Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah dan Contoh Liberalisme

Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah dan Contoh Liberalisme – Indonesia sudah disusupi paham paham liberal! Pernahkah anda mendengar opini semacam ini di medsos dan youtube?

Pertanyaannya adalah apakah liberal dan liberalisme itu? Apakah istilah ini beraroma negatif atau justru berbentuk ideologi positif demi kemajuan dalam berkehidupan?

Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah dan Contoh Liberalisme

Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah dan Contoh Liberalisme

Tidak bisa dinafikkan, kalau istilah liberal telah menjadi momok bagi sekalangan orang. Bahkan, para agamawan beranggapan kalau paham ini dilarang untuk dijadikan pola pikir umat. Sengeri itukah paham liberalis?

Baca Juga : Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Komunis

Nah, untuk menjawab semuanya pertanyaan tersebut berikut ini sengaja kami angkat artikel tentang liberalisme lengkap dengan ciri ciri, sejarah dan contoh contoh paham liberal.

PENGERTIAN LIBERALISME

Menurut arti bebasnya, liberalisme adalah sebuah aliran pemikiran atau paham yang menjadikan kebebasan sebagai nilai terpenting di dalam kehidupan. Paham ini muncul di jaman pertengahan ketika eropa masih menjadi benua yang iklim masyarakatnya masih feodal dan termarginalkan.

Paham ini digunakan oleh para liberalis untuk membebaskan pemikiran masyarakat dari kungkungan elit kekuasaan dengan menganggap kebebasan adalah hak asasi manusia yang senantiasa dinamis dan berkembang.

Konsep konsep liberalisme mulai masuk ke dalam dinamika politik, kebudayaan hingga kehidupan beragama. Padahal, di awal kemunculannya, paham liberalisme ini hanya ditujukan untuk mengubah paradigma sosial ekonomi di masa itu.

Nah, dari deskripsi singkat diatas, bisa kami simpulkan kalau pengertian liberalisme adalah ideologi atau aliran pemikiran yang menomersatukan kebebasan di dalam segala hal yang disandarkan pada argumentasi tentang hak asasi manusia yang selalu bergerak dinamis  tanpa bisa diikat oleh jenis kekuasaan apapun.

CIRI CIRI LIBERALISME

Di dunia ini terdapat aneka macam aliran pemikiran seperti pemikiran islam, komunisme dan liberalisme. Nah, pada uraian berikut ini kami akan menjelaskan ciri ciri liberalisme yang membedakannya dengan dua aliran lainnya.

  1. Kebebasan Individu Prioritas Utama

Negara yang menggunakan ideologi liberalisme, bisanya menjadikan kebebasan individu sebagai prioritas utama. Mereka berhak melakukan apapun selama itu tidak melanggar hukum negara. Bahkan, mereka bisa mengatur sistem ekonomi mereka sendiri tanpa campur tangan pemerintah.

  1. Setiap Individu Memiliki Hak yang Sama

Di dalam sistem liberal, semua individu memiliki kebebasan yang sama. Mereka boleh berjuang  secara sehat dan kompetitif untuk pemenuhan kebutuhan mereka sendiri. Sedangkan bagi yang kalah berjuang boleh mundur. Dalam hal ini, pemerintah tidak memiliki hak untuk mengatur urusan individualistik mereka.

  1. Negara Hanya Instrumen Pendukung Saja

Para penganut paham liberal memiliki anggapan kalau kesuksesan mereka ditentukan oleh kerja keras mereka sendiri.  Bagi mereka, pemerintah hanyalah instrumen pendukung yang akan mereka dekati jika, perjuangan mereka menemui kebuntuan atau kegagalan.

  1. Kebijakan Pemerintah Terbatas

Di dalam sistem liberal, pemerintah masih memiliki wewenang mengeluarkan kebijakan untuk rakyatnya. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan hak individu. Jika terjadi pertentangan, chaos hingga kudeta menjadi solusi akibat kemarahan masyarakat kepada pemerintahnya.

SEJARAH LIBERALISME

Mengurai sebuah paham pemikiran atau ideologi kurang pas kiranya jika tidak ditelisik dari sejarah kemunculannya. Begitu juga dengan ideologi liberalisme yang katanya penuh dengan intrik dan konflik nan panjang.

Pertama kali kata liberalisme muncul adalah ketika terjadi protes keras dari para kaum borjuis di Prancis pada abad ke 18. Protes ini muncul akibat kesenjangan politik luar negeri perancis yang sangat kentara di kala itu.

Bahkan pemerintah prancis memetakan status rakyatnya menjadi dua bagian yang disebut kaum padri yang didalamnya ada pemerintah, tokoh agama dan bangsawan sedangkan yang kedua disebut kaum borjuis yang didalamnya ada orang orang biasa.

Nah, pada konsep ini, kaum padri mengakuisasi semua hak sedangkan kaum borjuis tidak mendapatkan hak apapun. Bahkan mereka diperlakukan seperti budak di negeri mereka sendiri. Terutama dalam urusan ekonomi perdagangan.

Setelah protes terjadi bertahun tahun, dengan korban jiwa dan harta sudah tak terhitung, barulah pada tahun 1870 Perancis menerima tuntutan para borjuis menyamakan hak individu untuk memenuhi kebutuhan ekonominya sendiri tanpa campur tangan pemerintah.

Akhirnya perancis pun sepakat menggunakan sistem liberal sebagai ideologi negara yang mana kebijakan ini pun ditiru oleh banyak negara lainnya.

CONTOH PEMIKIRAN LIBERALISME

Nah pada bahasan yang terakhir akan kami berikan beberapa contoh paham liberalisme yang sering terjadi di negara negara berkembang.

  1. Perusahaan besar Sebagai Penentu Kemajuan perekonomian Negara
  2. Agama tidak boleh mencampuri urusan politik dalam bernegara
  3. Pemerintah tidak boleh mencampuri urusan rakyat dalam berkeyakinan
  4. Utamakan Hak Asasi Manusia diatas segalanya

Itulah pengertian paham liberalisme yang diulas secara lengkap dengan ciri ciri, sejarah hingga beberapa contoh pemikirannya. Semoga anda bisa memonitor sendiri, bagaimana efek positif dan negatifnya jika ideologi ini diadaptasi oleh masyarakat dan pemerintah di negara kita.

Baca Juga : Pengertian, Tujuan, dan Ciri Kapitalisme

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *