Pengertian dan Sifat-Sifat Cahaya

Diposting pada

Pengertian Cahaya dan Sifat-Sifat Cahaya – Pada pengertiannya jika Cahaya merupakan sebuah energi yang memiliki bentuk berupa gelombang elekromagnetik yang kasat mata.  Dengan panjang gelombang tersebut sekitar 380–750 nm.

Pengertian dan Sifat-Sifat Cahaya
Pengertian dan Sifat-Sifat Cahaya

Dalam bidang ilmu fisika, cahaya merupakan radiasi elektromagnetik, baik itu dengan panjang gelombang yang kasat mata maupun tidak. Namun selain itu, cahaya ialah suatu paket partikel yang disebut foton.

Kemudian Kedua pengertian tersebut adalah sifat yang ditunjukkan dari cahaya secara bersamaan sehingga dapat disebut “dualisme gelombang-partikel”.

Baca Juga :

Dalam Suatu paket cahaya disebut spektrum yang kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan (mata) sebagai sebuah warna.

Dalam Bidang studi yang mempelajari cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan suatu area riset yang sangat penting pada fisika modern.

Jadi Studi yang mempelajari tentang cahaya dimulai sejak munculnya era optika klasik yang mempelajari tentang besaran optik seperti: intensitas, frekuensi, polarisasi, serta fase cahaya.

Dari Sifat-sifat cahaya dan juga interaksinya terhadap sekitar dilakukan secara pendekatan paraksial geometris seperti refleksi serta refraksi.

Akan tetapi pendekatan sifat optik fisisnya yaitu : dispersi, polarisasi, interferensi, difraksi. Jadi Masing-masing studi optika klasik itu disebut dengan optika geometris dan optika fisis.

Jadi Pada tahun 1926, Albert Einstein kemudian membuat postulat yang berdasarkan efek fotolistrik. Lalu cahaya tersusun dari kuanta yang disebut foton serta memiliki sifat dualitas yang sama.

Dari Karya Albert Einstein dan Max Planck tersebut. Yang kemudian mendapatkan penghargaan Nobel masing-masing pada tahun 1921 serta 1918.

Yang juga menjadi sebuah dasar teori kuantum mekanik yang kemudian dikembangkan oleh banyak ilmuwan, antara lain : Werner Heisenberg, David Hilbert, Max Born, John von Neumann, Niels Bohr, Erwin Schrödinger, Wolfgang Pauli, Roy J. Glauber, Paul Dirac dan lain-lain.

Dalam Era tersebut kemudian disebut sebagai era optika modern. Pada Pengembangannya yang lebih lanjut terjadi tahun 1953 dengan ditemukannya sinar maser.

Serta sinar laser yang ditemukan pada tahun 1960. Di Era optika modern tidak mengakhiri era optika klasik, namun era tersebut memperkenalkan adanya sifat cahaya yang lain, difusi dan hamburan.

Sifat-Sifat Cahaya

Tahukah kamu jika Cahaya merupakan gelombang yang mempunyai sifat elektromagnetik.

Dan sehingga cahaya mempunyai beberapa sifat-sifat tertentu yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Nah, Berikut sifat-sifat cahaya, antara lain:

1). Cahaya Merambat Lurus

Jadi Cahaya mempunyai sifat yang merambat lurus dapat dibuktikan dengan meninjau yang berdasarkan dapat atau tidaknya benda untuk meneruskan cahaya. Lalu Benda yang memiliki sifat tidak tembus cahaya tidak bisa meneruskan cahaya yang mengenai benda tersebut.

Jadi Apabila dikenai cahaya dan benda tersebut membentuk bayangan. Jika Benda yang seperti itu digolongkan sebagai benda gelap, yang memiliki arti bahwa benda-benda tersebut tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri.

Sebagai Contohnya antara lain: kayu, tembok, batu, dan sebagainya. Selain itu, Sedangkan benda yang dapat tembus cahaya dapat meneruskan cahaya yang mengenai benda tersebut.

Jadi Benda yang seperti itu dikenal sebagai jenis golongan benda sumber cahaya. Sebagai Contohnya seperti kaca.

2). Cahaya Dapat Dipantulkan

Jadi Cahaya juga dapat dipantulkan, pemantulan cahaya terdiri atas pemantulan baur (pemantulan difus) serta pemantulan teratur. Dalam Pemantulan baur atau pemantulan difus dapat terjadi apabila cahaya yang mengenai permukaan tidak rata.

Yang juga arah sinar pantulannya menjadi tidak beraturan. Kemudian Sedangkan pemantulan teratur dapat terjadi jika cahaya yang dapat mengenai permukaan yang rata. Misalnya seperti cermin datar maka sinar hasil pantulannya mempunyai arah yang teratur.

Jadi Adapun benda-benda yang mempunyai sifat cahaya tersebut adalah cermin. Nah, Berdasarkan dari bentuk permukaannya, cermin dibedakan menjadi cermin lengkung serta cermin datar.

Pada Cermin lengkung dibedakan menjadi 2 macam, yaitu cermin cembung serta cermin cekung. Lalu Berikut sedikit penjelasan tentang cermin tersebut :

a). Cermin Datar

Pertama Cermin datar. Dan cermin datar adalah jenis cermin yang mempunyai permukaan tidak melengkung. Lalu Cermin datar adalah cermin yang sering digunakan untuk berias. Kemudian Sifat cermin datar antara lain :

  • Sifat pertama Memiliki ukuran bayangan yang sama dengan dengan ukuran bendanya.
  • Sifat kedua Jarak antara bayangan yang dihasilkan sama dengan jarak benda ke cermin tersebut.
  • Dan ketiga Bayangan yang terbentuk dari cermin datar bersifat semu atau maya (bayangan dapat di lihat, namun tidak dapat ditangkap layar).

Sifat keempat Bayangan pada cermin datar adalah tegak.

b). Cermin Cembung

kemudian Cermin cembung, cermin cembung ialah salah satu jenis cermin yang permukaannya melengkung ke arah luar. Lalu Bayangan yang terbentuk memiliki sifat semu atau maya.

c). Cermin Cekung

selanjutnya Cermin cekung mempunyai permukaan yang melengkung ke dalam. Kemudian Bayangan yang terbentuk pada cermin cekung bersifat tegak, diperbesar, serta semu.

Dan Apabila terdapat sebuah benda yang letaknya jauh dari cermin cekung tersebut. Selanjutnya bayangan yang dihasilkan bersifat nyata dan terbalik. Apabila dalam kegunaan cermin tersebut, cermin cekung biasanya dipakai sebagai reflektor pada lampu.

3). Cahaya dapat Dibiaskan

Kemudian cahaya dapat dibiaskan. Nah, jadi Pembiasan adalah sebuah peristiwa pembelokan arah rambat cahaya, cahaya merambat dengan melalui 2 zat yang mempunyai kerapatan yang berbeda.

Karena Apabila terdapat cahaya datang yang berasal dari zat yang mempunyai kerapatan yang kurang menuju ke zat yang mempunyai kerapatan yang lebih. Pasti  cahaya itu akan dibiaskan mendekati garis normal.

Sebagai Contoh peristiwa pembiasan cahaya :

  • pertama Sedotan yang dimasukkan ke dalam air dalam gelas, maka sedotan tersebut akan terlihat membengkok.
  • kedua Kolam yang mempunyai air yang jernih terlihat seperti dangkal.
  • Melihat bintang dengan menggunakan teleskop.

Itulah pengertian cahaya dan sifat-sifat cahaya, yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua, terimakasih.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *