Pengertian Dan Daur Hidup Lumut

Pengertian Dan Daur Hidup Lumut – Tumbuhan merupakan makhluk hidup, ada dua kelompok tumbuhan yaitu, tumbuhan berpembuluh dan tumbuhan tidak berpembuluh.

Pengertian Dan Daur Hidup Lumut

Pengertian Dan Daur Hidup Lumut

Tumbuhan terbagi menjadi dua kelompok yaitu , tumbuhan berpembuluh dan tumbuhan tidak berpembuluh.

Baca Juga : Fungsi Hormon Jasmonates Pada Tumbuhan

Tumbuhan angiospermau dan gymnnospermae ialah jenis tumbuhan berpembuluh, lumut merupakan jenis tumbuhan tidak berpembuluh. Banyak sekali kita jumpai lumut yang sudah memiliki usia yang cukup tua dan dapat hidup sampai saat ini.

Keberadaan lumut dimana dianggap sebagai tumbuhan tertua ialah karena tumbuhan yang pertama kali dapat tumbuh pada suatu tempat adalah lumut. Tumbuhan lumut dapat tumbuh karena adanya pengaruh dari jenis lumut, air, suhu, angin dan lingkungan sekitar.

Pertama kali tumbuh dialam membuat tumbuhan lumut dipelajari oleh para ahli terutama untuk dapat mengetahui bagaimana daur hidup lumut dapat terjadi.

Lumut merupakan jenis tumbuhan yang tergabung dalam kelompok Bryophyta. Yang Dalam bahasa Yunani, Bryophyta  memiliki arti sebagai “tumbuh-tumbuhan lumut”. Ada  25.000 jenis anggota kelompok Bryophyta kurang lebihnya.

Lumut merupakan tumbuhan yang mempunyai organ yang lengkap, yaitu daun, batang, dan akar yang berupa rhizoid atau deretan sel parenkim yang tidak memiliki berkas pengangkut. rhizoid pada lumut memiliki fungsi yaitu untuk melekatkan tumbuhan lumut pada substrat dan dapat membawa unsur hara dan air dari tanah ke seluruh tubuh lumut.

Lumut merupakan tumbuhan yang tidak tumbuh membesar, tetapi memiliki cara tumbuhnya dengan memanjang dimana terdapat titik-titik tumbuh berada pada ujung batang.

Lumut adalah tumbuhan yang mengalami proses metegenesis yaitu pergiliran keturunan di dalam daur hidupnya, dimana ada fase generatif dan fase vegetatif.

Fase generatif pada lumut menghasilkan gamet, dan pada fase vegetatif menghasilkan spora. keturunan  yang dimiliki  gametofit mempunyai umur yang lebih panjang daripada keturunan yang dimiliki sporofit.

Pengetahuan mengetahui tentang daur hidup lumut haruslah diketahui karena tumbuhan ini bisa memberi manfaat.  Manfaat tumbuhan lumut antara lain adalah,

dapat meningkatkan sumber air, memberikan nilai tambah untuk menyuplai oksigen, bisa menjadi tumbuhan tanaman obat dan dapat memberikan bantuan bagi makhluk hidup agar dapat tetap hidup. Berikut akan dijelaskan mengenai daur hidup pada lumut.

  1. Spora

Pada tumbuhan lumut spora memberikan hasil dari sporogonium. Langkah-langkah pembentukan spora di sporogonium bisa terjadi dengan adanya pembelahan meiosis. pembentukan spora ini disebut dengan fase sporofit. Dan  sifat dari sel spora ini masih dalam keadaan haploid.

  1. Protonema

Protonema  yang terbentuk dari spora yang ada bertebaran di alam bebas. Protonema memiliki bentuk  seperti benang-benang halus. Jika diamati bentuk dari protonema lewat mikroskop itu akan memiliki bentuk seperti sel berantai.

Dengan mengikuti pertumbuhan dan perkembangan protonema akan membentuk arkegonia dan anteridia. Arkegonia dan anteridia ini yang akan menjadi bakal calon arkegonium dan anteridium.

  1. Lumut

Tahap ketiga pada pertumbuhan protonema menjadi lumut akan memberikan hasil yang dibagi menjadi dua karakter yang berbeda. Perbedaan yang dimiliki dua karakter individu ini memiliki dasar menurut  pada jenis kelamin dari lumut yaitu arkegonium dan anteridium.

Arkegonium merupakan jenis lumut yang memiliki kelamin betina dan anteridium ialah jenis lumut yang memiliki kelamin jantan.

Kedua karakter individu ini selain dibedakan dari jenis kelamin bisa juga dibedakan dari bentuk fisik.

Dari beberapa individu lumut ada yang memiliki arkegonium dan anteridium dalam satu individu yang sama atau dua individu yang berbeda.

  1. Ovum dan Spermatozoid

Pertumbuhan dan perkembangan yang dimiliki oleh arkegonium dan anteridium dialam akan berkembang menjadi individu dewasa yang sudah siap atau matang untuk melakukan reproduksi.

Terdapat ovum yang dihasikan oleh arkegonium sedangkan anteridium akan memberikan hasil spermatozoid. Kondisi dalam pembentukan ovum dan spermatozoid dapat memiliki sifat haploid.

Haploid memiliki arti yaitu sel tumbuhan lumut yang terdiri dari 1 pasang sel gamet. Tahapan diatas akan terjadi apabila tumbuhan lumut melakukan pembelahan sel meiosis.

  1. Zigot

Proses perkawinan pada lumut dapat terjadi jika ovum dan spermatozoid dapat bertemu.

Hasil dari bertemunya ovum dan spermatozoid ini akan memberikan hasil zigot dengan memiliki sifat diploid. Diploid ialah dimana sel pada satu individu yang terdiri dari 2 genom.

Proses pembentukan zigot yang memiliki sifat diploid ini bisa terjadi jika melalui tahap-tahap dalam pembelahan sel mitosis pada sel tersebut.

Yang perlu diketahui jika ingin hasil pembentukan ovum dan spermatozoid ini menjadi zigot, memerlukan waktu 3-6bulan lamanya hingga kondisi sudah benar matang.

  1. Sporogonium

Zigot yang sudah dijelasakan diatas akan bertumbuh dan berkembang menjadi sporogonium. sporogonium memiliki bentuk seperti tabung.

Pada tahap ini sporogonium sudah bisa memberikan hasil spora. Spora yang terdapat pada sporogonium dilindungi oleh dinding tubuh sporogonium.

Berhasil atau tidaknya  spora dapat dibentuk dari sporogonium tergantung dari adaptasi sporogonium dari kondisi lingkungan sekitarnya.

Sporoonium akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan yang hidup didaerah yang lembab atau tidak dapat hidup di daerah kering.

Itulah informasi yang dapat diberikan mengenai daur ulang lumut dan penjelasan dari lumut. Semoga dapat bermanfaat. J

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *