Pengertian dan Macam Konjungsi

Pengertian dan Macam Konjungsi – Apakah anda sudah tahu mengenai apa pengeritan dan macam konjungsi?

Pengertian dan Macam Konjungsi

Pengertian dan Macam Konjungsi

Mungkin anda sebenarnya sering menemukan sebuah kalimat yang di dalamnya terdapat konjungsi, namun anda tidak menyadari akan hal tersebut.

Karena itulah kami akan memberikan penjelasan yang lebih lengkap agar nantinya anda sudah bisa menemukan dan membedakan mana kalimat yang menggunakan konjungsi dan mana yang tidak.

Pengertian Konjungsi

Konjungsi atau yang biasanya disebut juga sebagai kata penghubung merupakan kata yang memiliki tugas untuk menghubungkan antar klausa, kalimat, maupun juga digunakan untuk menghubungkan antar paragraf.

Biasanya kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan antar klausa akan berada di tengah-tengah dari kalimat tersebut.

Sementara untuk kata penghubung yang digunakan menghungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain biasanya akan ditelakkan di awal kalimat tersebut, baik setelah tanda titik, tanya, atau bahkan setelah tanda seru.

Baca Juga :

Macam-macam Konjungsi

Perlu anda tahu bahwa konjungsi atau kata penghubung memiliki beberapa macam yang sebenarnya belum banyak orang yang mengetahui mengenai macam-macam dari konjungsi tersebut.

Pada dasarnya terdapat dua pembagian besar konjungsi, yakni konjungsi antar klausa dan konjungsi antar kalimat.

Bagi anda yang ingin tahu lebih dalam mengenai apa saja macam dari konjungsi, silahkan simak penjelasan kami berikut ini:

1). Konjungsi Antar Klausa

Beberapa jenis konjungsi antar klausa adalah sebagai berikut:

a). Konjungsi Koodinatif

Konjungsi koordinatif merupakan sebuah kata penghubung yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih klausa yang mana status dari konjungsi tersebut setara atau yang juga disebut dengan sintaksis yang sama.

Adapun contoh dari konjungsi koordinatif seperti di bawah ini:

  • Atau yang digunakan di dalam menyatakan sebuah pilihan
  • Dan yang digunakan untuk menyatakan sebuah penambahan
  • Tetapi yang digunakan untuk memberikan pernyataan sebuah perlawanan

 b). Konjungsi Subordinatif

Konjungsi yang satu ini merupakan sebuah kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih klausa yang mana status dari konjungsi itu sendiri adalah bertingkat atau dengan kata lain sintaksisnya yang tidak sama.

Contoh dari klausa yang menggunakan konjungsi subordinatif adalah seperti di bawah ini:

  • Andaikan, seaindainya, umpamanya, andaikata, dan sekiranya yang digunakan untuk menyatakan bahwa klausa tersebut merupakan sebuah pengandaian.
  • Agar, supaya, dan juga biar yang digunakan untuk menyatakan bahwa klausa tersebut merupakan sebuah pernyataan mengenai tujuan.
  • Jika, kalau, jikalau, asal, yang digunakan untuk menyatakan sebuah klausa yang menunjukkan adanya syarat atau ketentuan.
  • Oleh karana itu, sebab, karena, yang digunakan untuk menyatakan adanya sebab.
  • Walaupun, sekalipun, biarpun, kendatipun, meskipun, yang digunakan untuk memberikan pernyataan bahwasanya klausa tersebut merupakan sebuah pernyataan konsesif.
  • Sehingga, hingga, sampai, maka (nya), yang digunakan untuk memberikan pernyataan bahwasanya klausa tersebut merupakan sebuah pernyataan akibat.
  • Bahwa yang digunakan untuk memberikan sebuah pernyataan mengenai penjelasan.
  • Sehabis, sesudah, sebelum, setelah, ketika, pada saat, tatkala, sejak, sementara, selesai itu, selagi, seraya, hingga, sambil, sampai, yang digunakan untuk menyatakan bahwa klausa tersebut berisi tentang pernyataan mengenai waktu.

c). Konjungsi Korelatif

Konjungsi yang satu ini merupakan sebuah kata penghubung yang memiliki kegunaan yakni menghubungkan dua klausa, kalimat, atau frasa yang mana kedua bagian tersebut memiliki unsur yang sama.

Konjungsi ini terdapat dua bagian yang nantinya akan dipisahkan dengan adanya salah satu kata, frasa, maupun juga klausa yang dihubungkan.

Beberapa contoh dari konjungsi korelatif adalah seperti di bawah ini:

  • Tidak hanya …. tetapi ….. juga
  • Jangankan …. pun ….
  • Apakah ….. atau
  • Baik …. maupun …..
  • Bukan hanya …. melainkan ….
  • Entah ….. entah

2). Konjungsi Antar Kalimat

Dari namanya saja mungkin anda sudah bisa menebaknya bahwasanya konjungsi antar kalimat adalah kata penghubung yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat atau lebih.

Maka dari itu, konjungsi akan berada di awal kalimat dan tentu saja karena berada di awal sehingga penulisannya pun harus diawali dengan huruf kapital.

Beberapa contoh  yang termasuk konjungsi antar kalimat adalah sebagai berikut:

  • Kemudian, setelah itu, selanjutnya, sesudah itu, lagi pula, selain itu, tambahan pula, merupakan konjungsi yang digunakan untuk menyatakan adanya suatu kejadian atau peristiwa di luar yang sebelumnya sudah dinyatakan.
  • Bahwasanya, sesungguhnya, yang digunakan untuk memberikan pernyataan mengenai kondisi yang sebenarnya.
  • Dengan demikian yang digunakan untuk memberikan pernyataan mengenai konsekuensi.
  • Akan tetapi, kecuali itu, namun, yang digunakan untuk memberikan pernyataan mengenai adanya pertentangan yang berhubungan dengan keadaan atau kondisi sebelumnya.

3). Konjungsi Antar Paragraf

Konjungsi yang satu ini digunakan di dalam menghubungkan dua atau lebih paragraf. Konjungsi yang satu ini nantinya akan membuat paragraf tersebut menjadi satu kesatuan. Beberapa contohnya yaitu:

  • Disamping ….
  • Terlebih lagi ….
  • Berdasarkan ….
  • Maka dari itu …
  • Oleh karena itu ….
  • Tidak hanya merupakan ….
  • Tidak hanya sebagai ….

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *