7 Cara Budidaya Tanaman Gandum

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Gandum – Gandum merupakan salah satu sumber pangan yang dapat menggantikan padi karena kaya akan karbohidrat dan protein.

7 Cara Budidaya Tanaman Gandum
7 Cara Budidaya Tanaman Gandum

Tanaman gandum merupakan tanaman subtropis, sehingga memiliki periode penanaman yang relatif lebih singkat apabila ditanam di Indonesia yang merupakan daerah tropis.

Cara Budidaya Tanaman Gandum

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman gandum serta langkah-langkah yang dapat dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Iklim, suhu dan curah hujan

Tanaman gandum dapat tumbuh dengan baik di daerah subtropis dengan iklim sedang, sementara apabila ditanam di daerah tropis, maka tanaman gandum dapat ditanam di daerah pegunungan dengan suhu relatif lebih rendah dari dataran rendah.

Budidaya gandum dapat dilakukan di tanah dengan ketinggian 800 m dpI dengan suhu lingkungan sekitar 20-25oC dan curah hujan sekitar 650-900 mm/ tahun.

Sementara itu, intensitas sinar matahari yang cukup banyak dapat meningkatkan jumlah karbohidrat gandum, jumlah malai dan jumlah bulir per malai.

2. Penyiapan lahan untuk budidaya tanaman gandum

Lahan yang digunakan untuk budidaya gandum pertama-tama harus dibersihkan dari gulma terlebih dahulu.

Setelahnya, lahan dicangkul agar menjadi gembur dan memiliki aerasi yang baik. Selanjutnya, dapat dibuat saluran air dengan jarak antar saluran sekitar 2-3 m dengan lebar 50 cm dan kedalaman 20-30 cm.

3. Pemilihan varietas benih dan penyiapan benih

Sebaiknya, dipilih varietas benih gandum yang memiliki potensi hasil tinggi, adaptasi yang baik terhadap temperatur, tahan terhadap hama dan penyakit, serta toleran N yang rendah untuk mendapatkan hasil gandum yang baik.

Benih dapat direndam dalam air destilasi selama 12 jam guna meningkatkan kecepatan berkecambah dan jumlah biji berkecambah tanaman gandum, sehingga produktivitas gandum juga meningkat.

4. Penanaman gandum

Penanaman gandum dapat dilakukan pada akhir musim hujan, maupun awal musim kemarau, yang mana ketika itu curah hujan tidak terlalu tinggi dan suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman gandum.

Proses penanaman diawali dengan menyiapkan benih sebanyak 13 gram untuk setiap baris lahan yang telah dibuat sebelumnya.

Penanaman dilakukan dengan membuat alur dengan kedalaman 5 cm dan jarak 30 cm, lalu benih disebarkan sepanjang alur tersebut dan ditutup dengan menggunakan tanah.

5. Pemupukan secara teratur

Proses pemupukan tanaman gandum dapat dilakukan sebanyak dua kali, yang mana pemupukan pertama dilakukan ketika waktu penanaman, sementara pemupukan kedua dilakukan ketika umur gandum mencapai 30 hari.

Pupuk yang diberikan dapat merupakan campuran dari 100 kg urea, 200 kg SP 36 dan 100 kg KCl per hektar tanah.

Pada pemupukan pertama, digunakan campuran SP 36 dan KCl, sementara urea diberikan pada pemupukan kedua.

Pemupukan dilakukan dengan membuat alur dengan jarak 10 cm dari baris tanam, lalu campuran pupuk disebarkan pada alur yang telah dibuat tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat memberikan pupuk N sebanyak 80-115 kg/ha, pupuk P sebanyak 20-70 kg/ha dan pupuk K sebanyak 20-70 kg/ha.

Pemberian pupuk N dapat diberikan sebagian di awal bersama pupuk P dan pupuk K, sementara sebagiannya diberikan pada pemupukan kedua.

Jika Anda ingin meningkatkan jumlah gabah berisi pada tanaman gandum, Anda juga dapat memberikan KNO3 sebanyak 10 kg/ha atau ZPT GA sebanyak 250 ppm.

Sementara itu, pupuk organik juga dapat ditambahkan untuk menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman gandum. Pupuk organik dapat diberikan sebanyak 2-3 ton/ha sebelum proses penanaman.

6. Pengendalian gulma, hama dan penyakit

Tanaman gandum rentan untuk mengalami serangan gulma, hama hingga penyakit, sehingga perlu dilakukan pencabutan gulma yang tumbuh di sekitar lahan tanam.

Beberapa jenis gulma yang kerap menyerang tanaman gandum diantaranya adalah tanaman liar berdaun lebar, rumput hingga teki. Untuk mencegah hal ini, dapat juga diberikan herbisida glyphosphate pada lahan sebelum dilakukan penanaman.

Untuk pengendalian hama dan penyakit, dapat dilakukan secara mekanik atau fisik dengan membuang bagian tanaman yang terinfeksi atau terserang lalu memusnahkannya.

Selain itu, perlu juga dilakukan sanitasi lahan secara teratur dengan membuang daun-daun gandum yang berguguran.

7. Panen gandum

Panen dapat dilakukan ketika warna tanaman gandum sudah mulai berubah menjadi seperti warna jerami dan biji gandum sudah mulai mengeras, yang mana sulit untuk dipecah dengan menggunakan jari.

Panen dapat dilakukan dengan menggunakan sabit atau mesin yang digunakan untuk panen padi. Sementara proses perontokan dapat dilakukan dengan menggunakan thresher.

Setelah dilakukan perontokan, biji gandum dapat dikeringkan dibawah sinar matahari hingga kadar air biji mencapai 12%. Biji gandum dapat disimpan di dalam karung dan ruangan dengan kondisi kelembaban yang rendah.

Itu dia beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk budidaya tanaman gandum. Mudah sekali, bukan?

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *