Pengertian dan Jenis Korelasi

Pengertian dan Jenis Korelasi – Berdasarkan etiologis, korelasi dapat dimaknai sebagai hubungan. Namun, korelasi tidak hanya dapat dipahami menurut pengertian tersebut.

Pengertian dan Jenis Korelasi

Pengertian dan Jenis Korelasi

Korelasi merupakan suatu teknik analisis dalam ilmu statistika yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel yang bersifat kuantitatif.

Hubungan antara dua variabel tersebut terjadi karena adanya hubungan sebab akibat atau dapat pula terjadi secara kebetulan. Dua variabel dikatakan berkorelasi apabila perubahan pada variabel yagn satu akan diikuti dengan perubahan variabel yang lain secara teratur dengan arah yang sama (korelasi positif) atau berlawanan (korelasi negatif).

Dalam istilah matematika, korelasi merupakan suatu ukuran dari seberapa dekat dua variabel yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya, apabila menggunakan tinggi badan dan usia siswa SD sebagai variabel dalam korelasi positif.

Maka, semakin tua usia siswa SD, semakin tinggi tinggi pula variabel tinggi badannya. Hubungan ini diketahui sebagai korelasi positif karena kedua variabel mengalami perubahan ke arah yang sama atau bersifat proporsional, yaitu meningkatnya usia akan sebanding dengan meningkatnya tinggi badan.

Sementara itu, korelasi negatif diartikan sebagai perbandingan berkebalikan. Meningkatnya nilai akan berbanding terbalik dengan menurunnya jumlah ketidakhadiran siswa.

Sebaliknya, semakin tinggi tingkat ketidakhadiran siswa di kelas, maka nilai yang diperoleh akan semakin rendah. Hubungan ini dikenal sebagai korelasi negatif, yaitu kedua variabel akan mengalami perubahan menuju arah yang berlawanan.

Variabel yang dibandingkan satu sama lain dalam suatu korelasi dapat dibedakan menjadi variabel independen dan variabel dependen. Sesuai namanya, variabel independen adalah variabel yang perubahannya cenderung berada di luar kendali manusia.

Sementara, variabel dependen adalah variabel yang dapat berubah sebagai akibat perubahan variabel independen. Hubungan ini dapat diilustrasikan dalam pertumbuhan tanaman dengan variabel sinar matahari dan tinggi tanaman.

Sinar matahari merupakan variabel independen karena intensitas cahaya yang dihasilkan oleh matahari tidak akan dapat diatur oleh siapa pun, termasuk manusia.

Sedangkan, tinggi tanaman merupakan variabel dependen karena perubahan tinggi tanaman akan dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang diperoleh tanaman.

Jenis Korelasi

Korelasi merupakan suatu teknik analisis yang memiliki beragam jenis menurut tingkatannya, yaitu korelasi sederhana, parsial, dan ganda.

  • Korelasi Sederhana

Korelasi sederhana merupakan suatu teknik statistic yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui bentuk hubungan keduanya dengan hasil yang bersifat kuantitatif.

Kekuatan hubungan antara dua variabel yang dimaksudkan adalah apakah  hubungan antar keduanya memiliki hubungan yang erat, lemah, ataupun tidak erat. Sedangkan, bentuk hubungannya adalah apakah bentuk korelasinya bersifat linear positif atau linear negatif.

Di antara berbagai macam teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer hingga saat ini, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman.

Korelasi Pearson Product Moment merupakan korelasi yang digunakan untuk data kontinu dan data diskrit, dan sesuai untuk digunakan dalam statistic parametric.

Saat data yang dimiliki berjumlah besar dan memiliki ukuran parameter seperti mean dan standar deviasi populasi. Korelasi Pearson melakukan perhitungan korelasi dengan menggunakan variasi data.

Keragaman data yang dimiliki ditunjukkan dengan korelasinya. Korelasi ini menghitung data apa adanya, tidak membuat peringkat atas data yang digunakan seperti pada korelasi Rank Spearman.

Apabila Anda memiliki data numerik seperti nilai tukar rupiah, data rasio keuangan, tingkat pertumbuhan ekonomi, data berat badan dan data numerik lainnya, maka Korelasi Pearson Product Moment sesuai untuk digunakan.

Sebaliknya, Korelasi Rank Spearman digunakan untuk data diskrit dan kontinu, namun untuk statistic non parametric. Korelasi ini lebih sesuai untuk digunakan pada statistik non parametric, yaitu statistic yang digunakan ketika data memiliki informasi parameter, namun data tidak terdistribusi  normal atau data diukur dalam bentuk peringkat. Korelasi ini tidak memerlukan asumsi normalitas, maka korelasi Rank Spearman sesuai untuk digunakan bagi data dengan sampel kecil.

  • Korelasi Parsial

Korelasi parsial merupakan metode pengukuran tingkat kedekatan hubungan (korelasi) antara variabel dependen dan variabel independen dengan mengontrol salah satu variabel bebas untuk melihat korelasi natural antara variabel yang tidak terkontrol. Analisis korelasi parsial melibatkan dua variabel.

Suatu variabel yang dianggap berpengaruh akan dibuat tetap atau dikenal sebagai variabel kontrol. Nilai korelasi parsial bervariasi dari antara -1 hingga 1.

Semakin mendekati angka 1 atau -1, maka berarti hubungan antara dua variabel semakin kuat. Namun, apabila nilai mendekati angka 0, berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah.

Nilai positif menunjukkan hubungan searah (X naik maka Y naik), sementara itu nilai negatif menunjukkan hubungan terbalik (X naik, maka Y turun). Data digunakan dalam korelasi parsial biasanya memiliki skala interval atau rasio.

  • Korelasi Ganda

Korelasi ganda adalah bentuk korelasi yang digunakan untuk melihat hubungan antara tiga atau lebih variabel (dua atau lebih variabel independen dan satu variabel dependen). Korelasi ganda berkaitan dengan interkorelasi variabel independen sebagaimana korelasi dengan variabel dependen.

Korelasi ganda akan menunjukkan suatu nilai yang memberikan kuatnya pengaruh atau hubungan dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan variabel lain. Korelasi ganda seringkali memiliki koefisien korelasi, yakni besar kecilnya hubungan antara dua variabel yang dinyatakan dalam sebuah bilangan.

Besarnya koefisien korelasi yaitu antara -1, 0, dan +1. Korelasi -1 adalah negatif, yakni terdapat hubungan di antara dua variabel atau lebih namun sifatnya berlawanan. Korelasi 0 berarti tidak ada hubungan antara dua variabel atau lebih. Korelasi positif yakni hubungan antara dua variabel yang bersifat positif sempurna.

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *