Pengertian, Ciri dan Masa Pubertas

Pengertian, Ciri dan Masa Pubertas – Setiap manusia pasti mengalami perkembangan serta pertumbuhan dari masa ke masa. Dari masa kanak-kanak yang penuh dengan imajinasi dan kemudian tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan semakin matang dengan seiring berjalannya waktu.

Pengertian, Ciri dan Masa Pubertas

Pengertian, Ciri dan Masa Pubertas

Berbicara masalah pertumbuhan seorang anak menjadi seorang dewasa tak lengkap jika tidak turut membicarakan masa pubertas.

Untuk mengetahui masalah pubertas, berikut adalah pengertian, ciri dan tahapan masa pubertas yang akan dialami oleh seorang anak.

Pengertian Pubertas

Pada tahun 2000, Styne menjelaskan bahwa pubertas adalah masa transisi dari masa anak ke masa dewasa, yang ditandai dengan munculnya tanda-tanda seksual sekunder dan kemampuan bereproduksi dengan ditandai dengan perubahan hormonal, perubahan fisik, maupun perubahan psikologis dan sosial.

Adapun pendapat lain yang menjelaskan bahwa pubertas atau puber berasal dari kata latin Pubescere berarti mendapat pubes atau rambut kemaluan yaitu suatu tanda kelamin sekunder yang menunjukkan perkembangan seksual.

Sedangkan menurut Chaplin (1993: 408) menjelaskan bahwa pubertas adalah periode-periode kehidupan dimana terjadi kematangan organ-organ seks mencapai tahap menjadi fungsional terhadap variasi yang jelas sekali diantara individu-individu yang berbeda.

Umumnya, usia akhir periode untuk anak perempuan adalah  saat menginjak usia 13 tahun sementara pada anak laki-laki saat menginjak usia 14 tahun.

Pubertas bukanlah suatu peristiwa yang tiba-tiba terjadi, akan tetapi merupakan suatu refleksi maturasi yang bertahap dari aksis hipotalamus-hipofisisgonad yang dimulai sejak masa janin sampai masa pubertas, dimana tiap periode mempunyai karakteristik tertentu.

Ciri-Ciri Pubertas

Seorang anak yang mengalami masa pubertas selama dua tahun atau kurang dianggap sebagai anak yang cepat matang, sedangkan yang memerlukan tiga sampai empat tahun untuk menyelesaikan peralihan menjadi dewasa atau menyelesaikan masa puber dianggap sebagai anak yang lambat matang.

Untuk peralihan itu sendiri, anak perempuan cenderung lebih cepat matang dibandingkan anak laki-laki.

Adapun beberapa ciri yang menjadi tanda bahwa seorang anak sedang menjalani masa pubertas adalah sebagai berikut :

  1. Mencari pergaulan di luar lingkungan keluarga. Dengan kata lain, usaha melepaskan diri dari ikatan keluarga.
  2. Minat subjektif dan sosial, timbul ke dalam batin diri sendiri.
  3. Kepribadian tumbuh dan si anak yang menjalani masa puber menemukan diri sendiri, ia mulai meneliti kehidupannya.
  4. Penemuan nilai-nilai hidup,
  5. Sikapnya menjadi emosional.
  6. Daya pikir melepaskan sifat-sifat konkret dan menuju sifat-sifat abstrak.
  7. Perkembangan anak laki-laki dengan anak perempuan berbeda.
  8. Anak yang sedang puber mengalami sikap ketidak-tenangan, tidak seimbang dan menunjukkan sifat yang bertentangan.

Sementara terdapat perbedaas ciri fisik yang menandai bahwa seorang anak sedang mengalami masa pubertas antara laki-laki dan perempuan. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut

Anak laki-laki yang sedang pubertas :

  • Mulai menghasilkan cairan sel sperma
  • Mengalami mimpi basah
  • Anak laki-laki dadanya bertambah dengan otot-otot yang kuat
  • Mulai tumbuh rambut-rambut di bagian-bagian tertentu.
  • Anak laki-laki lebih banyak bernafas dengan perut.
  • Suara mulai berubah menjadi lebih besar atau parau.
  • Wajah anak laki-laki lebih tampak persegi.
  • Motorik anak (cara bergerak) mulai berubah, sehingga cara berjalan anak laki-laki mengalami perubahan. Anak laki-laki tampak lebih kaku dan kasar.
  • Mulai suka menghias diri.
  • Sikap batinnya kembali mengarah ke dalam, yang menimbulkan rasa percaya diri.
  • Perkembangan tubuhnya mencapai kesempurnaan dan kembali harmonis.

Anak perempuan yang sedang pubertas :

  • kelenjar kelaminnya mulai bisa menghasilkan sel telur.
  • Mengalami menstruasi.
  • anak perempuan pinggulnya mulai melebar.
  • Mulai tumbuhnya rambut-rambut pada bagian-bagian tertentu.
  • Anak perempuan lebih banyak bernafas dengan dada.
  • Suara mulai berubah menjadi lebih besar atau parau.
  • Wajah anak perempuan lebih tampak membulat.
  • Motorik anak (cara bergerak) mulai berubah, sehingga cara berjalan anak perempuan tampak lebih canggung.
  • Mulai suka menghias diri, berusaha menarik perhatian dengan memamerkan segala perkembangannya, tetapi dengan malu-malu.
  • Sikap batinnya kembali mengarah ke dalam, yang menimbulkan rasa percaya diri.
  • Perkembangan tubuhnya mencapai kesempurnaan dan kembali harmonis.

Tahapan Masa Pubertas

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian pertama, masa pubertas bukanlah suatu peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan suatu peristiwa yang berlangsung melalui tahapan-tahapan.

Masa pubertas sendiri terjadi melalui 3 tahap, yaitu masa Pra-Pubertas, Pubertas dan Pasca Pubertas yang dijelaskan sebagai berikut :

  1. Masa Pra-pubertas : adalah periode sekitar 2 tahun sebelum pubertas ketika anak pertama kali mengalami perubahan fisik yang menandakan kematangan seksual.
  2. Masa Pubertas : adalah titik pencapaian kematangan seksual, ditandai dengan keluarnya darah menstruasi pertama kali pada remaja putri sedangkan pada remaja putra indikasi seksualitasnya kurang jelas.
  3. Masa Pasca Pubertas : adalah periode 1-2 tahun setelah masa pubertas, ketika pertumbuhan tulang telah lengkap dan fungsi reproduksinya terbentuk dengan cukup baik.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *