Pengertian, Tahapan dan Proses Evaluasi

Pengertian, Tahapan dan Proses Evaluasi – Di dalam merumuskan sebuah program, tentu ada semacam tahapan atau proses. Baru ketika semua tahapan selesai dilakukan, program pun dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan.

Pengertian, Tahapan dan Proses Evaluasi

Pengertian, Tahapan dan Proses Evaluasi

Akan tetapi, program yang sudah melewati tahapan tahapan seperti perencanaan, control hingga tindak laksana, tidak menjamin sukses dan tujuan tercapai. Maka diperlukan lah tahapan selanjutnya yang disebut dengan evaluasi.

Tentu anda sudah kenal dengan yang namanya evaluasi. Apalagi anda yang berprofesi sebagai pegawai perusahaan, guru, pegawai sipil dan pekerja di lembaga lembaga lainnya. Namun, tidak bisa dipungkiri, masih banyak orang yang tidak tahu apa arti evaluasi tersebut. Lebih parahnya lagi, terkadang evaluasi dijadikan ajang untuk ribut, merendahkan orang lain, bertengkar dan lain lain.

Nah, agar anda lebih paham apa arti evaluasi, maka pada artikel berikut ini akan kami jelaskan secara detail lengkap dengan tahapan dan proses prosesnya. Semoga ini bisa menjadi pencerahan kepada kita semua untuk lebih bijak melakukan kegiatan evaluasi.

PENGERTIAN EVALUASI

Pengertian evaluasi secara luas bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu evaluasi sebelum program berjalan, evaluasi saat program sedang berlangsung dan evaluasi setelah program terlaksana.

Evaluasi sebelum program berjalan adalah tindakan mengamati dan melaporkan serta mencari solusi dari pertanyaan apakah perencanaan dan tata laksana pra acara sudah tepat, cocok, efektif dan layak untuk dipertahankan apa tidak.

Evaluasi ini biasanya membicarakan tentang ketepatan planning, biaya yang akan dikeluarkan, SDM sudah memadai apa belum, berapa persentase tujuan tercapai dengan adanya pra acara dan lain lain.

Evaluasi saat program sedang berjalan adalah laporan dan diskusi secara sistematis yang dilakukan sambil menjalankan program.

Biasanya materi pada evaluasi ini adalah apakah program sudah dijalankan sudah sesuai dengan perencanaan, apakah SDM nya sudah bekerja sesuai kesepakatan di evaluasi awal, apakah turunan anggaran atau biaya sudah sama dengan kesepakatan dan lain sebagainya.

Nah, yang berbeda dari pengertian dua evaluasi diatas adalah pengertian evaluasi pasca program atau setelah acara berlangsung. Evaluasi ini membicarakan tentang masalah masalah yang terjadi ketika program sudah berjalan.

Nah, masalah masalah tersebut dijabarkan sebagai renungan agar di program program selanjutnya, acara menjadi lebih baik lagi dan keberhasilannya menjadi lebih prestisius.

Nah dari ketiga argumen diatas, maka bisa ditarik kesimpulan kalau pengertian evaluasi adalah kegiatan yang sistematis untuk menilai sebuah persiapan program hingga program terlaksana dan selesai demi tujuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi demi tercapainya program yang lebih baik di masa yang akan datang.

TAHAPAN EVALUASI

Kegiatan evaluasi ada tahapan tahapannya. Tahapan tahapan tersebut harus berjalan maju dan berurutan demi tujuan untuk memperjelas rentetan persiapan program dari awal sampai selesai.

  1. Evaluasi Planning

Evaluasi planning adalah tahapan evaluasi yang paling penting. Karena evaluasi inilah yang menentukan apakah perencanaan atau planning tepat sasaran atau sebaliknya. Syarat keberhasilan tahapan evaluasi ini adalah ketua harus menguasai secara penuh program apakah yang akan dilaksanakan.

Sehingga dia bisa mengetahui persentase ketepatan rencana dengan program. Inilah yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi tahap awal tersebut.

  1. Evaluasi Action

Seorang ketua seharusnya tidak memegang peranan sebagai petugas lapangan. Tetapi dia berada di luar arena untuk menilai apakah program yang dijalankan sudah sesuai dengan rencana apa tidak.

Nah, temuan temuan masalah yang terjadi pada program tersebut, harus dicatat sebagai bahan evaluasi action. Jika ditemukan banyak sekali pelanggaran rencana pada program, maka pada evaluasi action, ketua bisa mengeluarkan kebijakan apakah program dilanjutkan atau dihentikan.

  1. Evaluasi Hasil

Nah tahapan evaluasi yang terakhir ini adalah tahapan evaluasi hasil. Pada tahapan ini, ketua boleh menjadikan evaluasi planning dan evaluasi action sebagai bahan rujukan. Tetapi yang lebih bijak adalah, ketua harus mengedepankan problem baru yang ditemukan, pada saat hasil dan tujuan dari program sudah terealisasikan.

Contoh, jika program sudah dijalankan sesuai rencana, dan program berjalan baik tetapi tujuan tidak sesuai dengan harapan, maka tahapan evaluasi hasil diberlakukan.

Caranya adalah semua panitia memberikan argumen dan solusi tentang apa yang sebenarnya terjadi. Nah, tujuannya adalah agar di masa masa yang akan datang masalah tersebut tidak kembali muncul.

PROSES TINDAKAN EVALUASI

Proses tindakan evaluasi tidak begitu rumit, biasanya berupa rapat yang isinya laporan tentang masalah yang ada di dalam program,  yang nantinya laporan tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk diskusi.

Nah dari diskusi itulah akan muncul paradigma baru baik berupa perubahan perubahan rencana, saran saran membangun hingga kritik yang cerdas. Semuanya demi tujuan program tercapai dengan baik di masa yang akan datang.

Itulah pengertian evaluasi dan tahapan serta prosesnya. Silahkan jadikan artikel ini pembelajaran, agar kita tidak terlalu kerdil menatap evaluasi menjadi sebuah tindakan yang tidak menyenangkan antara atasan kepada bawahannya.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *