Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kedelai

Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kedelai – Tanaman kedelai merupakan jenis tanaman famili leguminosae yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, jenis olahannya yang paling banyak dikonsumsi adalah tempe dan tahu.

Oleh karena itu jumlah kebutuhan kedelai di Indonesia mencapai 2,2 juta ton sehingga perlu peningkatan produksi.

Salah satu hambatan peningkatan produksi kedelai adalah hama dan penyakit yang menyerang tanaman selama proses pertumbuhan, dimana hambatan tersebut dapat mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen kedelai.

Oleh karena itu diperlukan tindakan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman kedelai. Untuk mengetahui cara pengendalian yang tepat maka kita perlu mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kedelai. Berikut adalah sejumlah hama dan penyakit pada kedelai dan cara pengendaliannya.

Apa saja jenis hama yang menyerang?

Jenis hama yang menyerang kedelai cukup banyak, hama-hama ini menyerang beberapa bagian pada tanaman kedelai seperti tanaman muda, daun dan polong.

Adapun hama yang menyerang tanaman muda adalah lalat kacang, penggerek batang dan penggerek pucuk.

Kemudian ada juga hama yang menyerang daun seperti kumbang daun kedelai, ulat grayak, Kumbang tanah kuning, ulat jengkal, ulat penggulung daun, dan ulat pelipat daun.

Sedangkan hama yang menyerang polong diantaranya adalah penggerek polong, kepik polong dan kepik hijau. Selain hama, hal yang menghambat pertumbuhan kedelai adalah penyakit pada bagian-bagian kedelai itu sendiri.

Beberapa jenis penyakit tersebut adalah karat kedelai, mosaik kuning kedelai,  katai kedelai, dan kerdil kedelai. Sejumlah hama dan penyakit yang telah disebutkan di atas dapat dilakukan pengendaliannya.

Pengendalian tersebut terbagi menjadi empat kelompok yaitu teknis budidaya, fisik dan mekanis, kimiawi, dan hayati.

Pada pengendalian teknis budidaya ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan sebagai upaya pengendalian yaitu menentukan lokasi dan waktu tanam yang sesuai, menanam varietas tahan contohnya varietas Wilis, Kerinci, dan Malabar lebih tahan terhadap infeksi jamur
karat (Phakopsora pachyrhizi).

Komponen selanjutnya adalah menanam benih yang sehat, hal ini dikarenakan beberapa patogen yang menyerang tanaman kedelai diketahui dapat terbawa benih (seed-borne) dan ditularkan melalui benih (seed-transmitted) yang dihasilkan dari tanaman sakit.

Terakhir adalah pemupukan yang sesuai. Hal ini menjadi penting karena intensitas serangan beberapa penyakit tanaman dapat dinaikkan atau diturunkan melalui pemupukan.

Melakukan pengendalian

Kemudian adalah pengendalian secara fisik dan mekanis. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengendalian ini misalnya saja penyakit karat dapat dikurangi melalui pergiliran tanaman dan menjauhkan tanaman kedelai dari tumbuhan inang lain yang dapat menjadi sumber penyakit karat.

Penyakit layu oleh jamur Sclerotium atau Rhizoctonia dapat diatasi dengan mencabut tanaman yang sakit di lahan, mengumpulkannya dalam kantong serta membakarnya.

Populasi hama/penyakit dapat diatasi dengan menyingkirkan kelompok telur, mematikan larva hama atau imago nya serta mengambil tanaman yang sakit

Jenis pengendalian lainnya adalah pengendalian secara kimiawi. Pengendalian kimiawi dengan fungisida atau bakterisida masih sangat jarang dilakukan oleh petani kedelai di Indonesia.

Penggunaan pestisida nabati atau kimiawi secara selektif dilakukan untuk mengendalikan populasi hama.

Adapun fungisida yang efektif mengatasi penyakit karat pada tanaman kedelai diantaranya adalah mankozeb (Dithane M-45), klorotalonil (Daconil), tiofanat methil (Topsin), triadimefon (Bayleton), dan benomil (Benlate).

Terakhir adalah pengendalian secara hayati. Pada cara ini dilakukan penanaman tanaman perangkap atau penolak dengan tujuan agar hama akan lebih senang pada tanaman perangkap.

Misalnya penanaman jamur antagonis yang menekan serangan penyakit. Sebagaimana menurut penelitian Sudantha (2000) penggunaan jamur antagonis Biotric dengan bahan aktif Trichoderma harzianum masing-masing sebanyak 2,87 ku/ha dan 5,75 ku/ha pada daerah rhizosfer efektif menekan intensitas serangan penyakit layu S.rolfsii dari 52% turun menjadi 8 hingga 8,4% dan mempertahankan hasil 2 t/ha.

Dari penjelasan diketahui juga bahwa kacang kedelai ini memiliki sejuta manfaat bagi tubuh manusia, kacang kedelai ini menyimpan beberapa efek samping juga bagi tubuh anda. Berikut adalah beberapa manfaat kacang kedelai bagi kesehatan anda.

Manfaat-manfaat yang terkandung dalam Kacang Kedelai untuk Kesehatan tubuh anda

  1. Kacang kedelai sangat baik untuk perkembangan otak anda

Ada lagi manfaat kacang kedelai yakni sebagai obat yang bermanfaat dalam membantu perkembangan otak dan kualitas otak anda akan meningkat.

Hal itu wajar karena lesitin yang sudah terkandung di dalamnya bisa memberi anda asupan yang sangat baik untuk otak dan mencegah penyakit pikun dimana penyakit ini memang di alami ketika seseorang telah masuk usia 50 tahun ke atas. Kacang kedelai juga diketahui dapat mencegah penyakit seperti alzheimer.

  1. Kacang kedelai bisa mengatasi anemia

Anemia adalah salah satu dari penyakit karena kekurangan sel darah merah di dalam tubuh, kekurangan ini tentunya dapat mengakibatkan penderita nya mengalami rasa cepat lelah, lunglai dan juga sangat letih setiap hari.

Hal tersebut dapat merusak konsentrasi anda dan dapat mengganggu hari-hari anda dalam beraktivitas.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Kedelai

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018