Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian, Ciri dan Penyebab Disleksia

Pengertian Disleksia : Ciri dan Penyebab Disleksia – Masalah penurunan nilai pelajaran hingga anak tidak naik kelas tidak semata disebabkan oleh keengganan mereka untuk belajar.

Pengertian, Ciri dan Penyebab Disleksia

Pengertian, Ciri dan Penyebab Disleksia

Ada anak yang memang malas belajar, tetapi juga ada anak yang rajin belajar, tetapi pelajaran tetap tidak bisa connect dengan otaknya. Artinya ada gangguan belajar yang memang disebabkan oleh adanya gangguan tertentu di bagian otak.

Disleksia merupakan fenomena anak suka belajar tetapi dirinya amat sukar untuk mencerna pelajaran. Alhasil nilai pelajaran tetap banyak yang merah dan rankingnya di kelas tidak mengalami kenaikan.

Nah, bagi anda yang ingin mengetahui masalah disleksia secara mendalam, berikut ini kami uraikan panjang lebar yang kami jabarkan dari segi pengertian, ciri ciri dan penyebab munculnya gangguan belajar tersebut.

PENGERTIAN DISLEKSIA

Disleksia adalah jenis gangguan belajar. Jika anak mengalami gangguan disleksia, dia akan kesulitan untuk membaca, menulis dan mengeja.

Hal ini disebabkan oleh perkembangan otak bahasa yang tidak maksimal sehingga tidak mampu mengaitkan antara bahasa yang diterima dengan bentuk tulisan dan ujaran.

Sebagian besar penderita disleksia adalah anak anak. Masalah ini akan terus dibawa sepanjang hayatnya karena sampai saat ini masih belum ditemukan formula yang tepat untuk mengatasi disleksia. Baik yang berbentuk terapi atau pun pendekatan pendekatan medis.

Disleksia tidak hanya menyerang anak berkebutuhan khusus saja, anak normal dengan kecerdasan medium pun bisa diserang gangguan ini.

Apalagi jika mereka dilahirkan dari orang tua yang juga mengalami masalah yang sama. inilah faktor penyebab disleksia yaitu faktor genetik atau faktor keturunan.

Memiliki anak disleksia bukan alasan untuk mencegahnya mendapatkan pendidikan yang layak. Menyekolahkannya secara intens justru bisa mengurangi gejala yang terjadi.

Memasukkan penyandang disleksia ke sekolah inklusi juga bisa dicoba. Faktanya, sudah banyak penderita disleksia yang bisa melewati pendidikanya dengan baik sampai lulus.

Nah, jika anda sudah tahu pengertian disleksia diatas, hendaknya jangan berkecil hati. Jadikan masalah tersebut sebagai penambah motivasi anda sebagai orang tuanya untuk selalu memberikan pendidikan terbaik agar dia bisa hidup layak dan normal.

CIRI CIRI DISLEKSIA

Tidak mudah untuk mengetahui ciri ciri atau gejala disleksia. Saking tidak mudah dikenalinya penyakit ini, orang tua dan para guru terkadang salah dalam menentukan gangguan belajar yang dialaminya. Tentu ini berbahaya bagi perkembangan otak anak.

Sekalipun gejala disleksia agak sulit ditemukan, tetapi anda jangan berputus asa. Coba lihat sikap dan prilaku harian anak anda, pasti disitu terlihat beberapa abnormalitas yang menandakan anak anda sedang mengalami gangguan belajar.

Nah gejala yang perlu dilihat secara cermat dan detail inilah yang bisa anda jadikan sebagai patokan pembenaran kalau anak anda sedang mengalami disleksia.

Biar anda tidak bingung tentang ciri ciri disleksia, maka berikut ini kami berikan listnya yaitu :

  1. Perkembangan bicaranya cenderung statis dibandingkan anak lain.
  2. Sulit Belajar kata yang baru dikenal
  3. Kesulitan ketika berbicara dengan kalimat yang tepat
  4. Tidak mampu mengekspresikan perasaan dan pikirannya melalui ujaran
  5. Sulit memahami irama pembicaraan
  6. Kesulitan mengarang, menulis dan membaca
  7. Kesulitan mengingat benda benda yang rumit
  8. Sulit berhitung dan selalu menghindar saat belajar

PENYEBAB DISLEKSIA

Disleksia disebabkan oleh orang tua dan anak yang bersangkutan. Kalau dipetakan, penyebab disleksia dibagi menjadi dua, yaitu penyebab genetik dan non genetik. Ini dia penjelasan tentang kedua penyebab tersebut.

A. Penyebab Genetik

Disleksia terjadi pada anak karena kedua orang tuanya juga memiliki masalah yang sama.

Jika orang tua mengalami kesulitan belajar yang akut, terkadang anak akan mewarisinya dan membawanya ke dalam kehidupan mereka. Disleksia model ini yang disebut disleksia bawaan lahir.

B. Penyebab Non Genetik

Penyebab non genetik adalah penyebab yang tidak dipengaruhi oleh karakter atau genetikal dari kedua orang tuanya. Tetapi lebih banyak ditentukan oleh si anak itu sendiri.

Penyebab disleksia semacam ini masih terbagi menjadi beberapa poin yaitu :

  • Disleksia Akibat Kehamilan

Disleksia akibat kehamilan terjadi ketika si ibu mengalami peristiwa yang menyebabkan otak anak mengalami gangguan saat hamil.

  • Disleksia akibat Cedera

Anak terjatuh dengan kepala terlebih dahulu, rawan menyebabkan disleksia. Jika akibat peristiwa tersebut, otak anak mengalami cedera, tentu kemampuan berpikirnya menjadi berkurang.

  1. Disleksia akibat Penyakit

Disleksia akibat penyakit sering menimpa pada anak yang kekurangan gizi atau akibat imunisasi yang tidak tepat. Bahkan pemberian obat kimia pada anak bisa juga menyebabkan gangguan ini.

Itulah pengertian, ciri ciri dan penyebab disleksia yang bisa anda jadikan rujukan jika anda melihat sang anak mengalami perubahan perubahan belajar.

Semoga artikel ini ada manfaatnya dan anak anak kita tetap tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas.

Baca Juga : Cara Mengobati Kanker Vagina

The Author

ilmudasar

Semoga dengan adanya blog ilmudasar.id mempermudah siapapun dalam mendapatkan info yang cepat dan akurat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ilmu Pengetahuan Dasar © 2018