Pengertian, Jenis dan Contoh Reportase

Diposting pada

Pengertian, Jenis dan Contoh Reportase – Pengertian Reportase adalah suatu kegiatan jurnalistik dalam meliput langsung peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi di lapangan.

Pengertian, Jenis dan Contoh Reportase
Pengertian, Jenis dan Contoh Reportase

Wartawan mendatangi langsung tempat kejadian atau TKP (Tempat Kejadian Perkara) lalu menampilkan data dan fakta seputar peristiwa yang sedang terjadi tersebut.

Dalam meliput peristiwa, penting diperhatikan :

  1. Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI)
  2. Fairness Doctrine (Doktrin Kejujuran) yang mengajarkan, mendapatkan berita yang benar lebih penting daripada menjadi wartawan pertama yang menyiarkan atau menuliskan.
  3. Cover Both Side / News Balance, yakni perlakuan adil terhadap semua pihak yang menjadi obyek berita, dengan meliput semua atau kedua belah pihak yang terlibat dalam sebuah peristiwa.

JENIS-JENIS REPORTASE

Ada 4 jenis reportase:

  1. Reportase Faktual
  2. Reportase Mendalam
  3. Reportase Komprehensif
  4. Reportase Investigasi (dibahas secara khusus)

Reportase Faktual (Factual Report)

Walter Lipman menyebutkan bahwa taraf reportase faktual hanya mengumpulkan fakta-fakta yang sekadar tampak di permukaan,dan  kongkrit-kongkrit saja. Hal ini terjadi dikarena dalam reportase faktual sifatnya merupakan dasar untuk menjelajah lebih dalam lagi. Merupakan laporan dari satu aspek dan baru berfungsi yang mengisyaratkan terjadi suatu peristiwa.

Reportase jenis ini sifatnya hanya melihat dari satu aspek serta hanya sekadar merumuskan ungkapan kronologis kejadian dan dilakukan secara sekilas.

Ciri-cirinya:

  • Melaporkan fakta-fakta apa adanya.
  • Hanya melaporkan hanya dari satu dimensi saja.
  • Fakta-fakta dilihat dengan latar belakang dan kelanjutannya.
  • Dalam penulisannya cenderung deskriptif atau narasi

Reportase Mendalam (Depth Report)

William L. Rivers, Bryce Mc Intyre and Alison Work dalam “Editorial” menyebutkan,jenis  reportase mendalam adalah jenis laporan yang sedikit berbeda dengan straight news. Wartawan mengumpulkan informasi dan fakta mengenai peristiwa itu sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut.

Sebuah contoh dalam sebuah reportase mendalam tentang pidato pemilihan calon pemimpin.

Dalam konteks peristiwa ini maka wartawan akan memasukkan isi dari pidato itu sendiri, dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan yang telah dikeluarkan oleh calon pemimpin tersebut beberapa waktu lalu.

Dalam jenis laporan ini memerlukan pengalihan informasi bukan opini reporter (wartawan).

MV Kamath dalam “Profesional Journalism” menyebutkan bahwa reportase mendalam adalah laporan yang mengabarkan kepada pembaca mengenai keseluruhan apa yang terjadi dari peristiwa yang sedang terjadi.

Reportase Mendalam memfokus pada upaya penyajian informasi dan latarbelakang  yang begitu detail.

Jenis reportase ini, teknik penulisannya menggunakan feature acrticle atau news feature.

Menurut Ferguson & Patten dalam “Journalism Today!”, tujuan dari reportase mendalam adalah  memberikan kelengkapan pengisahan (complete stories) – pengisahan dengan subtansinya.

Ciri-cirinya:

  • Fakta-faktanya lebih mendalam.
  • Adanya Informasi tambahan.
  • Melaporan secara menyeluruh dan detail sehingga tidak tersisa.
  • Tetap harus ada topik khusus yang dikupas.
  • Memuat penyajian tentang background informasi yang detail.
  • Dalam penyajian lebih banyak berkisah atau mengisahkan dengan teknik news fearture atau arcticle feature.
  • Data-data yang kuat sekali.

Reportase Komprehensif

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  mendefinisikan komprehensif sebagai

  1. Bersifat mampu menangkap (menerima) dng baik.
  2. Luas dan lengkap dalam ruang lingkup ataupun isinya.
  3. mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas.

Dengan demikian maka reportase komprehensif adalah jenis laporan mengenai fakta-fakta peristiwa atau pendapat atau keduanya yang mengangkat suatu topik yang tengah diperbincangkan dalam masyarakat.

Isinya mampu memberikan penjelasan-penjelasan secara detail dan lengkap kepada pembaca tentang topik itu dengan sisi yang luas. Yang bertujuan agar si pembaca mengetahui duduk persoalan yang hangat itu secara menyeluruh.

Andreas Agung dalam paper “Dasar-Dasar Jurnalistik” menyebutkan bahwa reportase komprehensif merupakan pengembangan dari bentuk reportase interpretarif di mana selain dicari keterkaitan suatu peristiwa dengan peristiwa yang lainnya, juga menempatkannya dalam sistem sosial.

Djudjuk Juyoto dalam “Jurnalistik Praktis” mengatakan, dalam reportase komprehensif mampu mengaktualkan dan menghangatkan kembali suatu peristiwa.

Dia menjelaskan bahwa suatu peristiwa tidak mungkin berdiri tanpa adanya latar belakang dan tindak lanjutnya. Artinya, suatu peristiwayang terjadi berkaitan dengan peristiwa-peristiwa lainnya.

 Ciri-cirinya:

  • Ada topic-topik yang dibahas.
  • Biasanya menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana suatu topik itu bergulir.
  • Lebih menjelaskan fakta-fakta tersebut secara menyeluruh dan mendetail.
  • Tetap menambahkan data-data yang menjelaskan fakta-fakta tersebut.
  • Dalam penyajiannya biasanya menggunakan news feature.

Reportase Investigasi

William L. Rivers, Bryce Mc Intryre and Alison Work dalam “Editorial” menyebutkan reportase investigasi adalah jenis laporan yang biasanya memusatkan pada sejumlah masalah dan kontroversial.

Dalam jenis laporan ini para wartawan melakukan penyelidikan-penyelidikan untuk memperoleh fakta yang tersembunyi demi suatu tujuan. Dalam pelaksanaannya sering secara ilegal atau tidak etis. Cenderung lebih banyak menjawab unsur why dan why.

Steve Weinberg dalam “The Reporter’s Handbook, An Investigator’s Guide to Documents and Techniques” menyebutkan bahwa reportase investigasi adalah reportase, melalui inisiatif sendiri dan hasil karya pribadi, yang penting bagi pembaca, pemirsa dan pemerhati.

Dalam banyak hal, subjek-subjek yang akan diberitakan menginginkan bahwa perkara yang berada dalam penyelidikan tetap tidak tersingkap.

John Ullmann and Steve Honeymann dalam “The Reporter’s Handbook: an Investigator’s guide to documents and techniques” mendefinisikan bahwa reportase investigasi dengan kalimat: “kegiatan investigatice reporting ialah sebuah reportase, sebuah kerja yang menghasilkan produk dan inisiatif, yang menyangkut hal-hal penting dari banyak orang atau organisasi yang sengaja merahasiakannya.

Ada tiga elemen dasar yang mendorong investigasi reporter yaitu:

  1. laporan investigasi bukanlah laporan yang dibuat seseoran.
  2. Subjek kisahnya meliputi sesuatu yang penting alasannya bagi pembaca atau pemirsa.
  3. Menyangkut beberapa hal yang sengaja disembunyikan dari hadapan publik.

Ciri-cirinya:

  • Ada tujuan-tujuan yang ingin dicapai (goal).
  • Mengangkat topik yang sangat kontroversial.
  • Lebih banyak menjawab pertanyaan why dan why.
  • Penggarapannya merupakan sebuah kerja tim.
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama. Tidak seperti berita-berita yang 1×24 jam.
  • Gaya penulisan bisa menggunakan news feature.
  • Dilengkapi dengan data-data yang lengkap untuk mendukung fakta yang diungkap.
Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *