Pengertian Perilaku Konsumen Adalah : Jenis, Faktor dan Proses Mengenalinya

Diposting pada

Pengertian Perilaku Konsumen Adalah : Jenis, Faktor dan Proses Mengenali Prilaku Konsumen – Istilah konsumen tentunya sudah tidak begitu asing lagi bagi Anda, apalagi di dunia bisnis, konsumen ini memiliki peran yang sangat penting di dalam kelancaran usaha yang tengah digeluti, mengingat mereka inilah yang nantinya akan menggunakan barang atau jasa tersebut, baik itu nantinya akan digunakan untuk diri sendiri, keluarga atau dipakai untuk orang lain.

Pengertian Perilaku Konsumen Adalah : Jenis, Faktor dan Proses Mengenali Prilaku Konsumen
Pengertian Perilaku Konsumen Adalah : Jenis, Faktor dan Proses Mengenali Prilaku Konsumen

Sehingga semakin banyak konsumen yang memakai barang atau jasa mereka tentunya akan membuat usaha tersebut semakin berkembang, begitu juga dengan sebaliknya. Lalu apa sebenarnya yang disebut sebagai perilaku konsumen?

Pengertian perilaku konsumen

Consumer behavior atau yang dikenal juga sebagai perilaku konsumen adalah suatu proses atau kegiatan, dimana seseorang atau konsumen tersebut tengah mencari, memilah, membeli dan juga menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka tersebut.

Dengan tujuan untuk mendapatkan barang atau jasa yang terbaik sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada dasarnya setiap orang memang memiliki kecenderungan untuk memilah-milih barang maupun jasa sebelum memakainya, sehingga nantinya dapatkan yang terbaik atau tidak akan kecewa.

Banyak hal yang nantinya akan jadi pertimbangan mereka sebelum nantinya memutuskan untuk membeli atau menggunakan sebuah barang atau jasa.

Sebelum nantinya akan memutuskan untuk membelinya, pertimbangan-pertimbangan inilah yang termasuk dalam komponen perilaku konsumen.

Tak hanya melihat dari segi harga saja, melainkan juga faktor-faktor yang lainnya, sehingga mereka tidak merasa dirugikan.

Adapun juga pengertian perilaku konsumen ini menurut beberapa ahli, diantaranya adalah menurut Schiffman dan Kanuk, dimana perilaku konsumen ini dimaknai sebuah proses yang dilalui oleh seseorang atau konsumen dalam mencari, membeli ataupun juga menggunakan hingga mengevaluasi barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dari orang tersebut.

Sedangkan menurut Engle, Blackwell dan juga Miniard perilaku konsumen ini diartikan sebagai tindakan terhadap barang maupun jasa, dimana didalamnya terdapat proses untuk mengawali da juga diakhiri dengan sebuah keputusan untuk tindakan pembelian tersebut.

Tindakan-tindakan ini dilakukan dengan terlibat secara langsung dalam proses memperoleh, mengkonsumsi hingga membuang suatu barang ataupun jasa.

Menurut Mowen, perilaku konsumen adalah aktivitas ketika seseorang mendapatkan, kemudian mengkonsumsi atau membuang barang atau jasa tersebut pada saat proses pembelian.

Kemudian The American Marketing Association sendiri juga memaknai perilaku konsumen sebagai proses membagi interaksi dinamis dari sebuah pengaruh dan juga kesadaran, perilaku hingga lingkungan, dimana seseorang tersebut nantinya akan melakukan sebuah aspek pertukaran kehidupan.

Jenis-jenis perilaku konsumen

Perilaku konsumen ini sendiri nantinya juga akan dibagi kedalam beberapa jenis, berikut ini hendaknya yang harus Anda ketahui, yaitu:

1). Konsumen rasional

Bisa dikatakan bahwa konsumen yang cerdas adalah mereka yang rasional sebelum memutuskan untuk membeli barang atau menggunakan sebuah jasa.

Karena nantinya mereka akan mengedepankan berbagai macam aspek sebelum memutuskan untuk membeli barang atau jasa tersebut, seperti diantaranya adalah dengan memikirkan mengenai keuangan atau harga barang, apakah itu termasuk dalam kebutuhan yang sifatnya pokok atau tidak, hingga melihat dari nilai kegunaan produk tersebut.

Secara umum ada beberapa ciri terkait dengan konsumen yang rasional ini, diantaranya adalah:

  • Hanya membeli produk atau menggunakan jasa sesuai dengan kebutuhannya, mereka yang berpikir secara rasional nantinya akan mempertimbangkan apakah barang atau jasa yang aka dibeli tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak. Jika seandainya tidak tentunya akan menghindari untuk membeli. sebaliknya jika seandainya barang atau jasa tersebut dibutuhkan maka akan dibeli, namun sesuai dengan porsi kebutuhannya saja atau tidak berlebih. Sehingga meskipun terkadang ada tawaran menggiurkan seperti diantaranya adalah diskon besar-besaran, namun konsumen rasional akan berpikir dua kali, jika seandainya barang tersebut memang tidak dibutuhkan, tentunya mereka juga tidak akan membelinya.
  • Produk baik itu barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen tersebut nantinya akan memberikan nilai manfaat atau kegunaan bagi mereka, sehingga nantinya tidak terbuang sia-sia atau asal mengeluarkan uang saja. Tentunya akan ada imbal balik yang diberikan kepada mereka.
  • Membeli produk yang sudah terjamin kualitas dan mutunya, karena mempertimbangkan banyak aspek, maka konsumen yang rasional nantinya akan mendapatkan barang yang benar-benar kualitasnya bagus atau terjamin, sehingga nilai manfaat yang diberikan juga lebih optimal.
  • Hanya membeli produk yang sesuai dengan kemampuan keuangan mereka, ciri yang lainnya adalah melihat dari segi budget, dimana mereka tidak akan sembarangan di dalam membeli barang atau jasa tersebut, karena melihat kondisi keuangan, tidak akan membeli yang melebihi budget yang dimiliki.

2). Konsumen irasional

mungkin Anda pernah menjadi bagian dari konsumen yang satu ini, yaitu mereka yang sangat mudah sekali terbujuk atau tergiur dengan iming-iming seperti diantaranya adalah potongan harga atau diskon besar-besaran, padahal sebenarnya tidak terlalu membutuhkan barang tersebut, namun pada akhirnya tetap akan membelinya juga, karena iming-iming atau strategi marketing yang dilakukan oleh perusahaan penawar barang atau jasa tersebut.

Baca Juga : Pengertian Marketing

Adapun beberapa ciri dari konsumen irrasional ini, diantaranya adalah:

  • Mudah terpengaruh oleh iklan dan promosi, jika seandainya Anda termasuk orang yang akan langsung tergiur dengan hanya melihat iklan lewat media elektronik cetak ataupun media yang lainnya maka sebenarnya tergolong sebagai konsumen irasional, karena mereka sangat mudah tertipu bujukrayu dari iklan tersebut. Karena disini konsumen irasional memang sudah tidak lagi mengandalkan akal sehatnya.
  • Membeli barang berdasarkan popularitas atau merk, bukan dari kegunaannya, banyak orang yang rela mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah, hanya untuk membeli satu buah pakaian, padahal ada banyak sekali pakaian lain yang dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan produk bermerk tersebut. Ini menandakan mereka adalah konsumen yang irasional, karena lebih mengutamakan merknya jika dibandingkan dengan nilai manfaat yang bisa didapatkan dari barang tersebut, padahal sebenarnya dari segi fungsi sama saja.
  • Kecenderungan membeli barang dikarenakan prestige atau gengsi, banyak sekarang ini kalangan yang membeli atau menggunakan sebuah jasa yang terkenal karena gengsi dengan teman-temannya yang juga memakai barang ataupun jasa terkenal tersebut. Padahal ada barang lain yang sama dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan produk tersebut.

Selain itu juga ada pembagian lain terkait dengan jenis-jenis konsumen ini yang harus Anda ketahui, yaitu:

1). Konsumen yang berpatokan pada harga

yaitu mereka yang kecenderungannya membeli sesuatu didasarkan pada harga terlebih dahulu, akan disesuaikan apakah harga barang tersebut sesuai dengan keuangan yang dimiliki atau tidak.

Begitu pula ada yang rela membanding-bandingkan dari satu toko ke toko yang lainnya hanya untuk mendapatkan barang yang sama namun dengan harga terendah. Mereka dengan kecenderungan semacam ini akan mengeluarkan uang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan manfaat sebesar-besarnya.

2). Konsumen yang senang menjadi trend setter

yaitu kalangan yang senang menjadi pusat perhatian, dimana untuk itu mereka harus selalu mengikuti perkembangan apa saja yang ada saat ini dan selalu ingin jadi yang pertama dengan menggunakan produk-produk terbaru atau unik, seperti diantaranya adalah fashion item yang digunakan.

kemudian juga perangkat teknologi yang mereka pakai, dengan tujuan untuk membangga-banggakan dirinya sendiri dan dapat dijadikan sebagai role model untuk yang lainnya. Kalangan semacam ini biasanya identik dengan public figure.

  • Konsumen yang memilih menjadi followers, konsumen jenis ini memang kebalikan dibandingkan dengan mereka yang ingin menjadi trend setter, dimana mereka membeli barang atau menggunakan jasa dikarenakan sedang hits saat ini, sehingga ikut-ikutan dengan yang lainnya agar tidak ketinggalan zaman. Biasanya jenis konsumen semacam ini juga tergolong sebagai mereka yang irasional, karena tidak mengutamakan kebutuhan, melainkan lebih kepada ikut-ikutan trend.
  • Konsumen yang lebih mementingkan keuntungan, ini adalah konsumen yang cukup perhitungan di dalam membeli sebuah barang atau menggunakan jasa, mereka akan mengeluarkan uang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan, namun manfaat yang didapatkan nantinya akan tetap sama. Jenis yang satu ini tidak akan terpengaruh oleh faktor apapun, seperti diantaranya adalah mode, kemudian juga iklan, promosi dan yang lainnya. karena pada dasarnya mereka hanya akan mementingkan kebutuhannya saja.
  • Konsumen yang lebih mengutamakan kualitas, mereka tak hanya melihat dari murah atau mahalnya saja suatu produk, melainkan juga nilai pakainya, bisa berapa lama nantinya barang tersebut digunakan. Dengan alasan tersebut maka konsumen jenis ini juga tidak akan sungkan jika seandainya harus membayar dengan nilai lebih asal mendapatkan barang yang benar-benar berkualitas baik. Karena mereka juga akan merasa jika seandainya membeli produk yang berkualitas maka kedepannya juga akan meningkatkan usia pakainya, sebanding dengan apa yang sudah dikeluarkan.
  • Konsumen pemula, yaitu konsumen yang masih awam di dalam membeli, sehingga tidak akan banyak pertimbangan jika seandainya ingin membeli sesuatu atau menggunakan sebuah jasa. Mereka hanya akan membeli sebuah barang yang sesuai dengan keinginannya saja. Sehingga ketika akan membeli nantinya tidak akan ada terlalu banyak pertanyaan yang diberikan kepada penjualnya. Jadi ketika sudah merasa cocok dengan sebuah barang, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk segera membeli produk tersebut.
  • Konsumen jeli, mereka yang tergolong sebagai konsumen jeli akan mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk membeli barang atau menggunakan jasa tersebut. Dengan alasan agar tidak merugi setelah membelinya, seperti diantaranya adalah dengan membanding-bandingkan dari segi harga, kemudian juga kualitasnya, tak segan juga untuk melakukan tawar-menawar sehingga mendapatkan harga yang paling murah.
  • Pelanggan, konsumen yang satu ini sudah terlanjur percaya dengan satu merk atau toko tertentu, sehingga nantinya mereka akan loyal dengan hanya membeli barang tersebut hanya dari penjual yang sama secara terus-menerus, sehingga dapat dikatakan sebagai pelanggan yang setia.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen

Ternyata perilaku konsumen ini memang tidak datang dengan sendirinya, melainkan dipengaruhi oleh faktor, diantaranya adalah:

1). Faktor internal

dikenal juga sebagai faktor dalam diri konsumen atau seseorang itu sendiri, umumnya meliputi beberapa hal, seperti diantaranya adalah:

  • Motivasi, yaitu sebuah kegiatan yang ada dalam diri seseorang, dimana hal tersebut mendorong mereka untuk melakukan sebuah aktivitas atau tindakan tertentu, guna mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. Setiap orang memiliki motivasi yang berbeda-beda ketika ingin membeli sesuatu, entah itu untuk memenuhi kebutuhannya, atau sekedar digunakan sebagai salah satu cara agar terlihat lebih wah atau dipandang tinggi oleh orang lain.
  • Ekonomi, ini adalah faktor yang paling berkaitan dengan perilaku konsumen, dimana memang strata ekonomi mereka memang akan mempengaruhi kemampuan dalam membeli barang atau menggunakan sebuah jasa tertentu. Karena perbedaan strata ekonomi inilah mengapa banyak diantara perusahaan yang kemudian membuat sebuah barang atau jasa disesuaikan dengan segmennya masing-masing, apakah itu untuk kalangan menengah ke bawah atau untuk high end.
  • Sikap, yaitu sebuah tanggapan terhadap suatu rangsangan dari lingkungan mereka yang nantinya akan mengarahkannya untuk membeli atau menggunakan sebuah barang atau jasa atau tidak.

2). Faktor eksternal

selain faktor yang berasal dari dalam diri seseorang atau yang dikenal sebagai faktor internal. Maka juga ada faktor yang berasal dari luar atau lingkungan konsumen tersebut, meliputi:

  • Kebudayaan, yang pertama adalah budaya konsumen, berhubungan dengan lingkungan dimana mereka tinggal, biasanya didapatkan secara turun-temurun dan memang berkembang untuk jangka waktu yang cukup lama.
  • Kelompok sosial maupun kelompok referensi, kemudian faktor dari luar yang lainnya adalah diturunkan oleh kelompok sosial mereka, dimana seorang konsumen tersebut berinteraksi satu sama lain, sehingga nantinya akan membentuk kepribadian dan juga tingkat laku mereka, karena meniru lingkungan tersebut termasuk diantaranya adalah dalam menggunakan barang atau jasa.
  • Keluarga, keluarga ini termasuk lingkungan pertama dimana seseorang tersebut dibesarkan dan juga belajar, saat ayah dan ibu mereka memiliki kebiasaan membeli sesuatu melihat dari harga dengan mencari yang paling murah. Maka tidak menutup kemungkinan juga nantinya anak-anak mereka akan meniru perilaku tersebut. Dimana ketika akan membeli barang maka mereka akan mencari yang harganya paling murah.

Proses Mengenali Prilaku Konsumen

Lalu bagaimana caranya bisa mengenali perilaku konsumen tersebut? Ternyata ada beberapa proses yang dapat dilakukan untuk mengenali perilaku konsumen ini, berikut diantaranya:

  1. Mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan oleh calon konsumen tersebut, pada dasarnya setiap pembeli pastinya akan menanyakan beberapa hal sebelum memutuskan untuk membeli barang tersebut agar tidak salah pilih ataupun juga rugi, mulai dari kualitas produk hingga mungkin harganya.
  2. Mengidentifikasi pesona kelompok pembeli tersebut, pada dasarnya setiap pembeli memang akan dibedakan atas beberapa hal, seperti diantaranya adalah kelompok mereka, atau yang dilihat dari segi strata ekonominya juga, mereka yang ekonominya rendah tentunya kecil kemungkinan untuk membeli barang dengan harga mahal.
  3. Perbanyak informasi dari berbagai sumber, seperti diantaranya adalah dengan meningkatkan wawasan dari buku atau dengan berselancar lewat dunia maya. Sekarang dengan adanya perkembangan teknologi memang memungkinkan Anda untuk lebih mudah di dalam mencari atau menggali informasi apapun yang diinginkan termasuk diantaranya adalah untuk melihat perilaku konsumen ini
  4. Pergi ke tempat pembeli tersebut berkumpul, ini adalah salah satu kunci sukses jika ingin mengetahui perilaku konsumen tersebut secara langsung, yaitu melihat bagaimana cara mereka mempertimbangkan sesuatu sebelum memutuskan untuk membelinya, observasi dan tanya secara langsung.
  5. Berkomunikasi dan juga memperkenalkan diri, lebih banyak bertanya atau berkomunikasi secara langsung dengan calon pembeli tersebut untuk tau apa yang mereka inginkan. Aktif bertanya untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya cari calon konsumen tersebut.

Sangat penting melakukan hal-hal tersebut apalagi untuk mereka yang ingin memulai sebuah bisnis.

Baca Juga : Pengertian Perlindungan Konsumen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.