Cara Budidaya Tanaman Kedelai Organik

Diposting pada

Cara Budidaya Tanaman Kedelai – Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang penting bagi masyarakat Indonesia karena dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe, tahu, susu kedelai hingga pakan ternak.

Cara Budidaya Tanaman Kedelai Organik
Cara Budidaya Tanaman Kedelai Organik

Dengan budidaya tanaman kedelai secara organik, maka bisa diperoleh kedelai yang sehat dan bebas dari bahan kimiawi.

Baca Juga : Penyakit Pada Tanaman Kedelai

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan serta langkah-langkah dalam budidaya tanaman kedelai secara organik adalah sebagai berikut.

Kondisi air dan tanah yang digunakan

Dalam melakukan budidaya tanaman kedelai secara organik, Anda harus memperhatikan kondisi tanah yang digunakan sebagai media tanam.

Tanah yang cocok untuk budidaya tanaman kedelai adalah tanah yang memiliki drainase dan aerasi yang baik.

Hal yang harus Anda lakukan adalah melakukan pembajakan tanah terlebih dahulu baik dengan menggunakan cangkul maupun traktor, lalu meratakan tanah tersebut.

Selanjutnya, Anda dapat membuat saluran air dengan jarak 4-5 cm. Tiga minggu kemudian, Anda dapat melakukan penanaman tanaman kedelai di atas lahan tersebut.

Kondisi lingkungan tumbuh kedelai

Tanaman kacang kedelai bisa tumbuh secara optimum di suhu sekitar 40oC. Suhu yang terlalu tinggi akan membuat tanaman kedelai cepat mengering dan kemudian mati, sementara suhu lingkungan yang terlalu dingin dapat menyebabkan pertumbuhan kedelai lambat.

Sementara itu, tanaman kedelai tidak membutuhkan curah hujan tertentu. Namun, akan lebih baik jika dilakukan penyiraman ketika proses pembungaan tanaman kacang kedelai, serta ketika tanah sudah mulai mengering.

Proses pemupukan

Pupuk yang dapat Anda gunakan adalah pupuk kandang ayam, sapi atau kambing.

Pupuk kandang sapi terbukti memiliki potensi yang paling baik karena dapat menghasilkan bobot biji yang tinggi, jumlah biji yang banyak, serta ketinggian tanaman yang baik.

Dapat digunakan pupuk dengan dosis 10-15 ton/ha, serta penambahan larutan giberelin untuk meningkatkan produktitas kacang kedelai.

Proses penanaman bibit kacang kedelai

Proses penanaman bibit kacang kedelai paling baik dilakukan di akhir musim hujan, yaitu sekitar bulan Mei-Juni.

Penanaman dilakukan dengan terlebih dahulu merendam benih dalam larutan pupuk kompos selama kurang lebih satu jam.

Selanjutnya, Anda dapat menanam benih Anda pada tanah yang telah disiapkan dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm.

Sebelumnya, Anda perlu membuat lubang sedalam 5 cm, lalu memasukan benih Anda ke dalam lubang tersebut sejumlah 1-3 biji untuk tiap lubangnya. Lubang tersebut Anda tutup dengan tanah yang telah gembur agar drainase dan aerasi baik.

Pemeliharaan

Tanaman kacang kedelai membutuhkan kondisi tanah yang cukup lembab untuk dapat tumbuh.

Namun, Anda juga harus mencegah tanaman kedelai yang terendam dalam genangan air karena dapat memicu munculnya penyakit akibat cendawan serta busuknya tanaman kedelai Anda.

Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan penyiraman ketika tanah sudah mulai kering secara secukupnya. Sebaiknya, penyiraman tidak perlu dilakukan ketika Anda sudah akan melakukan panen.

Selain penyiraman, Anda juga dapat menambahkan pupuk secara teratur baik dengan pupuk kompos maupun campuran pupuk urea dan KCl.

Pupuk dapat Anda tambahkan sekitar 14 hari setelah proses penanaman dilakukan, lalu dilakukan pemupukan lagi di minggu ke-6 setelah penanaman dilakukan.

Pemupukan dapat dilakukan dengan penyiraman maupun penyemprotan, namun ketika tanaman sedang mengalami masa pembungaan sebaiknya digunakan penyiraman ke tanah tempat tumbuh tanaman kacang kedelai agar tidak mengganggu proses penyerbukan bunga.

Pengendalian hama dan penyakit

Selain pemeliharaan berupa penyiraman dan pemupukan, Anda juga perlu mewaspadai serangan hama dan penyakit, seperti kutu, ulat hingga kumbang.

Pengendalian yang dapat Anda lakukan adalah dengan memotong dan membuang atau memusnahkan bagian tumbuhan yang diserang oleh hama tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan pengendalian secara hayati, yaitu dengan menggunakan musuh alami berupa predator atau parasit dari hama tersebut.

Selain dengan cara mekanik dan hayati, Anda juga dapat menjaga sanitasi kebun dengan membersihkan daun-daun yang berguguran untuk mencegah munculnya hama berupa cendawan.

Selain itu, hama cendawan juga dapat dikendalikan melalui perbaikan drainase lahan. Hal ini karena cendawan mudah tumbuh di tempat yang lembab.

Panen kacang kedelai

Proses panen dapat Anda lakukan pada usia biji kedelai 70-120 hari, yaitu ketika biji kedelai sudah dalam kondisi matang.

Tanda-tanda biji kedelai sudah bisa  dipanen adalah sebagian besar daun sudah mulai menguning atau menguningnya polong dari tanaman kedelai.

Setelah kedelai dipanen, maka Anda harus menjemur kedelai tersebut di sinar matahari hingga kering.

Biji kedelai dapat diambil dengan memukul kedelai tersebut diatas anjang-anjang.

Setelahnya, biji kedelai dibersihkan dari kulitnya. Tahap terakhir, biji dapat disimpan dalam kondisi yang kering agar bebas dari serangan hama.

Itu dia beberapa langkah mudah untuk melakukan budidaya tanaman kedelai secara organik. Cukup mudah, bukan?

Baca Juga : Morfologi Tanaman Kedelai

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *