Pengertian dan Contoh Kapilaritas

Pengertian dan Contoh Kapilaritas – Mungkin kamu pernah mendengar istilah Kapilaritas saat dibangku sekolah dasar.

Salah satu peristiwa dalam materi fisika ini sering dicontohkan dengan peristiwa meresapnya minyak tanah pada sumbu kompor.

Pengertian dan Contoh Kapilaritas

Pengertian dan Contoh Kapilaritas

Namun sebenarnya apakah Kapilaritas tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Kapilaritas

Kapilaritas disebut juga gaya kapiler yaitu peristiwa meresapnya zat cair melalui celah – celah yang sempit. Dapat juga terjadi pada pada pipa kapiler atau kain yang berpori – pori kecil. Pipa kapiler merupakan pipa dengan diameter kurang atau sama dengan 1 mm kecilnya.

Baca Juga :

Ketika ujung pipa kapiler dimasukkan kedalam air, permukaan air dalam pipa akan naik, bergitupun pada peristiwa ketika ujung sebuah kain dicelupkan didalam wadah air, tidak berapa lama ujung yang lainnya ikut basah, maka inilah yang disebut Kapilaritas.

Kapilaritas juga bisa disebut terjadi karena adanya pengaruh gaya adhesi dan gaya kohesi yang terjadi antara zat dengan dinding pipa kapiler, sehingga ketika zat cair dimasuki pipa kaca, permukaannya menjadi tidak rata.

Sebagai pengetahuan, gaya adhesi merupakan gaya tarik – menarik diantara partikel yang tidak sejenis, sedangkan gaya kohesi merupakan sebaliknya yaitu gaya tarik – menarik diantara zat dengan partikel sejenis.

Sebagai contoh saat pipa kaca dengan partikel lebih besar dimasukkan dalam wadah air yang memiliki partikel lebih kecil, maka air akan masuk ke dalam pipa dan permukaan terlihat naik dibanding permukaan air di luar pipa yang semakin menurun.

Berbeda dengan air raksa yang memiliki partikel lebih besar dibanding partikel pipa kaca sehingga membuat permukaan dalam pipa lebih menurun.

Sehingga dapat disimpulkan, permukaan zat cair akan naik dan membasahi pipa kapiler jika terdapat gaya adhesi yang lebih besar dibanding gaya kohesi-nya, dan akan turun ketika gaya kohesi lebih besar dibanding gaya adhesi-nya. Peristiwa tarik-menarik antar dua partikel inilah yang disebut Kapilaritas.

Semakin kecil lubang pipa kapiler, maka permukaan air dalam pipa kapiler menjadi semakin tinggi, begitupun sebaliknya.

Dalam fisika, peristiwa Kapilaritas bisa dirumuskan dan dihitung, yaitu:

Keterangan:

Y = Perbedaan tinggi permukaan didalam dan diluar pipa kepiler (m)

Ʈ = Tegangan pada permukaan (N/m)

g = Percepatan gravitasi (m/s2)

θ = Suduk kontak (o)

R = Jari – jari pada penampang pipa kapiler (m)

p = Massa dari jenis zat cair (kg/m3)

Peristiwa kapilaritas bisa disebut dipengaruhi oleh gaya adhesi dan kohesi ini, yang terjadi karena gaya tegangan pada permukaan zat cair oleh dinding pipa bekerja dan naik menuju keatas.

Ketinggian maksimum terjadi disaat gaya tegangan sama besar dengan masa zat cair yang masuk dalam pipa kapiler.

Adapun saat peristiwa masuknya zat cair dalam pipa kapiler terjadi, sudut kontak yang terbentuk adalah kurang dari 90o, begitupun jika zat cair turun dari pipa maka sudut kontaknya menjadi lebih dari 90o. Sudut kontak merupakan sudut akibat adanya lengkungan.

Contoh-Contoh Kapilaritas

Di kehidupan sehari – hari kita dapat menemukan contoh – contoh dari peristiwa Kapilaritas, diantaranya:

  • Peristiwa meresapnya minyak tanah pada sumbu lampu minyak ataupun kompor.
  • Meresapnya air hujan pada dinding rumah, sehingga membuatnya bocor
  • Menetesnya air pada ujung lain dari kain atau kertas ketika ujung satunya dicelupkan
  • Akar tumbuhan didalam tanah yang disiram air akan mengangkut zat hara dan air tersebut hingga keseluruh bagian tumbuhan lainnya seperti daun dan batang agar tetap hidup.
  • Cairan tinta yang diolehkan pada kertas menjadi meresap dan tertinggal di permukaan kertas
  • Ketika ada cairan yang terjatuh di lantai dapat dengan segera di serap dengan menggunakan kain pel ataupun spons.

Manfaat dan Kerugian Kapilaritas di Kehidupan Sehari – hari

Peristiwa Kapilaritas dapat dimanfaatkan untuk tujuan tertentu, namun peristiwa ini juga bisa memberi kerugian seperti berikut.

Manfaat Kapilaritas

  • Peristiwa Kapilaritas sering ditemukan pada tumbuhan, dimana batang dan akar tumbuhan bertindak sebagai pipa kapiler yang berperan dalam mengangkat air dan zat hara dari dalam tanah dan menuju dahan, ranting, hingga daun tumbuhan.
  • Pada manusia, pembuluh darah bertindak sebagai pipa kapiler sebagai contoh, pada pengangkutan oksigen dari paru – paru yang dilakukan oleh hemoglobin pada sel darah merah yang kemudian disalurkan ke seluruh tubuh. (Baca Juga : Pengertian Hemoglobin)
  • Peristiwa pengangkutan oksigen ini juga terjadi pada hewan seperti pembuluh darah pada ikan yang berfungsi sebagai pembuluh kapiler.
  • Juga terjadi ketika ingin memindahkan zat cair tertentu ke wadah dengan tutup lebih kecil sehingga menggunakan sebuah pipa yang muat untuk mulut wadah, agar lebih mudah dan tidak merembes, seperti contoh ketika memasukkan bensin atau bahan bakar kendaraan di POM, dll. Meskipun memerlukan setidaknya alat penyedot agar zat lebih cepat naik melalui pipa.

Kerugian Kapilaritas

  • Kerugian peristiwa kapilaritas ini juga dapat dengan jelas kita lihat pada dinding rumah yang retak – retak dan bocor ketika hujan datang, hal itu karena air hujan meresap dalam pori – pori dinding membuat dinding menjadi lunak dan rapuh.
  • Selain hujan, lumut yang tumbuh dan menempel pada dinding juga dapat menyebabkan keretakan pada dinding. Biasa terjadi ketika dinding terlalu banyak dan sering terserap air.
  • Ketika peristiwa air yang meresap dinding ini terjadi, warna cat pada dinding menjadi menguning atau menghitam dan rapuh, sehingga akan tampak sangat jelas pada cat dinding. Perembesan air hujan ini dapat dicegah dengan memberi pelindung atau zat water proof pada cat atau semen dinding saat dibangun.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..