5 Cara Budidaya Tanaman Ganyong Secara Organik

Cara Budidaya Tanaman Ganyong – Tanaman ganyong merupakan salah satu tanaman yang sering dibudidayakan karena memiliki banyak kegunaan mulai dari digunakan sebagai pengganti karbohidrat, pakan ternak, kompos organik hingga tanaman hias.

Budidaya tanaman ganyong tidak sulit untuk dilakukan karena tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, serta di berbagai iklim baik iklim tropis maupun di daerah yang dingin.

Tanaman ganyong juga dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan tinggi maupun rendah.

Tanaman ganyong juga dapat digunakan sebagai obat herbal karena memiliki khasiat untuk menyembuhkan hepatitis, luka ringan, diuretik hingga menghentikan pendarahan.

Jika Anda tertarik untuk membudidayakan tanaman ganyong secara organik, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan dan langkah-langkah yang dapat Anda lakukan.

1. Waktu penanaman bibit tanaman ganyong

Jika Anda akan membudidayakan tanaman ganyong, Anda harus merencanakan waktu tanam yang tepat agar ganyong dapat tumbuh dengan baik.

Waktu tanam ganyong sebaiknya dilakukan ketika sebelum musim hujan datang, yaitu di antara bulan Oktober hingga Desember.

2. Pemilihan bibit untuk budidaya tanaman ganyong

Bibit yang dapat Anda gunakan adalah bagian rhizome atau umbi dari tanaman ganyong yang telah mencapai ukuran dewasa dengan 1-2 mata tunas yang sehat.

Cara mengambil bibit tersebut layaknya seperti saat melakukan panen umbi ganyong, yaitu dengan mengambil bagian ujung umbi yang masih muda, lalu dicelupkan dalam larutan 10% tembaga sulfat, kemudian dilakukan penanaman.

Pencelupan ini ditujukan untuk mencegah serangan atau infeksi dari penyakit busuk umbi.

Untuk penanaman di satu hektar lahan dibutuhkan sekitar 2 ton bibit ganyong. Selain menggunakan umbi, Anda juga dapat menggunakan biji dari ganyong.

Namun kekurangannya, proses dari mulai penanaman hingga panen akan lebih lama, sehingga Anda perlu menghabiskan lebih banyak waktu dan tenaga untuk membudidayakan tanaman ganyong.

3. Jenis dan pengolahan tanah yang tepat untuk budidaya tanaman ganyong

Pertama-tama, Anda perlu melakukan pembajakan tanah terlebih dahulu. Pembajakan perlu dilakukan agar tanah menjadi gembur.

Rumput yang ada akan bercampur dengan tanah, lalu berubah menjadi pupuk alami.

Setelah tanah tersebut sudah terkena hujan, maka Anda dapat mencangkul dan meratakan tanah tersebut.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan air dan udara untuk bergerak di dalam tanah, sehingga umbi dapat bernapas dan menyerap nutrisi dengan baik.

Selain itu, tanah yang gembur juga memudahkan umbi untuk tumbuh, sehingga dapat dihasilkan umbi yang lebih besar.

Apabila Anda menggunakan tanah liat, maka perlu dibuat guludan atau tumpukan tanah yang dibuat memanjang atau memotong dengan tinggi 25-30 cm, serta lebar 30-40 cm dengan jarak antar guludan sejauh 30-50 cm.

Alasannya adalah karena tanah liat memiliki tekstur yang relatif keras, sehingga perlu dibuat guludan agar tanah memiliki drainase yang baik.

Setelahnya, dapat diberikan pupuk kandang atau pupuk kompos pada tanah. Lubang tanam dibuat dengan jarak tanam 80 cm x 80 cm.

Sementara, apabila terdapat rerumputan liar pada lahan, maka dapat digunakan jarak tanam 120 cm x 170 cm. Jika Anda menggunakan tanah liat, jarak tanam juga perlu ditingkatkan menjadi 130 cm x 130 cm.

4. Proses pemeliharan budidaya tanaman ganyong

Pemeliharaan dapat dilakukan dengan pemupukan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos.

Pemupukan dilakukan pada waktu yang bersamaan dengan pembumbunan, sementara pengairan tidak perlu dilakukan terlalu sering karena tanaman ganyong dapat tumbuh di tanah yang kering sekalipun.

Selain itu, perlu juga dilakukan pengendalian terhadap gulma, hama dan penyakit tanaman ganyong. Untuk gulma, Anda dapat membersihkan lahan secara teratur dengan mencabut gulma yang tumbuh di lahan Anda, sementara hama pada tanaman ganyong dapat Anda basmi secara mekanik dengan memotong bagian tanaman yang terserang hama dan memusnahkannya.

5. Proses panen umbi ganyong

Tanaman ganyong bisa Anda panen ketika waktunya sudah tepat. Apabila Anda melakukan penanaman di dataran tinggi, maka umbi ganyong akan siap dipanen pada umur 6-8 bulan.

Sementara, jika Anda melakukan budidaya tanaman ganyong di dataran rendah, maka umbi akan dapat Anda panen ketika umur tanaman ganyong sudah mencapai 12 bulan.

Pemanenan dilakukan ketika kandungan pati pada umbi ganyong berada pada jumlah maksimumnya. Apabila Anda melewatkan masa panen, maka kandungan pati akan menurun seiring pertambahan usia tanaman ganyong.

Pemanenan dapat dilakukan dengan mencabut umbi secara hati-hati apabila batang dari tanaman ganyong cukup kuat, sementara jika batang cukup rapuh, maka penan dapat dilakukan dengan cara mendongkel umbi tersebut.

Hasil panen dari umbi gantong harus Anda simpan di udara dingin tapi tidak mengandung kelembaban yang terlalu tinggi. Usia simpan umbi ganyong dapat mancapai maksimal 1 bulan.

Itu dia beberapa langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk budidaya tanaman ganyong secara organik. Menarik, bukan?

Baca Juga : Morfologi Tanaman Ganyong

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *