Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, dan Faktor Yang Menyebabkan Warna Tanah Berbeda-beda

Pengertian, dan Faktor Yang Menyebabkan Warna Tanah Berbeda-beda – Warna tanah biasanya adalah hal pertama yang diperhatikan orang. Namun biasanya ini hanya lapisan tanah teratas tetapi tidak mencerminkan seluruh tanah.

Tanah lapisan atas biasanya lebih gelap dari lapisan bawah karena ini adalah tempat bahan organik terakumulasi.

Pengertian, dan Faktor Yang Menyebabkan Warna Tanah Berbeda-beda

Pengertian, dan Faktor Yang Menyebabkan Warna Tanah Berbeda-beda

Warna bisa menjadi indikator yang berguna untuk beberapa sifat umum tanah, serta beberapa proses kimia yang terjadi di bawah permukaan.

Warna tanah tidak mempengaruhi perilaku dan penggunaan tanah; Namun, ini bisa menunjukkan komposisi tanah dan memberi petunjuk pada kondisi dimana tanah tersebut berada.

Baca Juga : Pengertian, Dampak dan Penyebab Terjadinya Polusi Tanah

Tanah dapat menunjukkan berbagai warna; abu-abu, hitam, putih, merah, coklat, kuning dan di bawah kondisi tertentu berwarna hijau. Variasi warna tanah sering mengidentifikasi jenis tanah tertentu.

Perkembangan dan distribusi warna di tanah dihasilkan dari pelapukan kimia dan biologi, terutama reaksi redoks.

Mineral utama dalam tanah dan cuaca menyebabkan unsur-unsur bergabung menjadi senyawa baru dan menghasilkan tanah yang berwarna-warni. Warna tanah biasanya dipengaruhi oleh 3 pigmen utama:

  • hitam — dari bahan organik
  • merah — dari oksida besi dan aluminium
  • putih — dari silikat dan garam.

Warna tanah terutama dipengaruhi oleh mineral yang ada dan oleh kandungan bahan organik.

Tanah kuning atau merah menunjukkan adanya oksida besi oksida yang teroksidasi.

Warna coklat gelap atau hitam di tanah menunjukkan bahwa tanah memiliki kandungan bahan organik yang tinggi. Tanah basah akan tampak lebih gelap daripada tanah kering.

Keberadaan air juga mempengaruhi warna tanah dengan mempengaruhi laju oksidasi. Tanah yang memiliki kandungan air tinggi akan memiliki sedikit udara di dalam tanah, khususnya kurang oksigen.

Di tanah yang cenderung kering  (dan karena itu lebih kaya akan oksigen), umumnya tanah akan berwarna merah dan coklat yang disebabkan oleh oksidasi.

Berlawanan dengan tanah basah (oksigen rendah) dimana tanah biasanya tampak abu-abu atau kehijauan karena kehadiran oksida besi (besi) yang berkurang.

Kehadiran mineral lain juga bisa mempengaruhi warna tanah. Oksida mangan menyebabkan warna hitam, glauconite membuat tanah hijau, dan kalsit bisa membuat tanah di daerah gersang tampak putih. Bahan organik cenderung membuat warna tanah menjadi lebih gelap.

Humus, tahap akhir dari pemecahan masalah organik adalah hitam. Sepanjang tahap kerusakan materi organik, warna yang diberikan ke tanah bervariasi dari coklat sampai hitam.

Kandungan natrium mempengaruhi kedalaman warna bahan organik dan oleh karena itu tanah.

Sodium menyebabkan bahan organik (humus) menyebar lebih mudah dan menyebar di atas partikel tanah, membuat tanah terlihat lebih gelap (hitam).

Berikut merupakan penjabaran lebih ringkas mengenai berbagai warna tanah, jenis dan karakteristik tanah, dan implikasinya.

1). Warna tanah – Hitam

Jenis dan karakteristik tanah : Tanah-tanah ini sering dikaitkan dengan tingkat organik yang tinggi materi (gambut). Implikasi:

  • masalah genangan air atau drainase
  • pH rendah
  • denitrifikasi tinggi

2). Warna tanah – Hitam

Jenis dan karakteristik tanah : Vertosol (tanah liat retak) Implikasi:

  • Kemampuan kerja tanah dan masalah persiapan lahan

3). Warna tanah – Putih / pucat / dikelantang

Jenis dan karakteristik tanah : Tanah-tanah ini sering disebut sebagai pemutihan atau ‘dicuci’. Partikel besi dan mangan telah tercuci karena tingginya curah hujan atau drainase. Implikasi:

  • pencucian nutrisi
  • air tanaman tersedia rendah

4). Warna tanah – Merah

Jenis dan karakteristik tanah : Warna ini menunjukkan drainase yang baik. Besi yang ditemukan di dalam tanah lebih mudah teroksidasi karena kandungan oksigen yang lebih tinggi.

Hal ini menyebabkan tanah untuk mengembangkan warna ‘berkarat’. Warnanya bisa lebih gelap karena bahan organik. Implikasi:

  • fiksasi fosfor tinggi
  • air tanaman tersedia rendah

5). Warna tanah – Kuning sampai kuning kecoklatan

Jenis dan karakteristik tanah : Tanah ini sering memiliki drainase yang lebih buruk daripada tanah merah. Senyawa besi di tanah ini dalam bentuk terhidrasi dan karena itu tidak menghasilkan warna ‘berkarat’. Implikasi:

  • fiksasi fosfor sedang
  • air tanaman tersedia rendah
  • pemadatan

6). Warna tanah – Coklat

Jenis dan karakteristik tanah : Tanah terkait dengan tingkat bahan organik moderat dan oksida besi. Implikasi:

  • fiksasi fosfor rendah sampai sedang
  • air tanaman rendah sampai sedang tersedia

7). Warna tanah – Abu-abu / hijau

Jenis dan karakteristik tanah : Tanah ini terkait dengan drainase atau genangan air yang sangat buruk. Kurangnya udara di tanah ini memberikan kondisi untuk besi dan mangan untuk membentuk senyawa yang memberikan warna tanah mereka. Implikasi:

  • masalah genangan air atau drainase
  • risiko denitrifikasi tinggi
  • bahaya emisi metana

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018