Sejarah Bangunan Colosseum Roma Di Itali

Sejarah Colosseum Roma Di Itali – Di era modern seperti sekarang ini, jarang sekali yang masih ingat tentang sejarah-sejarah di Indonesia. Untuk mengingatkan kembali tentang sejarah-sejarah apa saja yang ada di Indonesia.

Sejarah Bangunan Colosseum Roma Di Itali

Sejarah Bangunan Colosseum Roma Di Itali

Kalian dapat membaca artikel ini. Salah satu sejarah yang akan kami paparkan yaitu tentang sejarah serta asal-usul Bangunan Colosseum Roma di Itali.

Apa sih yang di sebut dengan Colosseum itu?

Colosseum yaitu merupakan salah satu bangunan besar dan bersejarah yang terletak di Roma, Italia. Colosseum dibangun pada masa Kaisar Vespasian.

Baca Juga : Sejarah Hari Pahlawan

Dan telah selesai dibangun pada 80 Masehi, bangunan ini memiliki sekitar 50.000 tempat duduk penonton guna menonton berbagai macam pertunjukan. Misalnya seperti pertinjukkan “gladitorial contest” dan “public spectacles”.

Nah, lalu apa yang menjadi latar belakang terbagunnya Colosseum Roma ini?

Sebenarnya, awal mula Colosseum dimulai di Roma pada saat melawan gladiator pertama tercatat yaitu dipentaskan di 264AD.

Decimus Junius Brutus Scaeva mengenakan tempur gladiator guna menghormati memori dari almarhum ayahnya yang bernama D. Pera dan merupakan seorang konsul Junius Brutus.

Di Boarium Forum, sebuah pasar ternak, terletak di dekat Sungai Tiber antara Capitoline, bukit-bukit Palatine dan Aventine merupakan Perjuangan gladiator pertama yang terjadi. Karena hal ini merupakan pemakaman seorang bangsawan terkemuka dan diadakan di sebuah ruang publik, acara ini mungkin telah menarik kerumunan besar.

Hal pertama yang memerangi gladiator yaitu gagasan cerdas karena juga membawa prestise politik untuk keluarga mereka.

Bangunan Koloseum dimulai dari perintah Raja Vespasian pada tahun 72 M dan telah diselesaikan oleh anaknya yang bernama Titus pada tahun 80 M.

Di bawah pemerintahan Kaisar Vespasian di sekitar 70 BM maka pembangunan Colosseum itu dimulai. Lokasi pembangunan yang dipilih yaitu di daerah datar di lantai lembah rendah antara Caelian, Esquiline dan Palatine Hills, yang di mana aliran canalised mengalir. Dan pada abad ke-2 SM daerah itu sangat padat dihuni.

Akan tetatpi, hal itu hancur oleh Kebakaran Besar Roma pada tahun 64, pada saat Nero merebut banyak daerah untuk menambah domain pribadinya.

Ia juga membangun Domus Aurea yang sangat megah di situs, di depannya ia telah menciptakan sebuah danau buatan yang dikelilingi oleh pavillions, kebun, dan portico. Disana juga terdapat Aqua Claudia saluran air yang diperpanjang untuk memasok air ke daerah dan Colossus perunggu raksasa Nero yang didirikan di dekat pintu masuk ke Domus Aurea.

Namun kawasan itu telah berubah di bawah Vespasianus, penerusnya. Walaupun Colossus dipelihara, banyak dari Domus Aurea diruntuhkan. Lokasi tersebut digunakan untuk Flavian Amphitheatre baru maka dari itu danau itu diisi dan tanah digunakan kembali.

Sebagai alasan dari Domus Aurea maka sekolah gladiator dan bangunan pendukung lainnya dibangun di dekatnya.

Menurut prasasti yang direkonstruksi yang ditemukan di situs, “kaisar Vespasianus memerintahkan amfiteater didirikan dari uang yang didapatkannya dari barang jarahan.” Kenapa Sejarah memerangi Colosseum dan gladiator berkaitan dengan pemakaman Romawi, apa sebenarnya yang menjadikan keduanya berkaitan?

Yaitu karena agama Romawi berkisar menyembah berbagai dewa dan dewi dan keyakinan mereka di akhirat. Roma mempunyai keyakinan bahwa pengorbanan manusia di pemakaman orang yang meninggal itu akan membuat tenang para dewa-dewa kafir dan memastikan pintu masuk ke akhirat memuaskan mereka.

Mengorbankan tahanan di makam prajurit atau bangsawan diikuti oleh Roma menjadi kebiasaan mereka sebelumnya. Upacara terhubung dengan orang mati yaitu berlangsung selama sembilan hari setelah pemakaman. Bangsa Romawi mempercayai jika “jiwa-jiwa orang mati yang propitiated oleh darah manusia.

Terlibat seorang tawanan atau budak yang dibeli pada saat persiapan untuk upacara pemakaman Romawi. Mereka dilatih untuk membunuh untuk kemudian dikorbankan selama ritual pemakaman. Ritual yang meyeramkan itu disebut munus. Budak atau pelayan menghadiri pemakaman berpakaian seperti Pluto atau Charon pada saat upacara ini berlangsung.

Koloseum pada saat itu merupakan tempat penyelenggaraan sebuah pertunjukan yang begitu spektakuler, seperti misalnya pertunjukkan sebuah pertarungan antara binatang atau bisa disebut dengan venetaiones, pertarungan antara tahanan dan binatang, eksekusi tahanan atau noxii, pertarungan air atau naumachiae dengan cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator atau munera. Diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati di pertunjukkan Koloseum pada ratusan tahun itu.

Ada banyak macam jenis gladiator yang penuh dengan armor atau gladiator lapis baja misalnya seperti Gallus dari Galia, Samnite, Thracian (Thrax), Murmillo, Hoplomachus, Secutor, Provocator atau Cataphractarius.

Yang mengenakan baju sedikit, lebih mempunyai kebebasan untuk bergerak, seperti Retiarius, Dimachaeri atau Laquerarius merupakan Gladiator yang bersenjata ringan.

Gladiators Wanita Kuno Roma berjuang serta bertempur di arena berdarah, termasuk juga Colosseum Roma. Gladiator Wanita itu disebut “Amazones” setelah suku prajurit wanita sengit yang sekarang biasa disebut sebagai Amazon. Selain itu juga disebut sebagai “gladiatrices”.

Itulah sedikit tentang sejarah serta asal usul Bangunan Colosseum Roma. Semoga bagi kalian yang belum mengetahui tentang sejarah ini bisa bermanfaat bagi kalian.

Baca Juga : Sejarah Konferensi Meja Bundar

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *