Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Metode dan Cara Pengendalian Hama Tikus Sawah

Metode dan Cara Pengendalian Hama Tikus Sawah – Tikus sawah menjadi hama paling berbahaya bagi para petani yang keberadaannya dapat menyebabkan kerusakan dan jika tidak ditangani dengan cepat secara benar akan mengakibatkan gagal panen.

Metode dan Cara Pengendalian Hama Tikus Sawah
Metode dan Cara Pengendalian Hama Tikus Sawah

Guna mencegah terjadinya kerugian karena serangan para tikus, sebaiknya dilakukan pengendalian hama tikus sawah menggunakan metode dan cara berikut :

1). Tanam dan panen serentak

Proses penanaman dilakukan serentak pada setiap hamparannya, jikapun harus selisih pastikan memiliki selisih tidak lebih dari 2 minggu, sehingga dapat membatasi tersedianya pakan untuk perkembangbiakan para tikus sawah secara terus menerus.

Baca Juga :

2). Sanitasi

Proses sanitasi atau pembersihan pada sekitar lahan pertanian sangat diperlukan terutama semak dan gulma yang sering dijadikan tikus sebagai tempat tinggal, seperti saluran irigasi, area tanggul, parit hingga saluran irigasi.

3). Ukuran pematang yang diperkecil

Pastikan galengan atau  pematang sawah memiliki ukuran yang tidak terlalu lebar dan tinggi, sehingga tidak dapat digunakan sebagai sarang para tikus. Sebaiknya pematang sawah dibuat dengan tinggi dan lebar tidak lebih dari 30 cm.

4). Gropyokan

Proses gropyokan atau perburuan masal pada tikus di awal tanam dengan melibatkan para seluruh petani secara serentak dapat mengurangi populasi tikus, biasanya pas petani menggunakan cara penjeratan, penggalian sarang, memburu dengan anjing dan pengoboran malam.

5). Fumigasi

Pengendalian tikus juga dapat menggunakan cara fumigasi, yaitu sebuah metode atau cara pengendalian hama tikus dengan memasukkan asap pada ruang tertutup.

Sehingga proses ini dapat dilakukan dengan memasukkan pestisida yang berupa gas atau asap pada sarang tikus, baru kemudian sarang tersebut di tutup agar para tikus mati. Sebaiknya cara ini dilakukan ketika memasuki stadium generatif padi.

6). Trap Barrier System (TBS)

Pada daerah endemik tikus yang menggunakan penanaman serempak sebaiknya menggunakan metode TBS atau tanaman perangkap. Biasanya untuk padi seluas 15 hektar dapat menggunakan TBS dengan ukuran 20 x 20 meter yang terdiri dari :

  • Buat petak padi berukuran 20×20 m dan tanam 3 minggu lebih awal, hal ini digunakan untuk menarik kedatangan tikus.
  • Buat pagar dari plastik untuk mengarahkan para tikus agar mau masuk ke perangkap dengan terpal atau plastik yang diberi air per 1 meter memiliki tinggi sekitar 70 – 80 cm. Jangan lupa ujung air direndam air.
  • Buatlah bubu berukuran 20 x 20 x 40 cm dari ram kawat untuk di pasang di setiap sisi TBS untuk menangkap tikus.

7). Linear Trap System (LTBS)

Caranya dengan membentangkan pagar berasal dari patik atau terpal dengan tinggi 60 – 70 cm yang ditegakkan menggunakan air bambu dan berjarak 1 m.

Setiap jarak 20 meter terdapat bubu perangkap dan pintu masuk yang berselang – seling. Sebaiknya pasang ketika memasuki migrasi tikus di daerah pembatas habitat tikus dalam waktu sekitar 3 malam.

8). Menggunakan musuh alami tikus

Anda dapat memanfaatkan musuh – musuh tikus, seperti kucing, ulang. elang, anjing, sehingga populasi para tikus dapat berkurang.

Baca Juga :

9). Secara kimiawi

Menggunakan pestisida kimia yang dicampurkan dengan makanan atau cara lainnya. bahan kimia yang biasa digunakan adalah rodensida dan pastikan dosis yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan.

Dari beberapa cara di atas, anda juga dapat memanfaatkan cara tradisional yang biasanya menggguakan cara penggenanngan sarang para tikus atau menggunakan bunyi – bunyian.

You May Also Like

About the Author: ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *