Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Ruang Lingkup Kerja Bimbingan Preventif dan Kuratif

Pengertian, Ruang Lingkup Kerja Bimbingan Preventif dan Kuratif – Tugas seorang guru bukan hanya mengajar dan mendidik saja,tetapi mereka juga diharuskan mampu membimbing anak atau siswa dengan baik.

Pengertian, Ruang Lingkup Kerja Bimbingan Preventif dan Kuratif

Pengertian, Ruang Lingkup Kerja Bimbingan Preventif dan Kuratif

Membimbing yang dimaksud disini adalah mampu mengarahkan siswa secara person to person untuk meningkatkan bakat minat sekaligus membantu siswa mengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran dan kehidupannya.  Nah, untuk bisa mengaktualkan hal diatas, seorang guru harus tahu cara membimbing yang baik.

Bimbingan terhadap anak atau siswa dibagi menjadi dua macam yaitu bimbingan preventif dan bimbingan kuratif. Kedua bimbingan ini memiliki fungsi kerja yang berbeda. Karena fungsi kerjanya berbeda, tentu metode pembimbingannya juga berbeda.

Pada artikel ini kami akan menjelaskan perbedaan tersebut yang kami lengkapi dengan pengertian dan ruang lingkup kerjanya.

PENGERTIAN BIMBINGAN PREVENTIF

Bimbingan preventif adalah bantuan yang diberikan guru pada siswa sebelum masalah masalah menimpa mereka. Biasanya bentuk bimbingan yang diberikan berupa peningkatkan bakat minat, mengisi kekosongan waktu dengan kegiatan positif dll.

Sehingga dengan bimbingan diatas, anak atau siswa tidak terjerumus pada masalah masalah seperti kesulitan belajar, kenakalan remaja, kriminalitas dan lain lain. Nah dari narasi diatas bisa disimpulkan kalau bimbingan preventif bersifat pencegahan.

RUANG LINGKUP KERJA BIMBINGAN PREVENTIF

Metode kerja atau jenis jenis pembelajaran dan pembimbingan yang ada pada bimbingan preventif kami sebut dengan ruang lingkup kerja bimbingan preventif. Ruang lingkup ini harus dipahami terlebih dahulu sebelum anda melakukan tindakan preventif pada siswa.

  • Mengajarkan Tata Tertib

Mengajarkan tata tertib sejak dini merupakan tindakan dalam pembimbingan preventif. Tata tertib yang diajarkan harus menyeluruh baik tata tertib yang tertulis maupun tidak. Tujuannya supaya anak merasa takut melakukan pelanggaran pelanggaran yang akan mendatangkan masalah bagi mereka.

  • Menanamkan Rasa Disiplin

Anak dan siswa harus memiliki kedisiplinan tinggi jika ingin sukses dalam kehidupannya. Kedisiplinan juga diperlukan ketika siswa dihadapkan pada suatu masalah.

Nah, kedisiplinan inilah yang wajib dilakukan pada pembimbimngan preventif. Karena dengan memberi pemahaman tentang disiplin sejak dini, sifat dan sikap kedisiplinan anak akan semakin tertanam.

  • Memberi Motivasi

Jangan biarkan anak dan siswa kering dari motivasi. Karena dikhawatirkan hal tersebut bisa membuat mental anak down ketika berhadapan dengan masalah. Bahkan tanpa motivasi, anak akan terjerumus pada pergaulan tidak sehat akibat tidak ada kemampuan dirinya untuk berlaku seperti anak yang baik.

Disinilah peran guru pembimbing sebagai instruktur yang akan menstrasfer motivasi kepada siswa. Tujuannya tentu untuk mencegah anak berbuat amoral dan lain lain.

  • Memberi Nasehat

Jangan sungkan memberi nasehat ketika siswa anda memintanya. Itu menjadi bukti kalau siswa anda adalah anak yang baik dan cerdas.

Jangan Cuma anak yang nakal saja yang dinasehati, anak yang curhat pun harus anda bantu dengan baik. Menasehati siswa dengan cara yang halus, pasti akan dipatuhi dan ditaati. Jadi, berilah nasehat. Siapa tahu nasehat anda sebagai gurunya bisa mencegah perilaku tidak baik siswa.

Nah setelah anda sudah tahu pengertian bimbingan preventif beserta ruang lingkup kerjanya, maka berikut ini kami akan menjelaskan tentang bimbingan kuratif dengan bidang telaah yang sama.

PENGERTIAN BIMBINGAN KURATIF

Bimbingan kuratif adalah layanan bantuan yang diberikan kepada anak atau siswa demi tujuan untuk menyelesaikan bahkan membebaskan mereka dari permasalahan.

Biasanya bimbingan kuratif ini dilakukan pada masalah siswa yang cukup berat seperti melakukan tawuran, terlibat tindakan criminal, merokok dan lain lain. Sedangkan sifat dari bimbingan kuratif adalah penyembuhan.

RUANG LINGKUP KERJA BIMBINGAN KURATIF

Ruang lingkup kerja bimbingan kuratif berbeda dengan bimbingan preventif. Secara garis besar ruang lingkup kerja bimbingan kuratif terbagi menjadi 4 yaitu Pemberitahuan, Peringatan, Hukuman dan ganjaran. Ini dia penjelasan dari keempatnya, yaitu :

  1. Pemberitahuan

Pemberitahuan adalah kegiatan menginformasikan pengetahuan kepada siswa ketika siswa melakukan hal yang buruk. Jadi kalau ada anak yang naik ke atas meja saat pelajaran berlangsung, maka jangan langsung dimarahi. Tetapi beritahukan terlebih dahulu kalau perbuatan mereka tersebut tidak baik dan salah.

  1. Peringatan

Peringatan merupakan bagian dari pembimbingan kuratif yang diberikan kepada anak atau siswa yang telah melakukan pelanggaran atau masalah secara berulang ulang. Peringatan ini lebih tegas dibandingkan pemberitahuan. Karena biasanya peringatan disertai dengan ancaman hukuman.

  1. Hukuman

Hukuman adalah ruang lingkup kerja bimbingan kuratif yang diberikan apabila siswa masih tetap melanggar sekalipun sudah ada pemberitahuan dan peringatan.

Saran kami, untuk metode ini pastikan hukuman yang diberikan atas dasar kesalahan siswa bukan karena kemarahan guru atau pembimbingnya.

  1. Ganjaran

Ganjaran adalah tindakan pembimbing kuratif ketika menemukan siswa siswa berprestasi. Istilah asing dari ganjaran ini adalah reward. Ciri ciri ganjaran adalah semua pemberian yang bisa menyenangkan siswa seperti hadiah, ucapan selamat hingga pujian.

Itulah pengertian, bimbingan preventif dan bimbingan kuratif lengkap dengan ruang lingkup kerjanya. Semoga bisa bermanfaat bagi anda para guru semuanya.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018