Sistem dan Fungsi Sistem Pencernaan Pada Hewan Sapi

Sistem dan Fungsi Sistem Pencernaan Pada Hewan Sapi – Apakah kamu tahu? jika sapi mencerna makanan mereka sebanyak dua kali.

Sistem dan Fungsi Sistem Pencernaan Pada Hewan Sapi

Sistem dan Fungsi Sistem Pencernaan Pada Hewan Sapi

Sapi adalah salah satu dari hewan ruminansia atau sering disebut dengan hewan memamahbiak yang bisa mengunyah makanan  sebanyak dua kali sebelum pada akhirnya dapat dicerna oleh tubuh dan kemudia diubah menjadi energi.

Baca Juga :

Lalu apa saja organ – organ yang berperan ketika mencerna makanan di dalam tubuh pada  hewan ruminansia? Berikut adalah penjelasannya.

Seperti yang diketahui jika hewan ruminansia adalah hewan pemamah biak yang memakan tumbuhan atau herbivora.

Perlu anda ketahui juga jika sistem pencernaan yang ada pad hewan ruminansia jauh lebih unik dibandingkan dengan yang ada pada manusia. Hewan ruminansia juga dapat mengunyah atau memamah makanannya menggunakan dua fase.

Fase yang pertama adalah terjadi pada saat awal makanan tersebut masuk, dimana makanan tersebut akan hanya dapat melakukan kunyahan yang sebentar dan tentunya masih dalam tekstur kasar.

Kemudian makanantersebut akan disimpan di dalam rumen lambung. Akan ada fase kedua yaitu ketika rumen tersebut telah penuh, hewan ruminansia atau mamah biak  akan mengeluarkan makanan – makanan yang telah dikunyahnya tadi untuk dapat dikunyah kembali sehingga teksturnya akan menjadi lebih halus. Setelah itu makanan masuk ke dalam lambung lagi.

Pada hewan jenis ini terdapat 5 organ pencernaan yang akan berperan dalam proses pencernaan makanan hewan tersebut di dalam tubuh.

Tentunya organ – organ itu akan saling terhubung satu dengan yang lainnya sehingga akan membentuk sebuah sistem pencernaan.

Adapun organ pada hewa memamah biak dan juga fungsinya, sebagai berikut:

  • Rongga mulut atau nama latin Cavum Oris

Rongga mulut ini akan berfungsi sebagai tempat masuknya makanan hwan tersebt dan juga di mulainya proses – proses pencernaan.

Pada bagian rahang  hewan ruminansia ini juga  dapat bergerak menyamping yang digunakan untuk menggiling makanan – makanannya.

  • Esofagus atau kerongkongan

Esofagus adalah organ yang berfungsi sebagai jalur penghubung antara rongga mulut dan juga  lambung.

Makanan – makan tadi hanya melewati esophagus dengan tanpa melalui proses apapun, mengapa?

Karena kerongkongan ruminansia pada umumnya berukuran sangat pendek yaitu sekitar 5 cm, namun organ ini bisa melebar untuk menyesuaikan ukuran dan juga tekstur makanan yang ada.

  • Lambung

Setelah makanan melewati esophagus maka kemudian akan menuju ke organ lambung. Ini adalah proses pencernaan pada lambung yang paling pertama guna menampung makanan sementara, dan  sebelum akan dikeluarkan kembali.

Adapun lainnya adalah lambung berfungsi dalam proses seperti pembusukan makanan dan tentu juga akan menghasilkan enzim – enzim selulase yang tentunya dapat mengurai selulosa.

  • Usus Halus

Organ usus halus sendiri berfungsi sebagai penyerap sari-sari makanan yang sudah diproses di dalam lambung hewan. Kemudian sari – sari makanan tersebut akan dan diedarkan ke seluruh tubuh dan diubahnya menjadi sebuah energi.

  • Anus

Setelah itu sari – sari makanan tersebut akan diserap oleh usus halus, sisa –  sisa proses penyerapan tersebut akan dibawa menuju organ anus. Setelah itusisa tersebut atau ampas makanan tersebut akan dikeluarkan melalui anus.

Beberaa suku Indonesia menganggap bahwa sapi adalah hewan yang sacral atau suci, ada beberapa sapi di Indonesia seperti berikut :

  • Sapi Limousin (Limousine)

Sapi ini dikenal dengan nama Sapi Diamond Limousine adalah jenis api unggulan dan kategori sapi pedaging yang telah menjadi andalan dari masyarakat Indonesia.

Perlu anda ketahui juga bahwa sapi ini pertama kali di kembangbiakkan di Negara perancis. Namun saat ini telah menyebar di berbagai belahan dunia.

  • Sapi Brahman

Anda tahu?

Sesuai dengan namanya sapi ini, adalah sapi yang berasal dari India, dan telah dikembang biakkan sangat pesat di Amerika Serikat.

Setelah itu sapi ini kemudian dikirim ke beberapa negara termasuk Indonesia. Sapi ini juga telah menjadi andalan bagi para peternak sapi pedaging di Indonesia.

  • Sapi Simetal

Sapi ini adalah sapi yang berasal dari tanah Switzerland dan telah berhasil di budidaya kan secara hebat di berbagai dataran seluruh dunia, termasuk dataran  Indonesia.

Ada keunggulan lainnya, seperti sapi ini bisa untuk dijadikan sapi perah serta juga bisa dijadikan sapi pedaging.

Adapun sapi Simetal jantan dewasa memiliki bobot 1,15 ton per ekor. Sedangkan sapi betina dewasanya bisa mencapai 800 kg per ekor.

  • Sapi Ongole

Sapi ini telah dikembangkan dan di ternak di kepulauan Sumbawa sehingga orang – orang sering menyebutnya sebagai sapi SO atau kepanjangan dari Sumbawa Ongole.

Ada keunggulannya seperti Sapi jenis ini mampu bertahan dari rasa lapar dan minum. Selain itu memiliki toleransi makanan sehingga anda bisa memberikan makanan sederhana.

Sapi ini juga termasuk hewan yang mudah untuk dipelihara. Ciri – ciri sapi ini adalah memiliki punuk yang begitu besar dan juga gelambir besar dari leher sampai dengan perut lebar.

Updated: —

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *