Pengertian Halal Bihalal Adalah : Maknanya

Diposting pada

Pengertian Halal Bihalal dan Makna Halal Bihalal – Sebagai masyarakat Indonesia, pasti Anda familiar dengan istilah halal bihalal.

Pengertian Halal Bihalal dan Makna Halal Bihalal
Pengertian Halal Bihalal dan Makna Halal Bihalal

Memasuki hari raya Idul Fitri, halal bihalal telah menjadi tradisi yang sering dilakukan kepada kenalan maupun sanak saudara Anda.

Jarang diketahui, ternyata istilah ini hanya digunakan di Indonesia dan tidak ditemukan dalam Al-Quran maupun hadis. Lalu, apa pengertian dan makna dari halal bihalal?

Darimana asal-usul dari istilah ini dan sejak kapan digunakan? Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Halal Bihalal

Secara etimologis, istilah halal bihalal berasal dari kalimat ‘thalabu halal bi thariqin halal’ yang artinya adalah mencari penyeleseian sebuah masalah atau menciptakan keharmonisan hubungan yang ada dengan memaafkan kesalahan orang lain.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), halal bihalal diartikan sebagai hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan yang biasanya diadakan di sebuah tempat oleh sekelompok orang.

Apabila ditinjau dari segi asal bahasa, maka kata halal bisa berarti menyelesaikan masalah, meluruskan sebuah benarng kusut, melepaskan sebuah ikatan, mencairkan sesuatu yang beku, serta membebaskan sesuatu.

Oleh karena itu, halal bihalal dapat juga diartikan sebagai aktivitas yang akan membantu seseorang untuk menyelesaikan masalah dengan saudaranya, meluruskan hubungan yang telah kusut, dan berusaha untuk melepaskan ikatan dosa dengan orang lain melalui cara memaafkan dan mengampuni, serta mencairkan hubungan yang telah lama membeku dan menciptakan ikatan yang harmonis.

Sementara itu, menurut Ensikopledi Indonesia 1978, Halal bihalal berasal dari Bahasa Arab, yang seringkali digunakan sebagai pengganti istilah silaturahmi.

Jika ditinjau dari sisi hukum, halal merupakan lawan dari kata haram, yang mana berarti sesuatu yang diperbolehkan untuk dilakukan dan tidak mengundang dosa.

Oleh karena itu, halal bihalal dapat diartikan sebagai sebuah sikap haram terhadap seseorang yang diubah menjadi halal dengan melakukan permohonan maaf.

Sementara itu, pakar tafsir Al-Quran Muhammad Quraish Shihab mengungkapkan bahwa istilah halal sendiri berasal dari kata halla atau halala yang berarti menyelesaikan sebuah masalah atau kesulitan, meluruskan benang kusut, atau mencairkan sesuatu yang membeku, serta melepaskan sebuah ikatan yang membelenggu.

Oleh karena itu, halal bihalal dapat juga diartikan sebagai suatu tindakan untuk menyambungkan kembali hubungan yang telah terputus

Makna Halal Bihalal

Secara filososif, istilah halal bihalal menurut teori izhmar berarti mencari penyelesaian dari masalah serta menemukan keharmonisan sebuah hubungan dengan cara mengampuni kesalahan orang lain.

Sementara itu, jika dilihat dari sisi lain bisa juga berarti pembebasan kesalahan akan dibalas dengan pembebasan kesalahan pula dengan cara saling memaafkan satu sama lain.

Meskipun istilah ini tidak berasal dari Bahasa Arab, namun ajakan saling memaafkan ini bisa ditemukan dalam hadis riwayat muslim sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Man kanat ‘indahu madzlimatun falyuhallilhu minha.” Dalam bahasa Indonesia, artinya adalah, “Barang siapa yang berbuat dzalim, maka hendaknya dimaafkan atau dihalalkan.”

Sementara itu, Allah SWT juga menegaskan ajaran saling memaafkan serta menjaga tali silaturahmi ini, sesuai dengan pernyataan :

“Allah akan melaknat orang yang memutuskan tali persaudaraan.” (QS. Muhammad : 22-23)

serta  :

“Tidak ada dosa yang pelakunya lebih layak untuk disegerakan hukumannya di dunia dan di akhirat daripada berbuat dzalim dan memutuskan tali persaudaraan.” (JR. Ahmad dan Al-Tirmidzi).

Hal yang sama juga diungkapkan dalam hadis yang bunyinya,

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari)

Sementara itu, Rasulullah juga bersabda,

“Siapa saja yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan pengaruhnya, maka sambunglah tali persaudaraan.: (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Jika dilihat maknanya dalam kehidupan sehari-hari manusia, tindakan halal bihalal ini merupakan salah satu momen untuk memperbaharui dan mempererat tali persaudaraan ketika telah lama tidak bertemu dan bersilaturahmi karena kesibukan atau hal lainnya.

Namun, diyakini juga bahwa halal bihalal ini sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika momen tertentu saja atau ketika Idul Fitri tiba, melainkan di setiap kesempatan guna menambah syariat (bid’ah).

Aktivitas halal bihalal ini sangat bermakna bagi kehidupan setiap umat muslim sebagaimana yang diungkapkan dalam surat al-Hajj ayat 77 yang berbunyi,

“Hai orang-orang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebaikan supaya kamu mendapat kemenangan.”

Sementara itu, hal yang serupa juga diungkapkan dalam surat Al-A’raf ayat 199, yaitu

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.”

Itu dia pengertian dan makna dari halal bihalal yang selalu dilakukan oleh umat Islam ketika Idul Fitri tiba.

Baca Juga :

Halal bihalal bisa mempererat hubungan antar sanak saudara maupun kolega, serta sebagai sarana untuk menyambung kembali hubungan yang telah terputus.

Bagaimana, apakah Anda sudah melakukan halal bihalal setiap Anda memiliki kesempatan?

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *