Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Fungsi dan Struktur Hemoglobin

Pengertian Hemoglobin : Fungsi dan Struktur Hemoglobin – Apakah Anda pernah mendengar tentang hemoglobin?

Meskipun kata ini sering terdengar di dunia kesehatan, maupun pelajaran biologi, Anda mungkin masih bertanya-tanya apa itu sebenarnya hemoglobin.

Baca Juga : Pengertian Transkripsi DNA

Ini dia penjelasan singkat mengenai pengertian, fungsi dan struktur hemoglobin.

Pengertian Hemoglobin

Hemoglobin (Hb) merupakan salah satu protein dengan berat molekul 64.450 yang mengandung zat besi (Fe) dan terdapat pada sel darah merah. Hemoglobin juga merupakan senyawa yang memberikan warna merah pada eritrosit.

Hemoglobin memiliki daya ikat atau afinitas yang tinggi terhadap oksigen dan karbondioksida, sehingga dapat menarik oksigen dan membentuk oksihemoglobin (apabila berikatan dengan O2 membentuk HbO2) dan membentuk deoksihemoglobin (apabila berikatan dengan CO2 dan membentuk HbCO2).

Oleh karena itu, hemoglobin dapat mengangkut oksigen dari alveolus pada paru-paru ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan oksigen, serta mengangkut karbondioksida dari sel dan jaringan ke alveolus pada paru-paru untuk dikeluarkan kembali ke udara.

Hemoglobin dalam darah manusia normal adalah sebanyak 15 gram dalam 100 mL darah, namun bergantung juga kepada umur, jenis kelamin, serta kondisi kesehatan seseorang.

Apabila kadar hemoglobin dalam darah terlalu rendah, maka merupakan salah satu gejala penyakit anemia.

Sementara itu, hemoglobin juga dapat meningkat sesuai dengan lingkungan tempat tinggal.

Misalnya, apabila seseorang tinggal di dataran tinggi dengan jumlah oksigen yang relatif lebih rendah dibanding di dataran rendah, maka jumlah hemoglobin juga otomatis akan meningkat untuk memperbanyak jumlah oksigen yang dapat diikat dan digunakan oleh jaringan.

Beberapa faktor internal lain yang mempengaruhi kadar hemoglobin dalam tubuh adalah jumlah zat besi dalam tubuh, yang mana karena besi dibutuhkan dalam pembentukan hemoglobin, maka kekurangan zat besi akan menyebabkan rendahnya kandungan hemoglobin dalam sel darah merah.

Selain itu, apabila metabolisme besi berjalan lambat, maka hemoglobin cenderung lama terbentuk dan jumlahnya juga semakin sedikit dalam tubuh.

Pembentukan hemoglobin diawali dengan pembentukan sel darah merah dalam sumsum tulang, yang mana sel darah merah berukuran besar, berinti satu dan tidak mengandung hemoglobin akan terbentuk.

Setelahnya, sel darah merah akan mulai mengandung hemoglobin dan kehilangan intinya. Sel darah merah mengandung hemoglobin akan diedarkan ke pembuluh darah untuk menjalankan berbagai fungsinya.

Ketika umur sel darah merah sudah mencapai 3-4 bulan, maka sel darah merah akan dirombak di hati dan limpa, begitu juga dengan hemoglobin akan dirombak menjadi zat warna empedu (bilirubin) yang memberikan warna khas pada urin dan feses.

Zat besi yang dihasilkan dari perombakan sel darah merah ini akan digunakan lagi dalam pembuatan sel darah merah yang baru.

Fungsi Hemoglobin

Secara umum, hemoglobin (Hb) berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari seluruh jaringan tubuh kembali ke alveolus pada paru-paru untuk dikeluarkan kembali ke udara.

Sementara itu, fungsi spesifik dari hemoglobin diantaranya adalah mengambil oksigen pada alveolus dalam paru-paru, lalu membawanya ke seluruh jaringan tubuh untuk proses respirasi dari sel, mengatur proses pertukaran oksigen dan karbondioksida pada seluruh jaringan tubuh agar homeostasis tubuh tetap terjaga, serta membawa karbondioksida dari seluruh jaringan tubuh kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan di udara.

Struktur Hemoglobin

Hemoglobin merupakan molekul protein yang terdiri dari empat subunit, yang mana setiap gugus subunit pada protein memiliki satu gugus hem yang berkonjugasi dengan satu polipeptida.

Hem adalah senyawa turunan porfirin yang mengandung besi. Polipeptida sering disebut sebagai bagian globulin dari molekul hemoglobin.

Terdapat dua jenis pasang polipeptida dalam tiap molekul hemoglobin, yang mana dua subunit hemoglobin mengandung polipeptida serupa, sementara dua subunit lainnya mengandung polipeptida jenis lain.

Salah satu contoh hemoglobin pada manusia dewasa normal adalah hemoglobin A, yang mana dua subunit hemoglobin mengandung polipeptida jenis rantai alfa (terdiri dari 141 gugus asam amino), sementara dua subunit hemoglobin lainnya mengandung polipeptida rantai beta (terdiri dari 146 gugus asam amino).

Sementara itu, ada juga hemoglobin A2 dengan jumlah sekitar 2,5% dari total hemoglobin dalam tubuh manusia.

Pada hemoglobin A2, rantai beta akan digantikan dengan rantai omega, yang mana rantai omega juga terdiri dari 146 gugus asam amino, namun terdapat 10 gugus asam amino yang berbeda dari rantai beta.

Terdapat juga hemoglobin F atau sering disebut hemoglobin fetus. Hemoglobin jenis ini terdapat pada darah janin manusia normal dan memiliki struktur yang sama dengan hemoglobin manusia dewasa normal, yaitu hemoglobin A.

Namun, rantai beta dari hemoglobin F diganti dengan rantai gamma yang mengandung 146 gugus asam amino, namun memiliki 37 gugus asam amino yang berbeda dari rantai beta.

Itu dia pengertian, fungsi dan struktur hemoglobin yang secara umum terdapat pada manusia. Sekarang Anda sudah memahami mengenai hemoglobin yang sangat penting bagi tubuh Anda, bukan?

Baca Juga : Pengertian Jaringan Floem

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018