Sejarah Dan Asal Usul Kerajaan Malaka Di Indonesia

Diposting pada

Sejarah Dan Asal Usul Kerajaan Malaka Di Indonesia – Sejarah dan asal usul kerajaan malaka di Indonesia dimulai pada saat didirikan melalui perjalanannya yang mengalami dua kali kekalahan dalam perang yang dialami oleh pendirinya Parameswara.

Sejarah Dan Asal Usul Kerajaan Malaka Di Indonesia
Sejarah Dan Asal Usul Kerajaan Malaka Di Indonesia

Dia adalah pangeran dari Kerajaan Hindu Sriwijaya yang menikah dengan seorang putri dari Majapahit yang kemudian harus ikut serta didalam perang saudara yang terjadi saat itu. (Baca Juga : Ciri Candi Hindu)

Sejak mengalami kekalahan didalam peperangan saat itu, Prameswara akhirnya melarikan diri ke daerah yang kita kenal sekarang sebagai Singapura dan mendirikan sebuah Kerajaan bernama Tumasik.

Namun tak lama setelah berdiri, kerajaan ini dikuasai oleh armada laut Majapahit. Untuk yang kedua kalinya Parameswara mengalami kekalahan dalam peperangan.

Sesudahnya Prameswara memutuskan lari dari situasi yang membuatnya terdesak, dan mencari daerah baru untuk kedua kalinya. Parameswara mendirikan sebuah kerajaan baru di Semenanjung Malaya, kerajaan ini kemudian dikenal sebagai Kerajaan Malaka.

Parameswara kemudian berupaya untuk mengembangkan kerajaan baru dengan membangun sebuah pelabuhan sebagai pusat perdagangan. Dari pelabuhan inilah harapan untuk Malaka yang jaya muncul.

Saudagar dari bangsa – bangsa hebat yang berdatangan pada masa itu seperti Gujarat, Arab, Tiongkok dan sebagainya berbondong-bondong mendatangi pelabuhan tersebut.

Pembangunan pelabuhan inilah kemudian yang menjadi faktor utama kejayaan kerajaan Malaka.

Dengan datangnya saudagar – saudagar tersebut  yang sebagian besar beragama Islam menyebabkan perekonomian kesultanan semakin baik dan Agama Islam juga semakin kental di wilayah Kesultanan Malaka, yang akhirnya menyebabkan Parameswara memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Iskandar Syah yang kemudian menjadikan Malaka sebagai kesultanan kedua yang ada di Nusantara setelah Samudra Pasai.

Belajar dari kesalahan yang sudah pernah dilakukan, Iskandar Syah berusaha untuk dapat melindungi kekuasaan barunya dengan cara mendapatkan perlindungan dari bangsa besar lainya.

Salah satu langkah yang ia ambil adalah, membina relasi dengan Tiongkok tatkala seorang laksamana bernama Yin Ching yang mengunjungi Malaka tahun 1402.

Salah satu sultan di Malaka saat itu juga menikahi seorang putri yang berasal dari Tiongkok bernama Hang Li Po.

Hubungan antara Tiongkok dan Malaka kemudian semakin erat dan menyebabkan Malaka mendapat perlindungan dari Tiongkok untuk menangkal serangan dari bangsa lain.

Saat kepemimpinannya yang hanya mencapai satu abad, Kesultanan Malaka mengalami pergantian kepemimpinan sampai empat kali setelah sang pendiri Iskandar Syah wafat.

Kepemimpinan Kesultanan Malaka dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Muhammad Iskandar Syah atau lebih dikenal sebagai Megat Iskandar Syah.

Di masa kepemimpinannya yang hanya berumur sepuluh tahun akhirnya ia berhasil membuat Kesultanan Malaka sukses dalam bidang pelayaran dan berhasil menguasai seluruh jalur perdagangan di kawasan Selat Malaka serta menguasai Samudra Pasai dengan metode perkawinan politik dengan cara menikahi seorang putri Samudra Pasai.

Kekuasaan Megat Iskandar Syah kemudian diambil alih oleh Sultan Mudzafat Syah melalui sebuah pertikaian politik. (Baca Juga : Pengertian Politik Luar Negeri).

Pada masa kepemimpinannya mulai dari 1424 – 1458, Sultan Mudzafat Syah juga berhasil melebarkan sayap kekuasaan Kesultanan hingga ke Pahang, Indragiri, dan Kampar.

Wafatnya Mudzafat Syah, mengakibatkan pemerintahan diambil alih oleh putranya Sultan Mansyur Syah Sultan yang berkuasa dari 1458 – 1477. Mudzafat Syah kemudian menaklukan Siam dengan alasan untuk mengakhiri ancaman Siam dan memperluas wilayah Kesultanan Malaka.

Setelah meninggal dunia, ia digantikan oleh putranya Sultan Alauddin Syah. Pada masa pemerintahannya dari 1477 – 1488, saat itu Malaka mulai mengalami kemunduran karena banyak daerah taklukan yang melepaskan diri.

Perang mulai berkecamuk serta pemberontakan pun mulai meluas di wilayah kekuasaan kerajaan yang berada di bawah Kesultanan saat itu.

Pada 1488, Alaudin Syah wafat kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Sultan Mahmud Syah yang merupakan raja terakhir Kesultanan Malaka.

Dilihat secara aturan politik kala itu, kekuasaan Kesultanan Malaka hanya tinggal meliputi wilayah utama Semenanjung Malaka.

Daerah-daerah lain telah memisahkan diri dan menjadi kerajaan-kerajaan yang berdiri sendiri.

Dalam kondisi yang semakin lemah, tahun 1511 armada perang bangsa Portugis yang dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque akhirnya berhasil menguasai dan mengakhiri eksistensi Kesultanan Malaka.

Saat Kesultanan menampuk tahta kekuasaan, jalur lalulintas perdagangan internasional yang dimulai dari Selat Malaka semakin ramai oleh pendataang. Pelabuhan yang berada dibawah otoritas Kesultanan berhasil menjadi sebuah pangkalan yang penting bagi berbagai bangsa dari seluruh dunia.

Melihat situasi keadaan yang sangat menguntungkan tersebut, Kesultanan membuat keputusan tentang peraturan-peraturan yang sangat bersifat sepihak.

Contohnya seperti diberlakukannya peraturan bea cukai untuk setiap barang yang datang dari wilayah barat (luar negeri) sebesar 6% dan pajak yang diberlakukan untuk pedagang yang datang dari wilayah Timur (dalam negeri).

Sistem kerja yang terjadi di pelabuhan juga disempurnakan penanganannya dengan cara membuat peraturan tentang syarat-syarat kapal yang berlabuh, kewajiban lapor diri mengenai nama jabatan dan tanggung jawab bagi kapal-kapal yang sedang berlabuh, dan sebagainya.

Selain menjelaskan tentang birokrasi dan peraturan tentang perdagangan di kala itu, Kesultanan juga memberlakukan pemakaian Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi dalam perdagangan dan diplomatik.

Demikian sedikit penjelasan mengenai Sejarah dan asal usul kerajaan malaka di Indonesia.

Semoga dapat memberikan sedikit pengetahuan tentang sejarah yang ada di Indonesia…!

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *