Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Jenis dan Fungsi Baterai

Pengertian Baterai : Jenis dan Fungsi Baterai – Secanggih apapun alat elektronik yang dialiri arus listrik dari PLN, dia masih memiliki ketergantungan akut dengan benda yang bernama baterai.

Pengertian, Jenis dan Fungsi Baterai

Pengertian, Jenis dan Fungsi Baterai

Maka dari itu, di tengah perkembangan teknologi, ketika arus listrik menjadi pedoman utama berfungsinya segala perangkat elektrik di dunia, baterai tetap menjaga eksistensinya sebagai alat penghantar daya paling simpel bahkan termurah.

Baca Juga : Pengertian E-Learning

Kita sering menemukan baterai dijual di toko toko kecil. Bahkan mustahil di dalam satu rumah tidak menggunakan baterai sekalipun hanya berjumlah satu biji.

Selama di rumah tersebut masih menggunakan jam dinding konvensional dan anggota keluarganya ada yang memakai jam tangan, baterai berbagai merek pasti mereka fungsikan.

Belum lagi baterai untuk Handphone, Baterai untuk laptop dan lain lain dengan fungsi yang tentu berbeda dengan baterai konvensional.

Nah, pada artikel berikut ini, kami akan memberikan pemahaman bagi anda tentang baterai yang fenomenal dan eksist tersebut. Disini anda akan mendapatkan penjelasan tentang pengertian, jenis jenis dan fungsi dari baterai.

PENGERTIAN BATERAI

Baterai adalah alat elektrik yang unik dan cerdas. Bentuknya memang kecil, tetapi alat ini mampu menghidupkan atau mengaktifkan mesin mesin elektronik yang sedang off.

Di dalam baterai terdapat energi kimia yang mana energi kimia tersebut akan berubah menjadi energi listrik ketika sudah terpasang pada sebuah perangkat elektronik. Itu artinya, baterai bisa difungsikan sebagai sumber listrik untuk mengaktifkan alat alat elektrik.

Nah Karena peran inilah, baterai akan terus dibutuhkan oleh para pencipta alat alat elektronik seperti HP, senter, radio dan laptop.

Dengan menggunakan tenaga baterai, alat alat elektronik anda masih bisa dihidupkan sekalipun tidak ada colokan listrik. Bukan itu saja, dengan alat yang cukup mini dan seukuran kantong ini anda bisa membawa alat elektronik kemana pun tanpa ribet.

Di dalam setiap sel baterai, terbagi menjadi dua bagian yang disebut kutub positif atau katoda dengan kutub negatif yang disebut anoda. Sedangkan ciri cirinya adalah kutub positif atau katoda selalu mempunyai energi potensial lebih besar dibandingkan kutub negatif atau anoda.

Anoda atau kutub negatif merupakan sumber ion listrik atau elektron yang apabila terangkai dengan perangkat, akan mengalirlah arus listrik ke perangkat tersebut.

Manakala baterai terangkai atau tersambung dengan perangkat eksternal, elektrolit akan berganti arah sekaligus mengubah dirinya menjadi ion listrik. Sehingga terjadi respon kimiawi di dalam perangkat tersebut.

Perpindahan ion inilah yang mengeluarkan arus listrik di dalam rangkaian sehingga perangkat eksternal ( alat elektronik ) menjadi hidup.

JENIS BATERAI

Baterai terdiri dari dua jenis. Baterai yang bisa diisi ulang disebut dengan istilah baterai rechargeable sedangkan baterai yang sekali pakai disebut baterai single use. Dari kedua jenis inilah jenis baterai akan dipetakan lagi menjadi beberapa jenis yang berbeda, yaitu :

a). Baterai Rechargeable ( isi Ulang )

  1. Baterai rechargeable alkaline

Baterai ini merupakan jenis baterai yang bisa dipakai berulang ulang sampai kurang lebih 25 kali pemakaian. Karena baterai kategori ini jika energinya habis masih bisa diisi ulang dengan cara di charge.

Yang istimewa dari baterai rechargeable alkaline adalah harga jualnya tidak terlalu mahal bahkan termasuk paling murah dibandingkan baterai isi ulang lainnya.

  1. Baterai Ni-CD

Baterai NI-CD adalah baterai yang inti bahannya menggunakan elektrolis nickel dipadukan dengan oxide hydroxice plus metallic cadmium. Karena bahan penopangnya yang berkualitas, bateri NI-CD terbilang paling kuat dibandingkan baterai isi ulang jenis lain.

Kekurangan dari bakteri ini adalah dayanya cepat habis sehingga anda harus melakukan charge berulang ulang.

Hal ini tidak semata akibat digunakan untuk mengaktifkan alat elektronik, anda biarkan tidak aktif sekalipun, daya baterai akan tetap berkurang sedikit demi sedikit.

Sekalipun baterai ini cukup jago dan berkualitas tinggi, tetapi penggunaannya sudah tidak diperbolehkan. Karena polusi yang dimunculkan oleh sampah baterai bisa menguapkan racun berbahaya ke udara yang bisa memberikan efek kematian jika sampai terhirup manusia.

  1. Baterai Li-lon

Baterai li-lon adalah jenis baterai yang bisa diisi ulang dengan daya tahan dan keawetan cukup tinggi. Selain itu, jika baterai tidak digunakan, penurunan dayanya tidak terlalu drastis.

Baterai jenis ini memang memiliki zat berbahaya tetapi tidak se ekstrim baterai sebelumnya. Maka dari itu, hingga saat ini baterai masih boleh digunakan utamanya untuk laptop atau notebook.

b). Baterai Single Use ( sekali pakai )

  1. Baterai zinc Carbon

Baterai jenis ini tergolong baterai sekali pakai yang dijual dengan harga murah. Sebab, daya tahannya ketika menghidupkan perangkat listrik sangat rendah.

Ciri ciri dari baterai ini adalah sisi negatifnya terbuat dari seng sedangkan sisi positifnya menggunakan bahan dari karbon.

  1. Baterai Alkalin

Baterai alkalin adalah baterai single use yang memiliki kwalitas lebih bagus dibandingkan baterai zinc carbon. Daya tahannya juga lebih kuat dan tentu saja, untuk membelinya anda harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal.

  1. Baterai Lithinum

Baterai lithinum adalah baterai super jago. Baterai jenis ini memiliki daya tahan paling kuat dibandingkan baterai sekali pakai yang lainnya. Biasanya baterai jenis ini digunakan untuk jam tangan serta alat untuk menyalin data memori dari komputer.

FUNGSI BATERAI

Fungsi baterai hanya satu yaitu menghidupkan alat alat elektronik dengan cara mengubah energi kimia di dalam baterai menjadi energi listrik. Akibatnya elektrolik berganti ion aktif yang merangsang munculnya energi kimia disana.

Nah energi kimia yang konsisten inilah yang menjadikan energi listrik menjalari perangkat alat elektronik yang awalnya off menjadi on.

Baca Juga : Pengertian VPN Android

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018