Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian dan Definisi Pestisida Selektif

Pengertian dan Definisi Pestisida selektif – Jika kehidupanmu dekat dengan sekali kehidupan pertanian, pasti sudah tidak asing dengan pestisida. Salah satu bahan yang berasal dari zat kimia untuk mengontrol hama penyerang lahan pertanian.

Pengertian dan Definisi Pestisida Selektif

Pengertian dan Definisi Pestisida Selektif

Namun, penggunaan pestisida ini tidak boleh sembarangan, karena jika asal memilih pestisida bisa saja dapat merusak lingkungan.

Penggunaan pestisida harus sesuai dengan prinsip utama Pengendalian Hama Terpadu atau PHT.

Pestisida selektif sendiri memiliki pengertian pestisida yang memiliki pengaruh maksimum hanya terhadap organisme sasaran dan pengaruh minimum terhadap sekitarnya seperti manusia, hewan dan serangga yang bermanfaat dalam sebuah ekosistem.

Sehingga bisa dikatakan, pestisida selekstif adalah sebuah pemilihan pestisida sesuai dengan sasarannya.

Misalnya ketika ada serangga yang menyerang lahan pertanian, maka pestisida yang harus dipilih adalah insektesida, bukan fungisida. Pestisida selektif dibagi menjadi 2 macam, diantaranya  :

  1. Selektif fisiologi

Pemilihan pestisida berdasarkan karakter khas dari si pestisida tersebut. Misalnya, untuk mengontrol serangan hama kutu daun Myzus, ulat Spodoptera, Tungau (mite), Thrips dan penggorok Liriomyza maka dibutuhkan insektisida berbahan aktif abamektin.

Sedangkan untuk mengontrol serangan penyakit bercak daun Alternatif, busuk daun Phythoptora, dan pantek (antraknosa) dibutuhkan fungisida berbahan aktif klorotalonil. Baca Juga : Pengertian Contoh dan Fungsi Hutan Heterogen

  1. Selektif ekologi

Pemilihan pestisida berdasarkan pengetahuan ekologi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

OPT sendiri adalah semua organisme – organisme yang dapat mengganggu, merusak dan menyebabkan kematian pada tanaman, seperti hama , patogen dan gulma.

Pestisida selektif ekologi dapat di terapkan dengan dasar ambang pengendalian hama, perlakuan benih, penggunaan pestisida dan sebagainya.

Misalnya, ketika terjadi serangan hama Thrips maka akan dilakukan pengendalian pada hama ketika populasi nimfa sudah mencapai 10 ekor per daun atau sudah terjadi kerusakan sudah mencapai 15 % pada tanaman.

Dari beberapa penjelasan di atas, pestisida berspekrum luas bisa memanfaatkan selektif ekologi.

Namun, jika dikaitkan dengan konsep PHT, pestisida selektif ekologi dan fisiologi harus digunakan secara bersamaan, karena penggunaan pestisida berdasarkan PHT hanya ketika benar – benar dibutuhkan setelah proses pengamatan egroekosistem.

Di sisi lain, cara ini juga mengurangi gangguan terhadap lingkungan walaupun sangat kecil. Berikut ini kaidah penggunaan pestisida selektif berdasarkan konsep PHT :

  1. Tepat sasaran

Pertama kali yang harus diketahui adalah jenis OPT secara cepat. Sehingga pestisida yang digunakan akan tepat sasaran. Misalnya OPT tersebut serangga, maka harus di pilih insektisida.

  1. Tepat jenis

Setelah sasaran sudah diketahui, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah pilih pestisida berdasarkan OPT.

Misalnya memilih insektisida Lufenuron atau Sihalotrin jika penyerangnya adalah ulat grayak atau Spodoptera litura.

  1. Tepat waktu

Karena keberadaan OPT belum tentu menimbulkan kerugian dari segi lingkungan maupun ekonomis, maka penggunaan pestisida harus melalui pengamatan secara rutin.

Jika memang sudah mencapai ambang pengendalian dan menimbulkan kerugian maka segera dilakukan penyemprotan dengan pestisida.

Cara ini bisa dilakukan pagi atau malam tergantung jenis OPT dan tanaman yang diserang.

  1. Tepat dosis atau konsentrasi

Dosis adalah banyaknya pestisida yang digunakan dalam satuan luas, sedangkan konsentrasi adalah takaran pestisida yang dilarutkan dalam bahan pelarut.

Penggunaan pestisida dosis dan konsentrasinya harus sesuai, jika kurang atau berlebihan dari takaran akan memacu OPT baru yang resisten terhadap pestisida yang digunakan pada waktu tersebut.

  1. Tepat cara penggunaan

Penggunaan pestisida selektif akan efektif jika cara penggunaan pestisida sudah sesuai dengan cara penggunaan yang juga ditentukan oleh keadaan cuaca, peralatan dan cara penyemprotan pestisida. Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Teratai

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018