Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai – Tanaman kedelai merupakan jenis tanaman kacang-kacangan yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia.

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kedelai

Kedelai ini telah dimanfaatkan menjadi berbagai olahan makanan dan minuman yang sangat lezat. Beberapa jenis olahannya sangat familiar di masyarakat seperti tahu dan tempe.

Selain itu kedelai juga dapat diolah menjadi minuman kesehatan seperti sari kedelai.

Tanaman kedelai sebenarnya telah dibudidayakan sejak dahulu. Kedelai bukan merupakan tanaman asli Indonesia melainkan tanaman asli dari Tiongkok dan telah dibudidayakan oleh manusia sejak 2500 SM.

Namun dengan berkembangnya perdagangan, kedelai ini menyebar luas ke negara-negara lain diantaranya Jepang, Korea, Indonesia, India, Australia, dan Amerika.

Kedelai sendiri mulai masuk penyebarannya ke Indonesia sejak abad ke-16 di Pulau Jawa. Seiring berjalannya waktu, kedelai meluas penyebarannya ke daerah-daerah lain di Indonesia yakni Bali, Nusa Tenggara, dan pulau- pulau lainnya.

Baca Juga : Pengendalian Hama Kedelai

Morfologi dan klasifikasi dari tanaman kedelai

Kedelai dalam taksonomi diklasifikasikan ke dalam Kingdom Plantae (tumbuhan), Subkingdom Tracheobionta (tumbuhan berpembuluh), Super Divisi Spermatophyta (menghasilkan biji), Divisi Magnoliophyta (tumbuhan berbunga), Kelas Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil), Sub Kelas Rosidae, Ordo Fabales, Famili Fabaceae (suku polong-polongan), Genus Glycine dan terakhir Spesies Glycine max (L.) Merr.

Di samping itu secara morfologi kedelai memiliki serangkaian sifat yang khas. Tanaman kedelai merupakan tanaman satu musim yang mempunyai beberapa organ utama yaitu akar, batang, buah, dan biji. Jika dilihat tanaman kedelai berbentuk tegak dan bersemak.

Akar tanaman kedelai berbintil-bintil (nodule) sebagaimana famili leguminosae lainnya. Jenis perakaran ini terbentuk karena adanya interaksi simbiosis antara bakteri nodules Rhizobium japanicum dengan akar tanaman kedelai.

Akar yang berbintil ini berfungsi dalam proses fiksasi Nitrogen yang dibutuhkan tanaman kedelai untuk kelangsungan pertumbuhannya.

Pada awalnya akar kedelai muncul dari belahan kulit biji di sekitar mesofil. Akar ini tumbuh cepat ke dalam tanah sedangkan kotiledon yang berkeping dua muncul ke permukaan tanah.

Selanjutnya adalah bagian batang, batang pada tanaman kedelai tidak berkayu melainkan berbentuk perdu atau semak. Batang kedelai memiliki rambut dengan struktur yang beragam menyelubungi nya, berbentuk bulat dengan panjang berkisar antara 30-100 cm.

Batangnya memiliki cabang setelah tanaman mencapai tinggi 20 cm dimana terbentuk sekitar 3-6 cabang tergantung pada varietas dan kepadatan populasi tanaman.

Namun ada pula varietas tanaman kedelai yang tidak memiliki cabang sama sekali. Sebenarnya selain varietas, jarak tanam juga mempengaruhi jumlah cabang yang terbentuk.

Apabila tanaman memiliki kepadatan yang rapat, maka cabang yang terbentuk akan berkurang bahkan tidak ada cabang sama sekali.

Kemudian adalah organ daun. Tanaman kedelai memiliki daun yang berselang-seling, biasanya mempunyai 3 buah daun (triofoliate) dengan petiola yang panjang menyempit dan silinder stipulanya terbentuk panjang menyempit dan slinder, stipulanya akan terbentuk lanseotlat kecil, dan stipel kecil lembaran daun berbentuk oval menyirip, biasanya memiliki palea berwarna hijau dan pangkal berbentuk bulat.

Berlanjut pada bagian bunga. Bunga pada tanaman kedelai merupakan bunga sempurna karena pada bunganya memiliki alat kelamin jantan dan betina.

Setiap bunganya terdiri dari 5 helai daun mahkota, 1 helai bendera, 2 helai sayap, dan 2 helai tunas. Lalu benang sarinya terdapat 10 buah, 9 buah diantaranya bersatu pada bagian pangkal membentuk seludang yang mengelilingi putik dan yang terakhir ada bagian pangkalnya yang terlihat sebagai penutup seludang.

Buah pada tanaman kedelai berbentuk polong sama halnya tanaman kacang-kacangan lainnya, polong pada tanaman kedelai ini diselubungi oleh rambut.

Pada setiap tanaman kedelai terdapat 100-250 polong. Jika setelah tua, warna polong pada tanaman kedelai ada yang berwarna cokelat, cokelat tua, cokelat muda, kuning jerami, cokelat kekuning-kuningan, cokelat keputihan-putihan, dan putih kehitam-hitaman. Jumlah polong tergantung pada varietas, kesuburan tanah dan jarak tanam nya.

Terakhir adalah bagian biji, dimana bentuk, ukuran, dan warna biji kedelai bervariasi tergantung pada varietas nya. Bijinya ada yang berbentuk bulat lonjong, bulat, dan bulat agak pipih. Untuk warnanya ada yang putih, krem, kuning, hijau, cokelat dan hitam Biasanya terdapat 1 – 5 biji dalam satu polong.

Jika melihat dari klasifikasi di atas maka kacang kedelai sendiri memiliki manfaat seperti:

  1. Berguna sekali dalam menurunkan berat badan anda

Telah banyak orang yang tahu jika kacang kedelai mempunyai sejuta manfaat dalam membantu diet atau menurunkan berat badan anda.

Kandungan-kandungan yang dimilikinya dapat membuat anda merasakan kenyang dalam rentang waktu yang lama tapi bisa memberikan anda asupan gizi yang cukup.

  1. Berguna sekali dalam mencegah timbulnya penyakit berbahaya seperti penyakit jantung

Adapun manfaat dari kacang kedelai ini adalah mampu mencegah dan juga melawan penyakit jantung yang sedang anda derita misalnya.

Kandungan non kolesterol yang mampu menurunkan kadar kolesterol-kolesterol jahat yang ada dalam tubuh anda.

  1. Kacang kedelai mampu mencegah tuli

Bagi anda yang ingin mempunyai indera pendengaran tajam, dapat dengan mencoba dengan memulai untuk mengonsumsi kacang kedelai ini secara berkala.

Karena kacang kedelai mengandung zink dan juga zat besi sehingga dapat memperluas kapiler dan pemasokan darah ke telinga manusia.

Baca Juga : Cara Budidaya Kedelai

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..