Sejarah Penemuan dan Perkembangan Struktur DNA

Sejarah Penemuan dan Perkembangan Struktur DNA – DNA (deoxyribonucleic acid) berada di seluruh tubuh kita. DNA ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick dan menjadi penemuan yang sangat besar bagi dunia sains. Semenjak penemuan DNA, penelitian tentang genetis pun meningkat pesat.

Sekarang dimungkinkan bagi setiap orang untuk diketahui bagaimana DNA-nya, sehingga mampu menambah wawasan manusia mengenai tubuh mereka sendiri.

Sejarah Penemuan dan Perkembangan Struktur DNA

Sejarah Penemuan dan Perkembangan Struktur DNA

Sejatinya kita tak pernah memanfaatkan potensi dari DNA ini sebelumnya. 150 tahun yang lalu bahkan orang-orang tidak mengenali apa itu DNA. Kita mengetahui hal ini berkat penemuan besar yang telah dicapai oleh umat manusia.

Baca Juga :

Berikut garis waktu dari penemuan DNA dari awal penemuan hingga perkembangannya yang sangat pesat kini:

  • 1953: James Watson dan Francis Crick mengungkap struktur DNA berbentuk double helix (tangga berpilin). Mereka mempelajarinya menggunakan data yang diperoleh dari Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins.
  • 1956: Jumlah kromosom manusia ditetapkan sebanyak 46, menggantikan angka 48 yang diterima sebelumnya.
  • 1961: Marshall Nirenberg dan Johann Matthaei menemukan kode DNA, 3 kata yang menjadi kode dari sebuah zat asam amino pada protein. Sisa dari kode genetis tersebut ditemukan dalam jangka waktu 5 tahun kemudian.
  • 1977: Fred Sanger dan Walter Gilbert mengembangkan metode efisien untuk pengurutan DNA. Timnya Sanger mengurutkan genom DNA yang pertama
  • 1981: DNA mitokondria diperkenalkan oleh Fred Sanger dan rekannya
  • 1990: Setelah melalui diskusi panjang bertahun-tahun, Human Genome Project (proyek untuk memetakan dan mengurutkan seluruh pelengkap DNA manusia) dilaksanakan.
  • 1995: Genom milik bakteri Haemophilus influenzae dipublikasikan (organisme non-virus pertama yang diurutkan)
  • 1996: Genom ragi dipublikasikan, mengandung 6000 gen (sel eukariotik pertama yang diurutkan).
  • 1999: Genom lalat buah dipublikasikan.
  • 1999: Pengurutan kromosom manusia pertama kalinya bernomor 22 dipublikasikan.
  • 2000: Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton mengumumkan kerjasama terkait penelitian genom manusia, dilakukan oleh peneliti pemerintah maupun peneliti swasta.
  • 2001: Human Genome Project dan perusahaan Celera Genomics menerbitkan 2 kesepakatan mengenai pengurutan genom manusia.
  • 2002: Mouse Genome Sequencing Consortium menuntaskan kesepakatan pertama (kesepakatan pengurutan genom manusia tahun 2001).
  • 2002: Genom Plasmodium falciparum diurutkan, menambahkan informasi mengenai penyakit malaria, sehingga bisa digunakan untuk mengembangkan vaksin dan obat-obatan untuk mencegah dan mengobatinya.
  • 2008: Peluncuran proyek 1000 Genomes, bertujuan sebagai katalog variasi gen manusia dari waktu ke waktu.
  • 2009: Peneliti asal Jerman mengumumkan bahwa mereka telah mengurutkan keseluruhan genom dari manusia purba Neanderthal yang berusia 38.000 tahun.
  • 2010: Hasil penelitian dari pengurutan genome Neanderthal tersebut diterbitkan.
  • 2012: 1,092 buah genom manusia yang telah diurutkan yang jadi bagian dari proyek 1000 Genomes diterbitkan pada jurnal ‘Nature’.
  • 2012: Pengurutan genom gorila barat dan bonobo (simpanse kerdil) dipublikasikan.
  • 2013: Program Genomics England diluncurkan oleh Departemen Kesehatan Inggris, bertujuan untuk mengurutkan 100.000 genom manusia.
  • 2013: Pengurutan genom koala dipublikasikan.
  • 2014: Sebagai bagian dari 1000 Bull Genomes Project, dilakukan penelitian terhadap 234 buah genom hewan ternak.
  • 2014: Pengurutan genom roti gandum dipublikasikan.
  • 2014: Biaya penelitian untuk pengurutan genom manusia berkisar di bawah $1,000.

Perkembangan Struktur DNA

Setelah mengetahui bagaimana perkembangan sejarah DNA, kita akan menjelaskan tentang struktur DNA. DNA memiliki bermacam fungsi, salah satunya ialah membawa informasi genetik, membentuk RNA, dan mengendalikan aktivitas sel secara langsung maupun tak langsung.

DNA pun memiliki peran penting pada pembentukan sintesis protein. Peran serta fungsi dari DNA ini sangat penting bagi makhluk hidup terutama di bagian genetisnya. Di balik itu semua, struktur molekul penyusun DNA sangatlah kompleks.

Molekul DNA memiliki susunan kimia yang rumit dan punya rantai nukleotida yang panjang. DNA merupakan rangkaian nukleotida dan setiap nukleotida tersusun atas substansi dasar. Molekul DNA pertama kali ditemukan oleh F. Miescher di tahun 1869 saat ia meneliti sel spermatozoa. Dia tak mampu mengenali sifat molekul DNA secara pasti, ia menyebutnya sebagai nuklein.

Nuklein yaitu senyawa kompleks mengandung unsur fosfor sangat tinggi. Selanjutnya baru diketahui fakta bahwa nuklein itu gabungan antara asam nukleat dan protein, maka biasa juga disebut nukleoprotein.

Lalu, Fischer pada tahun 1880 dalam penelitiannya menemukan 2 jenis asam nukleat, yaitu DNA dan RNA yang keduanya punya 2 basa nitrogen yang disebut purin dan pirimidin. Lalu ditemukanlah bahwa ada 2 jenis pirimidin, yaitu sitosin dan timin. Purin juga memiliki 2 jenisnya, yaitu adenin dan guarin. Penelitian ini dilakukan oleh Kossel.

Penelitian yang dilakukan oleh Levine di tahun 1910 mengenali gula berkarbon lima, yaitu ribosa dan deoksiribosa. Ia juga menyatakan adanya asam fosfat yang ditemui dalam asam nukleat.

W.T. Atsbury pada penelitiannya mengemukakan gagasan tentang struktur tiga dimensi DNA. Ia mendapati bahwa DNA berbentuk sangat padat. Polinukleotida tersusun atas timbunan nukleosida pipih yang teratur tegak lurus terhadap sumbu memanjang.

Baca Juga :

James Watson dan Francis Crick (1953) memperkenalkan suatu model struktur DNA berbentuk double helix yang menjadi tonggak bersejarah bagi penemuan DNA. Menurut mereka, DNA memiliki struktur sebagai berikut:

  1. Kandungan gula dan fosfat dalam DNA berperan sebagai rantai utama.
  2. Basa nitrogen yang terdapat dalam DNA berperan sebagai anak tangga berpasangan tetap, yaitu guanin dengan sitosin dihubungkan oleh tiga atom H, serta timin dan adenin dihubungkan oleh dua atom H.

DNA bisa menentukan sifat genetik suatu individu karena setiap makhluk hidup mempunyai urutan pasangan basa yang khusus dan tak ada yang sama. Perbedaan urutan pasangan basa antar individu bisa diperhatikan pada saat proses pengurutan basa dalam analisis DNA. DNA pun berperan sebagai heterokatalitik (mensintesis molekul lain seperti RNA) dan otokatalitik (replikasi diri).

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *