Pengertian dan Contoh Analogi

Pengertian dan Contoh Analogi – Dalam menyampaikan sesuatu hal, terkadang Anda akan mengalami kesulitan untuk mencari padanan kata yang sesuai.

Pengertian dan Contoh Analogi

Pengertian dan Contoh Analogi

Hal ini diperlukan agar orang lain yang mendengarnya akan paham apa yang sedang Anda jelaskan.

Metode seperti ini dikenal sebagai analogi. Analogi akan bertolak dari satu atau sejumlah peristiwa menuju pada peristiwa lain yang sejenis.

Sebagai contoh, suatu fenomena peristiwa pertama, dapat diketahui memiliki keterkaitan dengan peristiwa lain karena memiliki prinsip yang sama. Persamaan prinsip akan membuat faktor lain yang mempengaruhi peristiwa akan sama pula.

Pengertian Analogi

Analogi adalah suatu metode yang akan menyimpulkan sesuatu dengan cara menyampaikan atau membandingkan suatu fakta dengan fakta-fakta lainnya.

Pemikiran seperti ini dikenal juga sebagai pemikiran melalui persamaan atau analogi logis.

Analogi seringkali disebut sebagai analogi induktif, yaitu suatu proses penalaran dari suatu fenomena terhadap fenomena lain yang sejenis, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena pertama akan berdampak dan berpengaruh pula pada fenomena lain.

Penyimpulan analogi memiliki tiga unsur  penting yaitu peristiwa utama yang menjadi dasar analogi, persamaan prinsip yang menjadi pengikat atau penghubung antarperistiwa, serta fenomena yang akan dianalogikan.

Contoh Analogi

Seperti yang Anda ketahui, planet yang ditempati manusia saat ini adalah bumi, menunjukkan kemiripan dengan planet lain seperti Saturnus, Mars, Jupiter, Venus, dan Merkurius.

Seluruh planet ini mengelilingi pusat tata surya, yaitu matahari, termasuk bumi. Meskipun seluruh planet memiliki jarak dan waktu yang berbeda saat mengelilingi matahari, namun seluruh planet akan menerima sinar matahari, sebagaimana bumi, sehingga akan terjadi pergantian siang dan malam, dengan waktu yang berbeda.

Sebagiannya planet-planet ini akan menerima cahaya dari bulan yang memberikan sinar terhadap planet-planet, saat matahari tidak muncul. Bulan juga meminjam sinar dari matahari.

Oleh karena itu, seluruh planet umumnya memiliki karakteristik yang sama dan serupa, bahkan seluruhnya akan turut pada hukum gravitasi, sebagaimana halnya dengan bumi.

Atas dasar persamaan antara bumi dan planet lainnya, maka dapat disimpulkan bahwa planet tersebut kemungkinan besar dapat dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup, termasuk manusia.

Ciri-ciri Paragraf Analogi

Apabila dilihat dari contoh analogi di atas, maka ciri-ciri paragraf analogi yaitu:

  1. Paragraf ini membandingkan dua hal secara bergantian, dimana dua hal tersebut memiliki tingkat kesetaraan yang sebanding
  2. Kalimat penjelas dalam paragraf analogi umumnya berupa persamaan yang dimiliki oleh dua hal yang dianggap serupa dan sama
  3. Paragraf analogi memiliki kalimat utama yang terletak di bagian akhir paragraf atau sering dikenal sebagai kesimpulan yang merupakan penjelas ide awal yang telah dikemukakan

Macam-macam Analogi

Terdapat dua jenis analogi, yaitu analogi deklaratif dan analogi argumentatif.

  1. Analogi deklaratif

Analogi deklaratif atau yang dikenal sebagai analogi penjelas merupakan suatu metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu hal yang belum diketahui atau masih samar-samar, dengan sesuatu yang sudah diketahui secara pasti.

Sejak dulu, analogi deklaratif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan suatu permasalahan yang akan dijelaskan.

Contohnya adalah:

Ilmu pengetahuan dibangun oleh berbagai fakta seperti halnya rumah yang dibangun oleh berbagai batu-batuan dan batu bata.

Namun, tidak seluruh kumpulan pengetahun dapat menjadi ilmu, seperti halnya tidak semua tumpukan batu dapat membentuk rumah.

Hal ini berguna sebagai penjelasan bagi orang yang belum mengetahui secara tepat terkait struktur ilmu, namun sudah sangat begitu mengenal struktur rumah.

Contoh lainnya adalah otak mampu menghasilkan berbagai pikiran, seperti halnya ginjal yang menghasilkan air seni. Penjelasan terkait hubungan antara pikiran dan otak dapat digambarkan sebagaimana hubungan antara ginjal dan air seni.

Baca Juga : Pengertian Otak

  1. Analogi argumentatif

Analogi argumentatif merupakan suatu metode yang didasarkan pada kesimpulan bahwa apabila suatu hal memiliki satu atau lebih ciri yang sama seperti yang terdapat pada hal lainnya, maka ciri lainnya dari hal pertama juga dapat dimiliki oleh hal kedua.

Hal ini menggambarkan bahwa analogi jenis ini merupakan suatu analogi yang disusun berdasarkan persamaan prinsip yang terdapat pada kedua fenomena, selanjutnya ditarik kesimpulan bahwa apa yang terdapat pada fenomena pertama juga sangat memiliki kemungkinan terdapat juga pada fenomena kedua. Analogi argumentatif ini seringkali dikenal sebagai analogi induktif.

Contoh analogi argumentatif:

Anjing hitam menyalak, mengejar orang, dan kemudian menggigit orang tersebut.

Anjing cokelat menyalak dan mengejar orang.

Meskipun analogi argumentatif seringkali dikenal tidak valid, dimana kesimpulan dari argumen ini bersumber dari premis yag niscaya analogis, namun seringkali terhadap argument analogis tersebut, kita dapat menyatakan bahwa argument yang satu lebih meyakinkan dibandingkan dengan argument lainnya.

Analogi argumentatif dapat dinilai berdasarkan nilai probabilitas tentang sejauh mana argumen yang ada mendukung kesimpulan yang ditarik.

Cara Menilai Analogi

Terdapat alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur keterpercayaan dari suatu analogi, yang dapat diketahui dari berbagai parameter berikut.

  • Sedikit banyaknya persitiwa sejenis yang dianalogikan
  • Sedikit banyaknya aspek yang menjadi dasar analogi
  • Sifat dari analogi yang dibuat
  • Mempertimbangkan ada atau tidaknya unsur yang berbeda pada peristiwa yang dianalogikan
  • Relevan tidaknya masalah yang dianalogikan

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..