Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ciri-Ciri Dongeng

Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ciri-Ciri Dongeng – Pernah dengar tentang dongeng? Tentunya kamu pernah mendengar tentang dongeng atau cerita rakyat Indonesia sejak kecil?

Namun apa sih pengertian dari dongeng?

Bagaimana jenis dan ciri – cirinya?

Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ciri-Ciri Dongeng

Pengertian, Jenis-Jenis, dan Ciri-Ciri Dongeng

Disini akan dibahas secara singkat tentang dongeng, simak selengkapnya.

Pengertian Dongeng

Dongeng merupakan sastra lama yang menceritakan tentang peristiwa menakjubkan dan penuh khayalan atau bersifat fiksi, bahkan masyarakat menganggapnya sebagai hal yang tidak benar – benar terjadi.

Baca Juga :

Dongeng sering disebut sebagai cerita warisan dari para nenek moyang yang turun temurun dilestarikan keberadaanya. Meskipun belum tentu cerita tersebut merupakan fakta, dongeng bisa berupa fantasi yang disukai oleh anak – anak dan menimbulkan imajinasinya.

Dapat juga sebagai cerita tradisional yang tersebar melalui lisan dari orang – orang terdahulu kepada keturunannya, dan berlanjut hingga sekarang.

Dongeng bisa juga dikatakan sebagai prosa fiktif yang mengandung pelajaran moral yang bertujuan untuk menghibur atapun menyindir. Dongeng terkadang terinspirasi dari kisah dunia nyata dan juga tidak terikat oleh waktu. Dongeng dapat juga berisi tentang kebudayaan masyarakat yang diceritakan dari mulut ke mulut, bahkan sebagai pengantar tidur untuk anak – anak.

Adapun beberapa definisi dongeng menurut para ahli, diantaranya sebagai berikut.

  1. Menurut Kamisa (1997:144), dongeng merupakan suatu wujud karya sastra yang ceritanya fiktif bersifat menghibur, dan memiliki ajaran moral yang terkandung didalamnya.
  2. Menurut Nurgiantoro (2005:198), dongeng merupakan cerita yang benar – benar tidak nyata dan sering tidak masuk akal. Disebut juga cerita yang tidak benar – benar terjadi terutama kejadian yang aneh – aneh zaman dulu.
  3. Menurut James Danandjaja, dongeng merupakan cerita rakyat secara lisan yang tidak dianggap benar – benar terjadi oleh yang punya cerita. Dongeng juga tidak terikat oleh waktu ataupun tempat, karena hanya bersifat menghibur.
  4. Menurut Agus Triyanto (2007:46), dongeng merupakan kisah fantasi sederhana yang tidak benar – benar terjadi yang bertujuan dalam menyampaikan ajaran moral dan juga menghibur. Sehingga dongeng disebut juga sebagai bentuk karya sastra yang ceritanya benar – benar fiktif.
  5. Secara umum pengertian dongeng merupakan cerita khayalan yang biasanya bersifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan. Dongeng juga berarti cerita yang dikarang dan diceritakan secara berulang – ulang kembali oleh orang – orang.
  6. Menurut KBBI.web.id, dongeng merupakan cerita yang tidak benar – benar terjadi (kejadian aneh zaman dulu) atau tidak benar dan dianggap cerita saja.

Jenis – Jenis Dongeng

Dengan pengertian dongeng sebagai cerita fiktif namun menginspirasi, dongeng ternyata memiliki beberapa jenis, diantaranya:

  • Mite / Mitos, merupakan bentuk dongeng yang menceritakan tentang kisah kehidupan makhluk imajiner yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata, umumnya hanya kepercayaan masyarakat terhadap makhluk halus, seperti jin, setan, ataupun dewa-dewi langit. Sebagai contoh dongeng tentang Dewi Sri, mitos Wewe Gombel, kisah Nyi Roro Kidul, dll.
  • Legenda, sering disebut sebagai cerita rakyat tentang asal usul suatu kejadian atau tempat. Legenda sering terlahir dari cerita mulut ke mulut oleh masyarakat yang berhubungan dengan peristiwa atau suatu kejadian tertentu di suatu tempat, sehingga membentuk asal muasal nama suatu daerah ataupun keadaan alam tertentu. Sebagai contoh legenda Malin Kundang, legenda Danau Toba, legenda Bayuwangi, legenda Rawa Pening, dll.
  • Fabel, merupakan bentuk dongeng yang menceritakan tentang kisah kehidupan tokoh yang berupa binatang tetapi berperilaku seperti manusia, dapat berjalan dan juga berbicara, seperti dongeng Sang Kancil, dongeng Kancil Mencuri Mentimun, Dongeng Kancil dan Buaya, dll. (Baca Juga : Pengertian Fabel)
  • Hikayat / Sage, merupakan dongeng yang menceritakan tentang kepahlawanan seorang tokoh secara lengkap, namun terkadang tokoh memiliki kehebatan, kesaktian, mukjizat, serta keanehan pada dirinya yang bisa dijadikan keteladanan. Ceritanya juga bisa mengandung unsur sejarah, seperti contoh, Hikayat Sri Rama, Hikayat Si Miskin, Kisah Jaka Tingkir, Kisah Si Buta dari Gua Hantu, dll.
  • Parabel, merupakan dongeng yang menggunakan kiasan – kiasan menarik dan biasanya memiliki unsur mendidik bagi pembacanya. Dapat juga berupa cerita sederhana dan pendek dengan pedoman hidup serta hikmah yang terkandung didalamnya. Seperti contoh Kisah Sepasang Selot Kulit, Dongeng si Malin Kundang, dll.
  • Dongeng Orang Pendir / Cerita Jenaka, merupakan dongeng yang berkisah tentang tokoh jenaka dan cerdik, serta pengalaman konyol seorang tokoh yang bertujuan sebagai hiburan. Sebagai contoh Dongeng Abu Nawas.

Ciri – Ciri Dongeng

Dongeng memiliki ciri – ciri, sebagai berikut:

  • Struktur pada dongeng memiliki alur yang sederhana, yaitu terdiri dari pendahuluan, isi peristiwa, dan penutup.
  • Ceritanya cukup singkat dan memiliki alur yang bergerak cepat
  • Tokoh tidak diuraikan secara terperinci
  • Ceritanya biasanya tersampaikan secara lisan dari mulut ke mulut
  • Pesan yang terkandung didalamnya terkadang diceritakan secara tersirat
  • Pendahuluan cerita sangat singkat, bahkan bisa langsung masuk ke intinya.

Unsur – Unsur Instrinsik Dongeng

Dalam sebuah dongeng terdapat 6 unsur – unsur instrinsiknya, yaitu:

  • Tema cerita
  • Tokoh atau Karakter
  • Latar atau Setting Kejadian
  • Alur cerita atau plot
  • Sudut pandang cerita
  • Amanat dan hikmah yang dipetik

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *