Pengertian dan Fase-fase Meiosis

Diposting pada

Pengertian dan Fase-fase Meiosis – Meiosis merupakan suatu cara pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel kelamin yang berasal dari organisme-organisme yang sedang melakukan proses reproduksi yang berlangsung secara generatif. (Baca Juga : Pengertian Perkembangbiakan Generatif)

Pengertian dan Fase-fase Meiosis
Pengertian dan Fase-fase Meiosis

Pembelahan meiosis hanya berlangsung pada jaringan nutfah yang bertujuan untuk mempertahankan generasi melalui kromosom. (Baca Juga : Pengertian Kromosom)

Manusia memiliki 46 buah kromosom dimana sebagian kromosom adalah kromosom yang berasal dari gen perempuan dan sebagiannya lagi berasal dari gen laki-laki.

Sehingga, pada setiap individu akan mewarisi sebagian sifat ayah dan sebagian sifat ibunya. Dari jumlah kromosom tersebut, akan terjadi pembelahan sel secara mitosis yang akan terus memperbanyak diri hingga akhirnya membentuk tubuh manusia.

Pembelahan meiosis pada tumbuhan terjadi pada organ dalam bunga dan ruang bakal biji. Proses yang aakan terjadi pada kedua tempat tersebut disebut dengan proses perkembangan tumbuhan.

Jika bakal anak pada manusia disebut zigot, sementara pada tumbuhan disebut dengan gamet dimana gamet tersebut akan melalui proses meiosis hingga proses fertilisasi yang akan menghasilkan set kromosom yang sama dengan induknya.

Dalam prosesnya, pembelahan meiosis akan menghasilkan empat sel anak yang bersifat haploid. Selanjutnya, fase yang akan dilalui  adalah interfase dimana terjadinya replikasi DNA dan organel, aktivitas metabolisme yang meningkat, dan terjadinya proses sintesis protein. (Baca Juga : Pengertian Sintesis Protein)

Proses meiosis pada makhluk hidup akan berlangsung pada dua tahapan yaitu fase meiosis 1 dan 2. Namun, pada fase meiosis 1 akan terbagi lagi ke dalam lima fase. Fase-fase tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

Fase Meiosis I

Fase meiosis pertama akan terjadinya reduksi pada kromosom. Namun, pada fase ini akan terbagi dalam beberapa proses yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase.

1). Profase 1

Pada fase profase, kromosom akan melalui sebuah proses sinapsis dimana kromosom-kromosom tersebut akan saling berpasangan.

Ciri Kromosom yang mengalami proses sinapsis akan terlihat mempunyai empat buah kromatid yang disebut dengan tetrad.

Selanjutnya, tetrad tersebut akan mengalami pertukaran kromatid yang disebut dengan crossing over atau pindah silang.

Dalam fase ini nantinya akan terjadi beberapa proses lanjutan, yaitu:

  • Leptoten

Pada fase ini, kromosom akan mengalami proses kondensasi dimana masing-masing tulang kromosom akan melekat pada plak hingga terjadi proses penggandaan. Namun, sentromer akan tetap berdiri sendiri secara rapat yang disebut dengan kromatid.

  • Zigoten

Terjadinya pemadatan pada kromosom, namun kromatid semakin merenggang dikarenakan bersifat homolog.

  • Pakiten

Pada fase ini, kromosom akan membentuk chiasma dikarenakan terdapatnya bintil-bintil sepanjang kromatid.

  • Diploten

Pada fase ini, kromosom homolog mengalami perenggangan, namun chiasma tetap akan terjadi pada bagian tertentu. Sehingga, fase ini akan mengalami peningkatan-peningkatan aktivitas seperti proses sintesis RNA. (Baca Juga : Pengertian dan Proses RNA)

  • Diakinensis

Pada fase ini, ujung kromosom akan terlepas dari selaput inti karena bagian kromosom mengalami kondensasi. Sehingga, proses transkripsi akan terhenti walaupun chiasma masih akan terjadi pada kromosom homolog.

2). Metafase 1

Pada fase ini, setiap kromosom homolog akan menyebar di seluruh lempeng metafase.

3). Anafase 1

Pada fase ini, kromosom yang bersifat homolog akan bergerak terpisah menuju kutub yang saling berseberangan hingga proses pindah silang dan chiasma selesai.

4). Telofase 1

Setelah semua fase terlewati, fase selanjutnya adalah telofase dimana setiap kromosom akan membentu membran inti dengan mencapai kutubnya masing-masing.

Hingga pada akhirnya, kromosom akan membuat inti baru hingga membentuk sel. Selanjutnya, sel tersebut akan membentuk sepasang sel anak tanpa mereplikasi kromosom yang disebut dengan fase sitokinesis.

Fase Meiosis II

pada fase meiosis kedua akan terjadinya proses pembagian terhadap kromatid. Sama seperti fase meiosis pertama, meiosis kedua juga melewati proses profase, metafase, anafase, dan telofase.

1). Profase 2

Pada umumnya, fase profase kedua akan diawali oleh terjadinya pembelahan sel pada dua sentriol, sehingga sentriol tersebut bergerak berlawanan arah menuju kutub. Setelah itu, benang-benang spindel dan membran inti akan terbentuk oleh mikrotubulus yang mengakibatkan lenyapnya nukleolus.

2). Metafase 2

Selama fase ini berlangsung, bagian kromatid akan bergerak menuju bidang pembelahan atau ekuator. Sementara itu, benang-benang spindel yang mengikat bagian sentromer berasal dari sentriol.

3). Anafase 2

Anafase kedua merupakan fase terjadinya pemisahan bagian kromatid sehingga terbentuknya kromosom melalui bagian sentromernya masing-masing.

Setelah itu, bagian tersebut akan bergerak menuju kutub secara berlawanan arah. Pada fase ini jugalah akan memungkinkan terjadinya fase pembentukan kromosom rekombinasi.

4). Telofase 2

Pada fase telofase kedua ini, kromosom yang telah tiba pada bagian kutub akan mengalami proses dekondensasi oleh mikrotubulus dimana kromosom tersebut akan menjadi kromatin hingga terbentuknya selaput inti.

Hingga pada akhirnya, fase ini akan membentuk empat sel baru yang dinamakan dengan fase sitokinesis.

Fase-fase meiosis merupakan salah satu fase terpenting pada organisme dikarenakan pembelahan sel melalui fase ini mampu memelihara jumlah kromosom setiap makhluk hidup dan memungkinkan terjadinya variasi genetik yang disebabkan oleh fase pindah silang kromosom.

Gambar Gravatar
Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *