Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Rambutan

Diposting pada

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Rambutan – Nephelium lappaceum L atau yang dikenal sebagai rambutan adalah tanaman tahunan yang berasal dari Indonesia.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Rambutan
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Rambutan

Tanaman ini berbatang kayu, berbentuk silindris dengan permukaan kasar, serta memiliki batang berwarna cokelat.

Tanaman ini juga tumbuh tegak lurus dan memiliki daun hijau yang berbentuk oval dan bercabang teduh.

Klasifikasi Tanaman Rambutan

  • Kingdom : Plantae (tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (tanaman pembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (tanaman berbunga)
  • Kelas : Mangoliosida (dikotil atau berkeping dua)
  • Subkelas : Rosidae
  • Ordo : Sapindes
  • Familia : Sapindaceae
  • Genus : Nephelium
  • Species : Nephelium lappaceum L.

Morfologi Tanaman Rambutan

Tanaman rambutan tergolong tanaman yang berbunga banyak. Tanaman ini memiliki ketinggian setinggi 12 – 25 meter dan termasuk pohon hijau abadi dengan kecenderungan menyukai suhu tropika hangat dengan rata-rata suhu mencapai 25°C.

Pertumbuhan pohon rambutan umumnya dipengaruhi ketersediaan air. Dimana setelah masa berbuah telah selesai, maka pohon rambutan akan bersemi (flushing) menghasilkan cabang dan daun yang baru.

Tahap ini lebih mudah teramati saat warna pohon yang hijau muda, karena didominasi oleh daun muda.

Pertumbuhan akan terhenti apabila ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.

Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, namun terkadang ditemukan sebagai tumbuhan liar.

Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembab dengan curah hujan cukup tinggi, yaitu curah hujan tahunan paling sedikit 2000 mm.

1. Akar Rambutan

Struktur morfologi akar, yaitu terdiri atas batang akar, rambut akar yang berguna untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral, ujung akar sebagai daerah meristematic dengan sel-selnya selalu aktif membelah, serta kaliptra atau tudung akar sebagai pelindung ujung akar dari kerusakan mekanis ketika menembus tanah.

Struktur anatomi akar dari lapisan luar ke dalam, yaitu:

  • Jaringan epidermis, terdiri atas selapis sel, tipis, rapat, dan mudah dilalui air.
  • Jaringan korteks, terdiri atas berlapis-lapis sel, berdinding tipis, serta berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan
  • Jaringan endodermis, terdiri atas selapis sel, bersifat tebal, dan sulit dilalui air (selektif)
  • Stele, terdiri atas xilem dan floem. Letak jaringan pengangkut (xilem dan floem) pada tumbuhan dikotil bersifat lebih teratur dibandingkan tumbuhan monokotil

2. Batang Rambutan

Batang tanaman rambutan berbentuk bulat atau tidak teratur, berwarna kecokelatan dan tidak rata, serta memiliki diameter 40 – 60 cm.

Tinggi batang rambutan berkisar antara 8 m, namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari setinggi 4 m. Adapun struktur morfologi batang tanaman rambutan adalah sebagai berikut.

  • Batang berkayu
  • Merupakan batang keras
  • Terdapat jaringan kayu
  • Terdapat lentisel
  • Berukuran besar
  • Berumur relatif panjang

Dari luar ke dalam, struktur anatomi batang yaitu:

  • Jaringan epidermis, terdiri atas selapis sel, dinding sel menebal, dilindungi oleh kutikula
  • Jaringan korteks, terdiri atas berlapis-lapis sel, berongga-rongga, bervakuola besar, serta berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan
  • Stele, terdiri atas xilem dan floem. Letak jaringan pengangkut (xilem dan floem) pada tumbuhan dikotil bersifat lebih teratur dibandingkan tumbuhan monokotil

Fungsi Batang Rambutan

  1. Sebagai organ perlintasan air dan makanan. Xilem sebagai jaringan yagn mengangkut air dan garam mineral, sedangkan floem yang berfungsi sebagai jaringan yang mengangkut hasil fotosintesis (makanan).
  2. Sebagai organ pembentuk dan penyangga tubuh tanaman
  3. Sebagai alat perkembangbiakan vegetatif

3. Daun Rambutan

Daun tanaman rambutan bersifat majemuk menyirip dengan jumlah daun 5 – 9, berbentuk bulat telur atau oval, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, berwarna hijau dan kuning apabila terkena hama dan penyakit menyerang lainnya.

Variasi daun rambutan bergantung pada usia, posisi pada pohon, dan ras lokal. Dau majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2 – 4 pasang.

Bentuk daun yaitu daun bulat lonjong, dengan panjang 7,5 – 20 cm dan lebar 3,5 – 8,5 cm.

Struktur anatomi daun, dari lapisan atas ke bawah, yaitu:

  • Jaringan epidermis, terdiri atas selapis sel dan dilindungi oleh kutikula
  • Jaringan palisade, yaitu sel berbentuk tiang dan memiliki banyak kloroplas
  • Jaringan spons, yang terdiri atas sel berlapis-lapis, memiliki rongga udara, terdapat sedikit kloroplas, serta memiliki jaringan pengangkut (xilem dan floem)
  • Jaringan epidermis bawah, terdiri atas sel selapis, terdapat stomata yang berguna sebagai tempat pertukaran udara.

Fungsi daun yaitu sebagai tempat fotosintesis, tempat respirasi, tempat transpirasi, serta alat perkembangbiakan vegetatif.

4. Bunga Rambutan

Tumbuhan rambutan akan menghasilkan bunga setelah 7 tahun apabila ditanam dari biji, namun pada usian 2 tahun sudah dapat berbunga apabila dibiakkan secara vegetatif.

Rambutan biasanya berumah dua, namun bersifat andodioecious. Bunganya berbentuk bunga jantan atau bunga sempurna dan tersusun atas satu malai bunga atau panicula (banci). Bunga jantan tidak akan pernah dapat menghasilkan buah.

Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, berbau harum, bersifat kecil, berwarna hijau muda.

Bunga jantan dan bunga betina seringkali tumbuh terpisah dalam satu pohon. Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air.

Masa kering tiga bulan akan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga.

Bungnya yang bersifat majemu, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5 mm atau bahkan lebih kecil.

Bunga jantan juga tidak menghasilkan putik. Sedangkan bunga banci baru berbunga akan menghasilkan bunga jantan, dan diikuti dengan bunga dengan putik. (Baca Juga : Pengertian Kepala Putik)

Bunga banci juga memiliki benang sari yang fungsional serta memiliki dua bakal buah.

Namun, hanya satu bakal buah yang akan berfungsi, satu lagi akan mengalami reduksi.

3. Buah Rambutan

Buah rambutan dibungkus oleh kulit berambut di bagian luarnya (eksokarp). Warnanya hijau saat muda dan berangsur menguning hingga merah saat masak.

Endocarp berwarna putih. Buah berbentuk bulat lonjong, panjang 4 – 5 cm, dengan duri tempel.

Dinding buah tebal, dan biji berbentuk elips, terbungkus daging buah berwarna putih transparan yang dapat dimakan dan banyak mengandung air, serta berasa manis.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *