Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis РPengertian Fotosintesis ialah proses fisikokimia dimana tanaman, alga, dan bakteri fotosintetik menggunakan energi

cahaya untuk mendorong sintesis senyawa organik. Pada tumbuhan, alga dan jenis bakteri tertentu, proses fotosintesis menghasilkan pelepasan oksigen molekuler dan penghilangan karbon dioksida dari atmosfer yang digunakan untuk mensintesis karbohidrat.

Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis
Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis

Bakteri jenis lain menggunakan energi ringan untuk membuat senyawa organik tetapi tidak menghasilkan oksigen.

Fotosintesis menyediakan energi dan mengurangi karbon yang diperlukan untuk keberlangsungan hidup hampir semua makhluk hidup di Bumi, serta oksigen molekuler yang diperlukan untuk kelangsungan hidup organisme yang mengonsumsi oksigen.

Baca Juga :

Selain itu, bahan bakar fosil yang saat ini menjadi energi utama bagi aktivitas manusia dihasilkan oleh organisme fotosintetik kuno.

Meskipun fotosintesis terjadi di sel atau organel yang biasanya hanya beberapa mikron, prosesnya memiliki dampak yang sangat besar terhadap atmosfer dan iklim bumi. Setiap tahun lebih dari 10% dari total karbon dioksida atmosfer dikurangi menjadi karbohidrat oleh organisme fotosintetik.

Faktor Internal yang Mempengaruhi Fotosintesis

Untuk terjadinya proses fotosintesis dibutuhkan faktor-faktor tertentu. Pada bagian ini akan memaparkan apa saja faktor internal yang mempengaruhi terjadinya fotosintesis, yaitu:

1). Klorofil

Klorofil sangat penting untuk fotosintesis. Tanaman etiolasi dan daun yang tidak berwarna hijau tidak melakukan fotosintesis. Sel-sel hijau menghasilkan pati dalam daun. Ada dua pandangan ilmuwan mengenai pengaruh klorofil pada fotosintesis:

  • Willstatter dan Stoll:

Mereka percaya bahwa laju fotosintesis tak sebanding dengan jumlah kandungan klorofil. Tingkat fotosintesis lebih terpengaruh pada konsentrasi enzim dan klorofil.

  • Emerson (1927):

Dia menemukan bahwa ada hubungan langsung antara jumlah makanan yang terbentuk dengan tingkat kandungan klorofil.

2). Struktur daun

Faktor-faktor yang terkait struktur daun yaitu pengaruhnya terhadap difusi karbon dioksida melalui stomata. Mereka juga berpengaruh pada jumlah cahaya yang mencapai collenchyma. Faktor lainnya yaitu:

  • Beda daun berbeda pula ketebalan kutikula dan epidermisnya.
  • Daun-daun itu mengembangkan palisade. Mereka memiliki ukuran dan distribusi ruang antar sel yang berbeda.
  • Daun-daun memiliki perbedaan ukuran, posisi, dan distribusi stomata.
  • Daun-daun mengembangkan berbagai jenis collenchyma dan jaringan vaskular.

3). Tahap pertumbuhan

Laju fotosintesis akan lebih tinggi pada tumbuhan yang berkecambah daripada tumbuhan dewasa.

4). Umur daun

Ketika usia daun sudah tua maka ia akan berkurang kemampuan fotosintesisnya. Ini disebabkan adanya perombakan klorofil serta berkurangnya fungsi kloroplas.

5). Kadar hasil fotosintesis

Semakin banyak kadar klorofil yang dikandung dalam daun, proses fotosintesis berjalan lebih cepat. Semakin sedikit kadar yang dimiliki maka akan menurunkan laju fotosintesis dan menyebabkan warna daun menguning.

6). Penimbun hasil fotosintesis

Jika banyak hasil fotosintesis yang tertimbun maka sel daun yang mengandung klorofil menghalangi pengikatan energi cahaya.

7). Hormon

Tingkat fotosintesis juga dipengaruhi oleh hormon tertentu yang ada pada tumbuhan seperti sitokinin, asam absisat, dan giberelin. Sitokinin dan giberelin bisa meningkatkan laju fotosintesis, sedangkan asam absisat menguranginya.

8). Protoplasmik

Fotosintesis tak langsung dimulai setelah munculnya klorofil pada daun yang berumur sangat muda. Ia baru akan berproses setelah beberapa waktu. Hal yang sama terjadi saat tumbuhan dipindahkan dari tempat gelap ke terang.

Jadi beberapa faktor internal hadir dalam protoplasma sel. Faktor inilah yang disebut faktor protoplasmik. Faktor ini bersifat enzimatik. Arnon pada tahun 1954 meneliti bahwa sel bebas kloroplas mampu melakukan fotosintesis.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Fotosintesis

Selain faktor-faktor yang berasal dari internal, tentunya ada faktor eksternal yang turut mempengaruhi proses fotosintesis. Berikut adalah faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi fotosintesis:

1). Karbon dioksida

Jumlah karbon dioksida di atmosfer adalah 0,03%. Jika jumlah karbon dioksida meningkat hingga 0,1% maka laju fotosintesis akan meningkat. Tetapi, bila jumlah karbon dioksida melewati 0,1% maka laju fotosintesis akan menurun.

2). Air

Air ialah bahan baku yang sangat penting untuk fotosintesis. Sedikit penurunan jumlah air maka akan menyebabkan penutupan stomata. Hal ini dapat mengakibatkan penyerapan karbon dioksida lebih sedikit di daun, dan prosesnya pun menjadi melambat.

3). Cahaya matahari

Fotosintesis tak dapat terjadi dalam tempat yang gelap. Jika intensitas cahaya matahari meningkat secara perlahan, maka laju fotosintesis akan meningkat hingga titik tertentu (biasa disebut titik jenuh). Jika intensitas cahaya matahari sudah meningkat melebihi titik jenuh, maka fotosintesis pun melambat.

4). Oksigen

Sejumlah kecil oksigen sangat penting untuk fotosintesis, sedangkan bila jumlah oksigen yang melewati batas dapat memperlambat laju fotosintesis.

Baca Juga :

5). Suhu

Pada suhu yang dingin laju fotosintesis melambat. Ketika suhu menjadi semakin panas, laju fotosintesis pun meningkat hingga titik tertentu. Akan tetapi ketika suhu sudah terlalu panas pun dapat memperlambat laju fotosintesis.

You May Also Like

About the Author: ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *