Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian dan Proses Terjadinya Fatamorgana

Pengertian dan Proses Terjadinya Fatamorgana – Ketika kita berada di luar dibawa sinar matahari yang terik dan cuaca yang sangat panas, pastinya kamu merasa seperti udara terasa terbakar, terutama ketika melihat bayang – bayang sendiri menyerupai ombak air. Maka peristiwa ini dikenal dengan fatamorgana.

Pengertian dan Proses Terjadinya Fatamorgana

Pengertian dan Proses Terjadinya Fatamorgana

Pengertian Fatamorgana

Fatamorgana biasa dikenal terjadi di padang pasir, di padang es, dan tempat terbuka lainnya. Fatamorgana juga dikenal sebagai fenomena alam yang disebabkan oleh pembiasan cahaya karena melalui kepadatan yang berbeda, sehingga dapat membuat sesuatu yang memang tidak ada menjadi tampak seperti ada.

Baca Juga :

Fatamorgana berasal dari bahasa Italia yaitu Fate le Morgana yang berarti seorang peri yang memiliki rupa yang berubah – ubah.

Fatamorgana sebenarnya terjadi karena adanya pantulan cahaya oleh udara panas yang berfungsi sebagai cermin, sehingga cahaya tersebut mengalami pembiasan. Pembiasan pada dua medium dengan lapisan udara yang memiliki perbedaan suhu akan membentuk fatamorgana.

Proses Terjadinya Fatamorgana

Meskipun sama – sama terjadi akibat pembiasan cahaya, namun proses terjadinya fatamorgana dan pelangi sangat berbeda.

  • Fatamorgana berawal karena adanya perbedaan pada kerapatan suhu yaitu antara suhu dingin dan suhu udara panas di atmosfer. Adapun suhu udara dingin memiliki kerapatan lebih rapat dibandingkan udara panas, karena itulah lapisan udara yang panas terperangkap dekat dengan tanah oleh lapisan udara yang lebih dingin diatasnya.
  • Ketika hal itu terjadi maka cahaya yang dibiaskan dengan arah horizontal pada pandangan, yang kemudian menuju keatas karena adanya pemantulan internal total. Pemantulan ini terjadi pada permukaan batas antar dua medium dengan indeks yang berbeda atau lebih kecil, terutama jika sudut datang ke medium kedua yang lebih kecil melebihi suatu sudut kritis tertentu.
  • Sehingga cahaya yang terdapat dalam medium berindeks bias tinggi seperti contoh kaca, air, atau plastik, akan berjalan menuju medium dengan indeks lebih rendah contohnya udara. Maka akan timbul bayangan yang bersifat semu dan terbalik ketika terlihat oleh mata, dan terkadang bayang – bayang tersebut tampak seperti aliran air. Maka peristiwa inilah yang disebut dengan fatamorgana.

Sebagai contoh, ketika siang hari yang terik membuat jalan beraspal menjadi sangat panas, maka aspal itu akan meradiasi panas sehingga udara juga ikut terasa panas.

Udara panas inilah yang akan memantulkan bayangan apapun yang terlihat seperti air mengalir dalam kolam. Hal ini terjadi karena adanya pembelokan cahaya atau pembiasan oleh lapisan – lapisan aspal dan udara.

Lapisan suhu yang berbeda dan sangat panas diatas aspal membut sinar yang datang dari langit dibiaskan oleh lapisan tersebut sehingga kembali lagi keatas.

Adapun orang yang melihatnya ini akan merasa seperti melihat sesuatu yang mengalir atau berwarna biru karena pantulan langit di udara sekitarnya.

Jika dikatakan bahwa fatamorgana terjadi karena mata yang kelelahan sehingga berhalusinasi, maka itu juga salah, karena peristiwa ini dapat terjadi dan terlihat sangat jelas bahkan saat difoto.

Syarat Terjadinya Fatamorgana

  • Syarat pertama yaitu adanya indeks bias udara yaitu kemampuan medium udara untuk membiaskan arah rambat cahaya. Terutama ketika terdapat perbedaan kerapatan udara antara medium bersuhu panas dan medium bersuhu dingin, sehingga masing – masing indeks bias dari kedua medium juga berbeda, dengan indeks bias pada suhu dingin lebih besar dibanding suhu panas.
  • Ketika perbedaan indeks bias pada dua medium terjadi, maka selanjutnya akan terjadi pembiasan cahaya. Sinar matahari yang datang akan dibiaskan oleh partikel udara yang merenggang akibat perbedaan kerapatan dan indeks bias pada dua medium berbeda suhu ini, sehingga cahaya yang datang tidak akan tegak lurus dengan bidang batasnya.
  • Ketika cahaya dibiaskan, maka akan terjadi pemantulan kembali secara sempurna ke atas. Inilah yang menghasilkan penglihatan fatamorgana

Jenis – Jenis Fatamorgana

Berdasarkan posisi terbentuknya bayangan, fatamorgana terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:

  • Fatamorgana Inferior

Fatamorgana ini sering kita lihat di jalanan beraspal atau gurun pasir yang memiliki cuaca sangat panas, yang disebabkan oleh perbedaan suhu panas di tanah dengan di udara.

Ketika suhu permukaan jalan atau lapisan tanah terasa lebih panas dibandingkan dengan suhu di udara, dan ditambah dengan suhu panas sekitar yang juga ikut terserap ke dalam lapisan tersebut, membuat cahaya matahari yang datang masuk ke udara panas tersebut akan dibiaskan sehingga membentuk bayang seperti genangan air.

  • Fatamorgana Superior

Kebalikan dari proses terjadinya fatamorgana inferior, fatamorgana superior terjadi ketika lapisan suhu di tanah lebih dingin disbanding lingkungan sekitarnya yang lebih panas.

Lapisan dengan suhu yang lebih dingin ini kemudian akan dihambat oleh medium di lingkungan sekitar yang bersuhu panas, setelah terkena cahaya maka akan terlihat bayangan fatamorgana. Peristiwa fatamorgana ini biasa terjadi di lautan atau samudera, serta di kutub es.

  • Fatamorgana Lateral

Fatamorgana Lateral terjadi hampir mirip dengan peristiwa Fatamorgana Inferior, namun yang membedakannya yaitu arah gradient suhu dan mediumnya.

Arah suhu panas dapat berasal dari dinding bangunan yang berbentuk vertikal yang menghasilakn gradient suhu panas dalam arah horizontal.

Ketika dinding bangunan ini memiliki suhu lebih panas dari suhu lingkungan sekitarnya yang dingin, terutama karena lapisannya yang dapat menyerap panas seperti kaca, kemudian terkena cahaya maka sinar tersebut akan dibiaskan secara horizontal dan membentuk bayangan fatamorgana.

Baca Juga :

Begitulah proses terjadinya fatamorgana beserta jenis – jenisnya yang biasa kamu alami ketika di lingkungan sekitar terutama terjadi karena adanya pembiasan cahaya.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018