heterosedastisitas (varians persamaan regresi harus homogen untuk setiap nilai), tidak terjadi kolinearitas (tidak ada korelasi yang terlalu tinggi antar variabel bebas), tidak terjadi otokorelasi (error terjadi hanya berasal dari garis regresi) dan homogenitas varians (varians antara kelompok yang satu dan kelompok yang lain harus sama).

Fungsi analisis

Beberapa fungsi dari analisis diantaranya adalah untuk mengidentifikasi masalah yang ada, menyatakan sasaran yang harus diperoleh secara spesifik, menentukan berbagai alternatif dalam menyelesaikan suatu masalah, lalu memilih alternatif yang terbaik hingga menetapkan suatu rancangan sistem yang tepat guna. Selain itu, analisis juga berguna dalam mewujudkan sebuah rencana bisnis atau acara agar bisa diperoleh hasil atau keuntungan yang diinginkan.

Tujuan analisis

Tujuan umum dari analisis adalah untuk mengumpulkan sejumlah data yang terdapat pada populasi tertentu. Sementara, tujuan khususnya adalah untuk menarik kesimpulan tertentu dari data-data tersebut. Kesimpulan tersebut dapat digunakan untuk penentuan kebijakan, pengambilan keputusan, penyelesaian sebuah masalah.

Sementara itu, mungkin saja analisis dilakukan hanya sebatas sampai ditemukan sejumlah data yang akan disimpan dan digunakan untuk analisis selanjutnya.

Itu dia pengertian, jenis, fungsi dan tujuan dari analisis. Dalam menentukan metode analisis yang tepat bagi masalah Anda, Anda harus terlebih dahulu menetapkan tujuan yang ingin Anda peroleh dari analisis tersebut.

Baca Juga : Cara Membuat Sinopsis

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..