Pengertian dan Macam-Macam Islah

Pengertian dan Macam-Macam Islah – Kata islah berasal dari bahasa Arab yang artinya memperbaiki, mendamaikan, dan menghilangkan kerusakan atau sengketa.

Pengertian dan Macam-Macam Islah

Pengertian dan Macam-Macam Islah

Tepatnya berusaha menciptakan perdamaian, membawakan keharmonisan, menganjurkan orang untuk saling berdamai, dan melakukan perbuatan ialah bentuk-bentuk dari islah.

Baca Juga :

Pengertian yang bermacam-macam itu berasal dari makna-makna islah yang telah tersebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada surah Al-Baqarah ayat 220 dan 228, surah An-Nisa ayat 35 dan 113, surah Hud ayat 87, dan surah Al-A’raf ayat 55 dan 85.

Sementara itu dalam bentuk kata perintah, kata islah disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 5 kali, yaitu pada surah Al-A’raf ayat 142, Al-Anfal ayat 1, Al Hujurat ayat 9-10. Dalam istilah modernnya kini, makna lainnya dari islah juga diartikan sebagai pembaharuan (tajdid).

Islam merupakan hal yang wajib bagi umat muslim, baik secara pribadi maupun bermasyarakat. Islah ditekankan dengan fokus kepada hubungan antar sesama manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ruang lingkup islah ini sendiri sangatlah luas yaitu mencakupi aspek-aspek kehidupan manusia baik pribadi dan sosial. Dalam hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim, dan Ibnu HIbban dijelaskan bahwa islah terlarang untuk menghalalkan apa-apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala atau mengharamkan yang dihalalkan-Nya.

Salah satu islah yang diperintahkan oleh-Nya ialah mengenai permasalahan rumah tangga. Untuk mengatasi kisruh dan sengketa dalam rumah tangga, dalam surah An-Nisa ayat 35 Allah telah memerintahkan untuk mengutus pihak ketiga dari suami dan istri untuk mendamaikan mereka kembali.

Islah memiliki hikmah-hikmah yang dapat dipetik sebagai berikut:

  • Menumbuhkan rasa persaudaraan dan persatuan sehingga terciptanya suasana kebersamaan yang tenteram dan damai penuh kekeluargaan. Saling menghargai satu sama lain dan saling mengalah. Semuanya hidup saling membantu.
  • Memperkuat akidah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Manusia mesti yakin sepenuhnya bahwa Allah Maha Pencipta dan akidah ini mesti ditanamkan dalam jiwa sekokoh-kokohnya berdasarkan semangat perdamaian.
  • Menumbuhkan persaudaraan antara kaum muslimin.
  • Menjalin rasa setia kawan.

Macam-Macam Islah

Berikut beberapa macam islah yang bisa diterapkan dalam kehidupan:

1). Islah dalam akidah

Menjalankan dengan sebenar-benarnya akidah yang dimiliki. Akidah ialah keyakinan seseorang untuk agama yang dipeluknya. Akidah islam ialah bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

2). Islah dalam kehidupan pribadi

  • Islam mengharuskan adanya perdamaian antara berbagai niat manusia dalam hidupnya.
  • Yaitu terdapat kebaikan dan disiplin dalam niat itu.
  • Perilaku seseorang tercerminkan dari akhlak dan budi pekertinya.
  • Yaitu kepribadian yang sudah bawaan pada manusia, dari situlah timbul perbuatan yang sederhana tanpa harus dipikir dan diperhitungkan lagi.
  • Kemampuan seseorang melakukan islah dalam pribadi muncul dari kebaikan.
  • Kecenderungan pada kebaikan mengantarkan manusia memperkenankan dan meyakini perintah Allah yang dinyatakan sesuai fitrah manusia.
  • Kelak di akhirat pertanggungjawaban manusia dihadapkan pada diri sendiri.

3). Islah pada hubungan sesama manusia

  • Islam mengharuskan adanya perdamaian antara orang-orang dalam berhubungan satu sama lain.
  • Itulah mengapa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya untuk saling mengenal dan tetap menghargai perbedaan serta menjaga perdamaian.
  • Seseorang mesti memiliki tanggung jawab dalam memutuskan gengsi diri sendiri.
  • Gengsi pribadi mesti dihilangkan ketika bersangkutan dengan kepentingan berhubungan antar sesama manusia.

4). Islah dalam struktur masyarakat

  • Islam mengharuskan bersatunya manusia dalam bermasyarakat.
  • Manusia tak mungkin dapat hidup terpencil.
  • Terbentuknya suatu masyarakat merupakan hasil dari ketidakmampuan manusia tersebut, sehingga kebutuhan untuk bersama-sama itu muncul.
  • Di satu sisi, manusia punya sifat ingin mendominasi atas manusia lain sehingga bisa mendorong kepada tindakan tanpa pikiran atau mengganggu orang lain.
  • Adanya otoritas yang berwenang merupakan satu-satunya sarana untuk menangani rasa keangkuhan, kebencian, dan kesombongan pribadi tersebut dan menjaga kedamaian di antara masyarakat.
  • Langkah perdamaian dalam masyarakat mesti direalisasikan dalam bentuk amar ma’ruf nahi munkar dan saling berbagi kebenaran.
  • Perlu juga ada ketegasan dan memberikan sanksi pada orang-orang yang zalim terhadap jiwa, kehormatan, dan harta benda orang lain, serta terhadap orang-orang yang merusak dan mengganggu kedamaian hidup di muka bumi.

5). Islah dalam pemerintahan

  • Wajib adanya keadilan dalam pemerintahan serta persamaan hak bagi segala orang dalam naungan Islam.
  • Semuanya berhak tanpa memandang apa pun agama yang dianutnya, dengan contoh yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam yaitu dengan Piagam Madinah yang mengatur perihal dasar perdamaian antara kaum muslim dan kaum kafir.
  • Kaum kafir tetap dilindungi oleh pemerintah Muslim selama mereka tidak memeranginya dan mereka dikenal sebagai istilah kafir zimmi.
Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *