Pengertian Penyakit Nefritis : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Pengertian Penyakit Nefritis : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Nefritis – Nefritis adalah kondisi dimana nefron, unit fungsional ginjal, telah mengalami inflamasi.

Pengertian Penyakit Nefritis : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Pengertian Penyakit Nefritis : Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Inflamasi ini dikenal dengan sebutan glomerulonephritis, yang dapat mempengaruhi fungsi ginjal.

Ginjal merupakan organ berbentuk menyerupai kacang merah yang melakukan penyaringan terhadap darah yang bersirkulasi di dalam darah untuk menghilangkan kelebihan air dan produk buangan dari ginjal.

Terdapat beberapa jenis nefritis dengan beragam penyebab. Beberapa jenis nefritis terjadi secara tiba-tiba, dan beberapa nefritis telah berkembang menjadi kondisi kronis dan membutuhkan manajemen berkelanjutan.

Jenis Nefritis Akut

Berikut ini adalah beberapa jenis nefritis akut, yaitu:

  • Nefritis interstisial

Pada nefritis interstisial, ruang antara tubulus ginjal mengalami inflamasi. Inflamasi akan mengakibatkan ginjal  membengkak.

  • Pielonefritis

Pielonefritis adalah inflamasi yang terjadi pada ginjal, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Pada kebanyakan kasus, infeksi akan dimulai di dalam kantung empedu dan bermigrasi ke ureter dan kemudian menuju ginjal.

Ureter memiliki dua saluran yang akan mentransportasikan urine dari setiap ginjal menuju kandung kemih.

  • Glomerulonefritis

Glomerulonephritis menyebabkan terjadinya inflamasi pada glomerulus. Terdapat berjuta-juta kapiler di dalam setiap ginjal.

Glomerulus merupakan kapiler kecil yang akan mentransportasikan darah dan bertindak sebagai unit penyaringan.

Kerusakan dan inflamasi pada glomerulus mungkin akan mengakibatkan penyaringan tidak bekerja secara maksimal.

Anatomi Ginjal

Ginjal merupakan organ dengan dua bentuk kacang yang terletak di punggung belakang bagian bawah. Setiap ginjal mengandung 1 juta nefron, unit penyaring ginjal.

Pada setiap nefron, terdapat dua tahap proses pembersihan yang dibutuhkan untuk memisahkan nutrient yang dibutuhkan dari produk buangan.

Di dalam nefron, terdapat sekumpulan pembuluh darah kecil yang dikenal sebagai glomerulus.

Glomerulus akan menyaring darah sehingga akan menghilangkan berbagai cairan dan produk buangan melalui urine.

Tahap pertama, yaitu glomerulus akan menangkap sel darah dan protein, mengirimkan air dan buangan menuju filter kedua, yang dikenal sebagai tubulus.

Tubulus akan menangkap mineral dan protein ekstra. Setelah itu, material buangan akan meninggalkan tubuh melalui urine.

Pada penderita nefritis, baik tubulus dan jaringan sekitarnya akna mengalami inflamasi, yang akan mengarah pada kerusakan ginjal.

Kerusakan ginjal seringkali menyebabkan ginjal tidak mampu berfungsi dengan kapasitas penuh.

Buangan akan menumpuk dan menyebabakn gangguan jantung yang serius. Apabila kondisi ini semakin bertambah parah atau tetap bertahan,  maka akan mengakibatkan gagal jantung.

Setiap harinya, ginjal akan menyaring darah sebanyak 150 kuart.

Penyebab Nefritis

Penyebab nefritis ada bermacam-macam. Pada beberapa kasus, penyebab nefritis tidak diketahui secara pasti.

Nefritis dan penyakit ginjal seringkali merupakan penyakit turunan di dalam keluarga. Beberapa infeksi seperti HIV, hepatitis B atau hepatitis C seringkali dapat menyebabkan nefritis.

Bahkan, kerusakan ginjal juga dapat terjadi karena penggunaan obat, seperti antibiotik.

Kerusakan ginjal seringkali akan mengakibatkan terjadinya nefritis. Terlalu banyak mengonsumsi pelega nyeri, obat antiinflamasi non steroid (AINS), atau pil diuretic seringkali mengakibatkan terjadinya nefritis.

Hal ini seringkali disebabkan oleh reaksi sistem tubuh terhadap berbagai produk di dalam tubuh.

Sistem imun tubuh ini seringkali mengakibatkan antibodi menyerang bakteri atau racun di dalam tubuh. Bahkan, antibodi ini juga kerap kali menyerang ginjal dan nefron sehingga mengakibatkan pembengkakan ginjal.

Faktor Risiko Nefritis

Berikut ini adalah faktor risiko penyakit ginjal yang cukup penting yaitu:

  • Riwayat penyakit ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Penyakit jantung
  • Pasien yang berusia 60 tahun ke atas

Gejala Nefritis

Gejala nefritis tidak tampak terlalu parah pada awal tahap penyakit. Berikut ini adalah beberapa gejala yang mengindikasikan bahwa seseorang menderita nefritis adalah:

  • Perubahan dalam kebiasaan urinasi
  • Pembengkakan pada bagian tubuh, khususnya pada tangan, kaki, tumit, dan wajah
  • Perubahan pada warna urine
  • Urine yang berbusa
  • Ditemukannya darah pada urine

Diagnosis Nefritis

Pada beberapa kasus, dokter akan mendeteksi nefritis melalui pengujian urin dan darah secara rutin.

Ditemukannya protein di dalam urine akan mengindikasikan bahwa ginjal tidak bekerja dengan baik.

Uji darah juga akan menentukan terdapatnya produk buangan di dalam darah, yang dikenal sebagai kreatinin, sebagai informasi kesehatan ginjal.

Namun, biopsy adalah cara terbaik untuk memeriksa kondisi nefritis. Dokter akan memindahkan potongan bagian ginjal dengan jarum dan mengirimkannya ke laboratorium untuk analisis.

Pengobatan Nefritis

Pengobatan nefritis seringkali bervariasi bergantung pada penyebab dan jenisnya.

Nefritis akut terkadang dapat sembuh tanpa diberikan pengobatan. Namun, seringkali nefritis membutuhkan obat dan prosedur khusus yang menghilangkan kelebihan cairan dan protein berbahaya dari dalam tubuh.

Pengobatan terhadap nefritis kronis seringkali melibatkan pengecekan secara rutin terhadap kondisi ginjal dan monitoring tekanan darah.

Dokter seringkali meresepkan pil diuretic untuk mengontrol tekanan darah dan mengurangi berbagai kondisi pembengkakan pada tubuh.

Baca Juga :

Dokter juga akan menyarankan seseorang yang mengalami infeksi ginjal untuk mengonsumti makanan yang dapat melindungi ginjal. Diet khusus yang sesuai umumnya rendah protein, garam, dan kalium.

Pencegahan Nefritis

Meskipun tidak mungkin mencegah nefritis, beberapa gaya hidup akan dapat mengurangi risiko pada beberapa orang. Cara mencegah terjadinya nefritis adalah:

  • Menjaga berat badan sehat dan normal
  • Berhenti merokok
  • Menjaga tekanna darah dan gula darah dalam batas rentang yang normal
  • Berolahraga secara rutin

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..